Seingat saya harian kompas pernah membahas reklamasi pantura ini beberapa bulan yang lalu. sedikit yang saya ingat dari bacaan tersebut, pihak pro reklamasi dalam hal ini pemda dki saat itu (mungkin sekarang juga masih alot) sedang berperang melawan departemen klh yang dengan bantuan sponsor sudah mempekerjakan sebuah badan independen (yang disepakati oleh pemda juga) untuk mengadakan uji amdal (analisa dampak lingkungan) proyek tersebut dan hasilnya tidak menyetujui reklamasi sebelum ada perbaikan drainage yang memadai untuk wilayah dki sendiri. soalnya yang waktu itu dijadikan alasan oleh pemda ialah keadaan kota jakarta yang rawan banjir, salah satunya disinyalir sebagai akibat dari infiltrasi air laut. kalau ibu parvita ingin tahu lebih banyak mungkin bisa cari di archive-nya kompas.co.id. kalau tentang DPR di negara kita tercinta ini, sekarang sepertinya belum bisa terlalu diharapkan deh...biasanya sih...nunggu kemana angin berhembus baru pada berebutan menyatakan sikap.
salam --------- Original Message --------- DATE: Wed, 15 Oct 2003 18:41:57 From: [EMAIL PROTECTED] To: <[EMAIL PROTECTED]> Cc: > >Biasanya kalau reklamasi pantai itu ada studi dampak lingkungannya tidak >ya? Yang kontrol siapa? Pernah tidak ada kasus seperti reklamasi pantai >tetapi tidak disetujui oleh DPR karena damage-nya terlalu banyak? Misalnya >proyek penggantian atau apalah namanya...? > > > > > > "Imam A. > > Sadisun" To: <[EMAIL PROTECTED]> > > <[EMAIL PROTECTED] cc: > > u-u.ac.jp> Subject: Re: [iagi-net-l] Reklamasi > Pantura Tetap akan Dilanjutkan > > > 10/15/2003 > > 04:32 PM > > Please respond > > to iagi-net > > > > > > > > > >Sedikit menambahkan: Secara umum reklamasi pantai bertujuan untuk menambah >jumlah daratan, dapat dilaksanakan dengan: >- filling >- polder >- drainage >atau kombinasi dari ketiga metode tsb., terutama tergantung morfologi >pantai yg akan direklamasi. > >Salam, >~imam > >On Wed, 15 Oct 2003, Untung Sudarsono wrote: > >> Gampangnya ya ngurug laut alias lautnya ditimbun begitu. >> >> [EMAIL PROTECTED] wrote: >> >> > FYI. Ini beritanya agak lama, tetapi saya baru dapat kemarin. >> > Saya masih kurang jelas apa yang dimaksud dengan reklamasi, mungkin ada >> > yang bisa menjelaskan? >> > >> > Parvita H. Siregar >> > Geologist-ENI Indonesia >> > Kuningan Plaza, South Tower 9th Floor >> > Jl. H.R. Rasuna Said Kav. C 11-14 >> > Jakarta 12940 Indonesia >> > Tel: (62-21) 3000-3200 >> > Fax: (62-21) 3000-3230 >> > mailto:[EMAIL PROTECTED] >> > >> > 13 Agustus 2003 >> > Reklamasi Pantura Tetap akan Dilanjutkan >> > >> > BeritaJakarta.com Reklamasi pantai utara (Pantura) Jakarta tetap akan >> > dilanjutkan. Reklamasi seluas 2.500 hektar itu diharapkan mampu >memperbaiki >> > kondisi lingkungan pantura Jakarta yang rusak parah. Hal ini >dikemukakan >> > Ketua Harian BPR Pantura Propinsi DKI Jakarta Ir. Moch. Sidarta kepada >> > wartawan di Front Row Restaurant, Taman Ria Senayan, Senin (11/8). >"Hanya >> > sekarang bagaimana kita mengendalikan banjir tersebut," ujarnya. >> > Menurutnya, bahwa ada atau tidak ada reklamasi, Jakarta pasti banjir >bila >> > musim penghujan tiba. Sementara menanggapi polemik yang beredar di >> > masyarakat sekitar masalah reklamasi Pantura, Badan Pelaksana Harian >(BPR) >> > Pantura DKI Jakarta menyatakan keprihatinannya. >> > Ia menjelaskan konsep reklamasi yang menurut rencananya dilaksanakan >pada >> > tahun 1995 namun hingga saat ini belum terlaksana adalah konsep >pembangunan >> > pantai terpadu, di antaranya terdiri dari penataan dan pengelolaan >pantai >> > dan pesisir secara terpadu, yang merupakan pendekatan lintas sektor. >> > Selain itu, lanjutnya juga pembenahan, penataan dan pembangunan pantai >yang >> > ada merupakan syarat mutlak dalam menangani masalah perkotaan yang jauh >> > lebih besar. Seperti, rumah tanpa izin di bantaran sungai, masalah >sampah, >> > masalah pembuangan limbah serta masalah sosial yang menyangkut kondisi >> > nelayan dan kondisi kesehatan masyarakat di sekitar pantai. >> > "Anggapan masyarakat selama ini bahwa reklamasi Pantura suatu kegiatan >> > fisik yang masif dan akan menggusur kehidupan nelayan," kata Sidharta. >> > Padahal menurutnya tidak seperti itu. Program reklamasi ini merupakan >> > program jangka panjang selama 25 tahun. "Kami tidak langsung >mereklamasi >> > secara massif," katanya. >> > Sementara, Kepala Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup DKI Jakarta, >Kosasih >> > Wirahadikusumah mengungkapkan reklamasi merupakan salah satu alternatif >> > dari pemecahan masalah kota dalam hal mengantisipasi pemukiman akibat >> > pertambahan penduduk. "20 tahun mendatang kota-kota di sekitar Jakarta >> > yakni Bogor, Bekasi dan Tangerang akan mengalami pertambahan 2 kali >dari >> > sekarang," katanya. >> > Kosasih melanjutkan, kota-kota yang berada di sekitar Jakarta tersebut >akan >> > sibuk sendiri untuk memecahkan masalah pertambahan di wilayahnya. >"Hingga >> > Jakarta juga harus siap untuk mengantisipasi wilayahnya sendiri," >katanya. >> > Salah satunya dengan melakukan reklamsi pantura. >> > Reklamasi yang sedang dan telah dilaksanakan di DKI Jakarta adalah >Pantai >> > Mutiara, Pelabuhan Muara Baru, Pelabuhan Muara Angke, kawasan industri >dan >> > perumahan Ancol Barat, pelabuhan Tanjung Priok, Pantai Indah Kapuk, >Sunter, >> > Ancol dan Kelapa Gading. >> > Dalam siaran pers yang diterima beritajakarta.com, Rabu (30/7), Ketua >> > Harian BPR Pantura Propinsi DKI Jakarta Ir. Moch. Sidarta menjelaskan, >> > bahwa reklamasi Pantura memang menimbulkan dampak positif maupun >negatif. >> > Gubernur dan jajaran Pemprop DKI Jakarta, sama halnya dengan pihak >Meneg >> > LH, juga mempunyai kekhawatiran yang sama atas dampak negatif. Karena >> > itulah, Pemprop DKI membuat kajian-kajian yang terukur tentang dampak >> > negatif tersebut. >> > Apabila dampaknya memang negatif, kata Sidarta, maka Pemprop DKI >Jakarta >> > dan BPR Pantura, akan menjadi badan yang pertama kali menyetop dan >melarang >> > kegiatan tersebut. Selain itu juga, BPR Pantura mempunyai tugas >> > mengendalikan pembangunan pantai tersebut yang dilaksanakan oleh para >stake >> > holder. >> > Untuk itu, lanjutnya BPR Pantura DKI Jakarta memberikan penjelasan >untuk >> > meluruskan masalah yang sebenarnya terjadi. Reklamasi Pantura merupakan >> > sebagian dari program penataan dan pengelolaan Pantai Utara Jakarta, >yang >> > terdiri dari Revitalisasi dan Reklamasi. >> > Sidarta menuturkan, keadaan obyektif Pantura Jakarta sekarang ini >sungguh >> > memprihatinkan dan terjadi degradasi terus menerus terhadap lingkungan >> > maupun infrastruktur yang ada. Jumlah nelayan dan pemukimannya terus >> > bertambah, begitu juga dengan fasilitas yang perlu diperbaiki. Mangrove >> > semakin merana dan rusak, serta sudah tidak lagi menjadi tempat memijah >> > ikan. Sampah dimana-mana memenuhi 13 sungai dan bantaran sungai penuh >> > dengan hunian tanpa izin. Kecuali itu sarana transportasi, air bersih, >kota >> > tua yang sangat berpotensi untuk wisata, semua dalam keadaan yang >> > memprihatinkan. >> > Lebih lanjut dia mengemukakan, Jakarta sebagai kota pantai merupakan >> > kawasan strategis, sehingga perlu dikembangkan sebagai kota pantai yang >> > handal serta dapat menyediakan sarana dan prasarana untuk era abad 21, >yang >> > akan membuat Jakarta sebagai kota pantai yang sejajar dengan kota besar >di >> > dunia lainnya. Jakarta juga memerlukan perkembangan terutama membuat >> > lapangan pekerjaan untuk menampung kebutuhan masa sekarang dan akan >datang, >> > dimana penataan pantai akan bisa memberikan peluang terciptanya >pekerjaan. >> > Penataan ini merupakan program jangka panjang yang melibatkan semua >stake >> > holder, termasuk para nelayan yang ada. >> > Reklamasi Pantura, jelas Sidarta mempunyai tujuan utama merevitalisasi, >> > memperbaiki kehidupan masyarakat pantai, termasuk nelayannya. Pantai >juga >> > ditata kembali bagi kesejahteraan masyarakat, dengan memberdayakan >> > keunggulan ekonomis dari pantai tersebut, seperti pariwisata, industri, >> > pelabuhan, pantai untuk publik dan juga perumahan. >> > Selain hal yang disebutkan di atas, masih ada hal lain yang dijadikan >> > sebagai pertimbangan, misalnya mengarahkan pembangunan Jakarta ke >Utara, >> > agar tidak mengganggu daerah resapan air di Selatan, menampung >perumahan >> > bagi lebih 600.000 penduduk Jakarta yang akan datang, memperbaiki Kota >Tua >> > untuk pariwisata, membuat pantai untuk publik, dan memperbaiki wilayah >> > pantai utara yang tergedrasi. >> > "Untuk itulah dibuat program penataan dan pengelolaan pantai yang >terdiri >> > dari revitalisasi dan reklamasi, dimana nilai tambah reklamasi dipakai >> > membiayai penataan dan revitalisasi pantai yang ada, seperti pantai >untuk >> > publik, memperbaiki mangrove, mengurangi banjir, menata nelayan dan >> > menyediakan fasilitas nelayan, pembangunan infrastruktur dan >lain-lain," >> > jelasnya. >> > >> > CONFIDENTIALITY AND DISCLAIMER NOTICE: >> > This message and any attached files may contain information that is >> > confidential and/or subject of legal privilege intended only for use by >the >> > intended recipient. If you are not the intended recipient, please >notify >> > the sender immediately and delete the message. In any case the Company >> > dissacociates from any statement or opinion contained in the message >sent >> > by its network which are not closely related to its activities. >> > >> > --------------------------------------------------------------------- >> > >> > To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED] >> > >> > Visit IAGI Website: http://iagi.or.id >> > >> > IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ >> > >> > IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi >> > >> > Komisi Sedimentologi (FOSI) : F. Hasan Sidi([EMAIL PROTECTED]) >-http://fosi.iagi.or.id >> > >> > Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi([EMAIL PROTECTED]) >> > >> > Komisi Karst : Hanang Samodra([EMAIL PROTECTED]) >> > >> > Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo([EMAIL PROTECTED]) >> > >> > Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin([EMAIL PROTECTED] atau >[EMAIL PROTECTED]), Arif Zardi Dahlius([EMAIL PROTECTED]) >> > >> > Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono([EMAIL PROTECTED]) >> > >> > --------------------------------------------------------------------- >> >> >> --------------------------------------------------------------------- >> To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED] >> Visit IAGI Website: http://iagi.or.id >> IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ >> IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi >> >> Komisi Sedimentologi (FOSI) : F. Hasan Sidi([EMAIL PROTECTED]) >-http://fosi.iagi.or.id >> Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi([EMAIL PROTECTED]) >> Komisi Karst : Hanang Samodra([EMAIL PROTECTED]) >> Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo([EMAIL PROTECTED]) >> Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin([EMAIL PROTECTED] atau >[EMAIL PROTECTED]), Arif Zardi Dahlius([EMAIL PROTECTED]) >> Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono([EMAIL PROTECTED]) >> --------------------------------------------------------------------- >> > > >--------------------------------------------------------------------- >To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED] >Visit IAGI Website: http://iagi.or.id >IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ >IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi > >Komisi Sedimentologi (FOSI) : F. Hasan Sidi([EMAIL PROTECTED]) >-http://fosi.iagi.or.id >Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi([EMAIL PROTECTED]) >Komisi Karst : Hanang Samodra([EMAIL PROTECTED]) >Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo([EMAIL PROTECTED]) >Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin([EMAIL PROTECTED] atau [EMAIL PROTECTED]), >Arif Zardi Dahlius([EMAIL PROTECTED]) >Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono([EMAIL PROTECTED]) >--------------------------------------------------------------------- > > > > > > >--------------------------------------------------------------------- >To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED] >Visit IAGI Website: http://iagi.or.id >IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ >IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi > >Komisi Sedimentologi (FOSI) : F. Hasan Sidi([EMAIL PROTECTED])-http://fosi.iagi.or.id >Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi([EMAIL PROTECTED]) >Komisi Karst : Hanang Samodra([EMAIL PROTECTED]) >Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo([EMAIL PROTECTED]) >Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin([EMAIL PROTECTED] atau [EMAIL PROTECTED]), Arif >Zardi Dahlius([EMAIL PROTECTED]) >Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono([EMAIL PROTECTED]) >--------------------------------------------------------------------- > > ____________________________________________________________ Enter for a chance to win one year's supply of allergy relief! http://r.hotbot.com/r/lmt_clrtn/http://mocda3.com/1/c/563632/125699/307982/307982 --------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED] Visit IAGI Website: http://iagi.or.id IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi Komisi Sedimentologi (FOSI) : F. Hasan Sidi([EMAIL PROTECTED])-http://fosi.iagi.or.id Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi([EMAIL PROTECTED]) Komisi Karst : Hanang Samodra([EMAIL PROTECTED]) Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo([EMAIL PROTECTED]) Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin([EMAIL PROTECTED] atau [EMAIL PROTECTED]), Arif Zardi Dahlius([EMAIL PROTECTED]) Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono([EMAIL PROTECTED]) ---------------------------------------------------------------------

