Gampangnya ya ngurug laut alias lautnya ditimbun begitu.

[EMAIL PROTECTED] wrote:

> FYI.  Ini beritanya agak lama, tetapi saya baru dapat kemarin.
> Saya masih kurang jelas apa yang dimaksud dengan reklamasi, mungkin ada
> yang bisa menjelaskan?
>
> Parvita H. Siregar
> Geologist-ENI Indonesia
> Kuningan Plaza, South Tower 9th Floor
> Jl. H.R. Rasuna Said Kav. C 11-14
> Jakarta 12940 Indonesia
> Tel: (62-21) 3000-3200
> Fax: (62-21) 3000-3230
> mailto:[EMAIL PROTECTED]
>
> 13 Agustus 2003
> Reklamasi Pantura Tetap akan Dilanjutkan
>
> BeritaJakarta.com Reklamasi pantai utara (Pantura) Jakarta tetap akan
> dilanjutkan. Reklamasi seluas 2.500 hektar itu diharapkan mampu memperbaiki
> kondisi lingkungan pantura Jakarta yang rusak parah. Hal ini dikemukakan
> Ketua Harian BPR Pantura Propinsi DKI Jakarta  Ir. Moch. Sidarta kepada
> wartawan di Front Row Restaurant, Taman Ria Senayan, Senin (11/8). "Hanya
> sekarang bagaimana kita mengendalikan banjir tersebut," ujarnya.
> Menurutnya, bahwa ada atau tidak ada reklamasi, Jakarta pasti banjir bila
> musim penghujan tiba. Sementara menanggapi polemik yang beredar di
> masyarakat sekitar masalah reklamasi Pantura, Badan Pelaksana Harian (BPR)
> Pantura DKI Jakarta menyatakan keprihatinannya.
> Ia menjelaskan konsep reklamasi yang menurut rencananya dilaksanakan pada
> tahun 1995 namun hingga saat ini belum terlaksana adalah konsep pembangunan
> pantai terpadu, di antaranya terdiri dari penataan dan pengelolaan pantai
> dan pesisir secara terpadu, yang merupakan pendekatan lintas sektor.
> Selain itu, lanjutnya juga pembenahan, penataan dan pembangunan pantai yang
> ada merupakan syarat mutlak dalam menangani masalah perkotaan yang jauh
> lebih besar. Seperti, rumah tanpa izin di bantaran sungai, masalah sampah,
> masalah pembuangan limbah serta masalah sosial yang menyangkut kondisi
> nelayan dan kondisi kesehatan masyarakat di sekitar pantai.
> "Anggapan masyarakat selama ini bahwa reklamasi Pantura suatu kegiatan
> fisik yang masif dan akan menggusur kehidupan nelayan," kata Sidharta.
> Padahal menurutnya tidak seperti itu. Program reklamasi ini merupakan
> program jangka panjang selama 25 tahun. "Kami tidak langsung mereklamasi
> secara massif," katanya.
> Sementara, Kepala Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Kosasih
> Wirahadikusumah mengungkapkan reklamasi merupakan salah satu alternatif
> dari pemecahan masalah kota dalam hal mengantisipasi pemukiman akibat
> pertambahan penduduk. "20 tahun mendatang kota-kota di sekitar Jakarta
> yakni Bogor, Bekasi dan Tangerang akan mengalami pertambahan 2 kali dari
> sekarang," katanya.
> Kosasih melanjutkan, kota-kota yang berada di sekitar Jakarta tersebut akan
> sibuk sendiri untuk memecahkan masalah pertambahan di wilayahnya. "Hingga
> Jakarta juga harus siap untuk mengantisipasi wilayahnya sendiri," katanya.
> Salah satunya dengan melakukan reklamsi pantura.
> Reklamasi yang sedang dan telah dilaksanakan di DKI Jakarta adalah Pantai
> Mutiara, Pelabuhan Muara Baru, Pelabuhan Muara Angke, kawasan industri dan
> perumahan Ancol Barat, pelabuhan Tanjung Priok, Pantai Indah Kapuk, Sunter,
> Ancol dan Kelapa Gading.
> Dalam siaran pers yang diterima beritajakarta.com, Rabu (30/7),  Ketua
> Harian BPR Pantura Propinsi DKI Jakarta Ir. Moch. Sidarta menjelaskan,
> bahwa reklamasi Pantura memang menimbulkan dampak positif maupun negatif.
> Gubernur dan jajaran Pemprop DKI Jakarta, sama halnya dengan pihak Meneg
> LH, juga mempunyai kekhawatiran yang sama atas dampak negatif. Karena
> itulah, Pemprop DKI membuat kajian-kajian yang terukur tentang dampak
> negatif tersebut.
> Apabila dampaknya memang negatif, kata Sidarta, maka Pemprop DKI Jakarta
> dan BPR Pantura, akan menjadi badan yang pertama kali menyetop dan melarang
> kegiatan tersebut. Selain itu juga, BPR Pantura mempunyai tugas
> mengendalikan pembangunan pantai tersebut yang dilaksanakan oleh para stake
> holder.
> Untuk itu, lanjutnya BPR Pantura DKI Jakarta memberikan penjelasan untuk
> meluruskan masalah yang sebenarnya terjadi. Reklamasi Pantura merupakan
> sebagian dari program penataan dan pengelolaan Pantai Utara Jakarta, yang
> terdiri dari Revitalisasi dan Reklamasi.
> Sidarta menuturkan, keadaan obyektif Pantura Jakarta sekarang ini sungguh
> memprihatinkan dan terjadi degradasi terus menerus terhadap lingkungan
> maupun infrastruktur yang ada. Jumlah nelayan dan pemukimannya terus
> bertambah, begitu juga dengan fasilitas yang perlu diperbaiki. Mangrove
> semakin merana dan rusak, serta sudah tidak lagi menjadi tempat memijah
> ikan. Sampah dimana-mana memenuhi 13 sungai dan bantaran sungai penuh
> dengan hunian tanpa izin. Kecuali itu sarana transportasi, air bersih, kota
> tua yang sangat berpotensi untuk wisata, semua dalam keadaan yang
> memprihatinkan.
> Lebih lanjut dia mengemukakan, Jakarta sebagai kota pantai merupakan
> kawasan strategis, sehingga perlu dikembangkan sebagai kota pantai yang
> handal serta dapat menyediakan sarana dan prasarana untuk era abad 21, yang
> akan membuat Jakarta sebagai kota pantai yang sejajar dengan kota besar di
> dunia lainnya. Jakarta juga memerlukan perkembangan terutama membuat
> lapangan pekerjaan untuk menampung kebutuhan masa sekarang dan akan datang,
> dimana penataan pantai akan bisa memberikan peluang terciptanya pekerjaan.
> Penataan ini merupakan program jangka panjang yang melibatkan semua stake
> holder, termasuk para nelayan yang ada.
> Reklamasi Pantura, jelas Sidarta mempunyai tujuan utama merevitalisasi,
> memperbaiki kehidupan masyarakat pantai, termasuk nelayannya. Pantai juga
> ditata kembali bagi kesejahteraan masyarakat, dengan memberdayakan
> keunggulan ekonomis dari pantai tersebut, seperti pariwisata, industri,
> pelabuhan, pantai untuk publik dan juga perumahan.
> Selain hal yang disebutkan di atas, masih ada hal lain yang dijadikan
> sebagai pertimbangan, misalnya mengarahkan pembangunan Jakarta ke Utara,
> agar tidak mengganggu daerah resapan air di Selatan, menampung perumahan
> bagi lebih 600.000 penduduk Jakarta yang akan datang, memperbaiki Kota Tua
> untuk pariwisata, membuat pantai untuk publik, dan memperbaiki wilayah
> pantai utara yang tergedrasi.
> "Untuk itulah dibuat program penataan dan pengelolaan pantai yang terdiri
> dari revitalisasi dan reklamasi, dimana nilai tambah reklamasi dipakai
> membiayai penataan dan revitalisasi pantai yang ada, seperti pantai untuk
> publik, memperbaiki mangrove, mengurangi banjir, menata nelayan dan
> menyediakan fasilitas nelayan, pembangunan infrastruktur dan lain-lain,"
> jelasnya.
>
> CONFIDENTIALITY AND DISCLAIMER NOTICE:
> This message and any attached files may contain information that is
> confidential and/or subject of legal privilege intended only for use by the
> intended recipient. If you are not the intended recipient, please notify
> the sender immediately and delete the message. In any case the Company
> dissacociates from any statement or opinion contained in the message sent
> by its network which are not closely related to its activities.
>
> ---------------------------------------------------------------------
>
> To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
>
> Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
>
> IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
>
> IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
>
> Komisi Sedimentologi (FOSI) : F. Hasan Sidi([EMAIL PROTECTED])-http://fosi.iagi.or.id
>
> Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi([EMAIL PROTECTED])
>
> Komisi Karst : Hanang Samodra([EMAIL PROTECTED])
>
> Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo([EMAIL PROTECTED])
>
> Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin([EMAIL PROTECTED] atau [EMAIL PROTECTED]), Arif 
> Zardi Dahlius([EMAIL PROTECTED])
>
> Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono([EMAIL PROTECTED])
>
> ---------------------------------------------------------------------


---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi

Komisi Sedimentologi (FOSI) : F. Hasan Sidi([EMAIL PROTECTED])-http://fosi.iagi.or.id
Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi([EMAIL PROTECTED])
Komisi Karst : Hanang Samodra([EMAIL PROTECTED])
Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo([EMAIL PROTECTED])
Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin([EMAIL PROTECTED] atau [EMAIL PROTECTED]), Arif 
Zardi Dahlius([EMAIL PROTECTED])
Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono([EMAIL PROTECTED])
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke