Pak Rovicky,
 
Internet baru nyambung lagi...Tidak seperti di oil to SR correlation yang baik oil 
maupun expected source-nya dianalisis biomarker dan isotopnya kemudian dilakukan 
analisis matching-nya, di gas to SR correlation tidak umum dilakukan molecular 
composition maupun stable isotope ratios. Continuous gas composition dilakukan di 
cutting sumur dan bisa dilakukan cross plot untuk menentukan genetic types of gases, 
tetapi ini bukan dimaksudkan untuk gas to SR correlation. Gas mud logging itu hanya 
untuk mngetahui secara dini potensi HC di well site. Untuk gas to source correlation 
kita hanya mengandalkan metode "geochemical inversion", yaitu memperkirakan source 
dari karakter minyak/gas tanpa pengecekan analisis source. Ini ditunjang dengan 
pengetahuan geologic setting, petroleum system, dan oil geochemistry kalau gas itu 
associated. Yang associated ya source oil source gas juga.
 
East Natuna (Basin) memang tepi barat Luconia Platform, kelihatannya ada kesinambungan 
geologi regional walau agak beda secara lokal dengan Central Luconia. East Natuna 
terumbu yang bikin supergiant gas (in place 222 TCF dengan 71 % CO2) tumbuh di 
tinggian yang berasosiasi dengan Natuna Arch. Arch ini membatasi Luconia di barat. Di 
badan platform Luconia memang tumbuh banyak terumbu Miosen seperti di East Natuna itu. 
Hanya, yang di Central Luconia ini sering disebutkan bahwa sourcenya marine carbonate, 
sementara di East Natuna deltaic shale, di West Natuna lacustrine shale. Mungkin ini 
yang mengontrol kapan oil/gas prone walau ini belum dipahami dengan baik. Contohnya, 
source marine carbonate di Central Luconia rasanya agak anomali kalau menghasilkan 
justru gas dan kondensat. Semua marine carbonate source di Indonesia Timur 
menghasilkan medium-gravity oil dengan sulfur yang tinggi.
 
Paleogene section saya juga percaya muncul di Luconia dan berupa synrift sequence 
sebab di counterpartnya di Reed Bank atau Palawan pun muncul Eocene synrift sequence 
ini. Hanya kalau saya percaya bahwa sekuen ini terbentuk sebelum microplates ini 
drifted ke NW Kalimantan. Mereka mungkin terbentuk sebagai continental  rifting 
sebelum SCS spreading di 32 Ma. Kalau terbentuk saat drifting biasanya adalah 
post-rift atau sagging sequence yang dalam hal ini diwakili oleh karbonat Miosen yang 
tebal. Sekuens rift-drift di Indonesia Timur buat microplates yang detached dari 
Gondwanaland pun umumnya begitu tektonostratigrafi-nya.
 
Di Kalimantan memang teori/konsep coal sebagai a liquid source bisa dibuktikan dengan 
baik. Untuk coal Eosen Tanjung di Barito saya pernah mengevaluasinya (dipublikasi di 
Berita sedimentologi tahun lalu edisi coal sedimentology) dan ada korelasi positif 
dari segi geokimianya. Untuk Kutei dan delta2 besar seperti balingian dan Baram pun 
saya pikir bisa terbukti dengan baik.
 
Salam,
Awang

[EMAIL PROTECTED] wrote:
Trims Pak Awang
nanya lagi ... apakah 1)molecular composition, dan (2) stable isotope ratios itu 
dilakukan juga 
utk source rocknya ? Maksud saya sebuah pendekatan gas to source 
correlation ? atau statistics saja.

Saya sedang bermain-main disekitar East Natuna, yang aku heran kenapa yang 
sebelah timurnya (Sarawak) dan baratnya (West Natuna) banyak sekali minyak 
dan gas, sedangkan di East natuna cuma satu tapi "guedhe" menyendiri 
sampai seolah blok ini di"anak tiri"kan. Kayaknya juga ngga masuk sebagai 
blok yg ditawarkan kemaren.

Adakah kesamaan atau kesinambungan geologi antara East Natuna dengan 
Luconia ? Mungkin "Paleogene"nya sectionnya ?
Di Luconia reserviornya juga karbonat serta isinya mostly gas tetapi di 
Luconia ini banyak "condensate"nya. Yang menarik buatku ttg Luconia ini 
kemungkinan adanya Oligocene (?eocene) synrift yg mungkin berisi 
oil-source. Karena hingga saat ini "coal as an oil source" yg cukup 
kontroversi itu masih dipercaya disini.

Luconia ini merupakan sebuah "microplate" yg mengalami rift-drift setelah 
"lepas" dari induknya. Nah, pada saat rift-drift ini yg aku duga merupakan 
saat terendapkannya source rock.
Aku cuman ngga nyangka kalau Balingian Province ini mempunyai struktur yg 
sangat kompleks, sampek bikin mumeth.

RDP





Awang Satyana 
03/25/2004 01:25 PM
Please respond to iagi-net


To: [EMAIL PROTECTED]
cc: 
Subject: Re: [iagi-net-l] East Natuna Geochemistry -> tanya


Ini tentang gas geochemistry yang risetnya di seluruh dunia pun 
ketinggalan jauh dibanding oil geochemistry. Sementara kita tahu banyak 
tentang oil geochemistry, maka sangat sedikit yang kita ketahui tentang 
gas geochemistry, akhirnya sangat sedikit pula metode yang tersedia untuk 
bidang gas geochemistry termasuk untuk gas-gas correlation apalagi 
gas-source correlation. Bukan hanya karena risetnya yang minim, sifat 
molekul gas pun sangat simpel dibanding minyak, sehingga praktis hanya 
sedikit informasi yang bisa digali untuk melacak source dan semua proses 
yang telah dialami sebuah sampel gas. Kalau di minyak kita bisa bermain 
dengan berbagai biomarker yang sekian banyak, di gas tidak mungkin seperti 
itu.

Tetapi, paling tidak ada dua metode untuk mengkarakterisasi source gas, 
yaitu (1)molecular composition, dan (2) stable isotope ratios. Dengan 
molecular composition dan berbagai rasio-nya kita bisa menentukan ini 
biogenic/bacterial gas atau thermogenic gas, seberapa kering/basah, 
biodegraded atau tidak dsb. Source-nya ? Kalau ternyata biogenic, maka 
source tak akan jauh dari reservoirnya (mungkin malahan interbedded), bisa 
juga dari bawahnya dengan catatan temperatur yang dianggap source tak 
lebih dari sekitar 80 derajat celsius sebab di atas sekitar temperatur itu 
bakteri mati. Kuncinya ada di GG di daerah itu. Bisa saja bacterial gas 
ditemukan di ribuan meter asal di very cool basin. Kalau dari molecular 
composition ternyata thermogenic/wet gas (fraksi etan plus lebih dari 2 
%) maka source-nya ya dari tempat-tempat dalam, nah di sini bermain 
pengetahuan geologic setting versus thermal modeling dan kerogen type (ini 
bisa bercampur ke bidang oil geochemistry). 

Yang sekarang banyak dikembangkan adalah dengan gas fingerprinting 
menggunakan stable isotope ratios dari unsur C, S, atau H. Juga 
non-hydrocarbon gas seperti CO2, N2, H2S, He, dan Rn (radon) sering 
membantu pemikiran apa source gas. Berbagai crossplot canggih dari isotop2 
ini telah tersedia. Asal analisis laboratorium untuk isotop lengkap dan 
detail sampai ke fraksi-fraksi terkecilnya, ditambah pengetahuan geologic 
setting akumulasi gas tersebut, juga pengetahuan tentang oil geochemistry 
di tempat yang sama (kalau ada), maka source gas bisa diperkirakan lebih 
baik...mudah-mudahan (dalam biomarker pun untuk menentukan apa oil source 
saya belum pernah dapat yang 100 % match). Alasan utamanya adalah sebab 
oil datang dari kitchen sementara source yang kita analisis di lab adalah 
dari posisi sumur yang tak pernah di kitchen, jadi bagaimana bisa 100 % 
match.

Lebih spesifik lagi, dari pengetahuan sementara yang ada, source gas 
Natuna D- Alpha adalah Barat shale yang Oligo-Miocene. Data geokimianya 
belum pernah dipublikasi, kalau ada yang punya data molecular composition 
dan stable isotope ratios-nya termasuk isotop C dari CO2nya yang tinggi 
itu maka pengetahuan kita akan jauh lebih baik dari mana source gas, dan 
dari mana source CO2 setinggi itu, apa dari breakdown reservoir karbonat 
atau reservoir kena intrusi, semuanya bisa ditaksir dengan data isotop 
karbon CO2.

Salam,
Awang

[EMAIL PROTECTED] wrote:
Identifikasi source rock, mana yg menjadi sumber (charging), dari suatu 
lapangan minyak, biasanya dicari dengan biomarker. Namun kalau utk gas 
biasanya biomarker sulit dipakai, juga kadang-kadang biomarker utk high 
maturity oilnyapun sudah rusak (cracked) karena suhu tinggi (rantai 
panjangnya ngga ada).
Lantas, bagaimana menentukan source rock type utk gas (condensates/high 
maturity oil) ?
bagaimana melakukan gas to source correlation ?

More specific ... source rocknya Natuna D-Alpha apaan sih ?

Trims

RDP

---------------------------------
Do you Yahoo!?
Yahoo! Finance Tax Center - File online. File on time.



---------------------------------
Do you Yahoo!?
Yahoo! Finance Tax Center - File online. File on time.

Kirim email ke