Wah, ini perlu klarifikasi juga rupanya, rek..... Saya tidak akan ikut mengelola (dalam artian terjun langsung secara formal dalam struktur perusahaan),.... Saya hanya mengantar dan membimbing mereka untuk mengelolanya (kalau jadi: inssyaallah),... Saya sendiri tidak akan masuk secara formal dalam struktur perusahaan,......
Mudah-mudahan apa yang saya lakukan tersebut bisa menggugah minat rekan-rekan lainnya untuk terjun ke daerah dan memberikan sentuhan profesional pada kawan-kawan kita di daerah dalam menapaki euphoria otonomi daerah....... thx Yud,... thx Noor,... thx juga buat yang lain yang kirim lewat japri adb (rakyat biasa - tanpa embel-embel gelar) ----- Original Message ----- From: "ISKANDAR Yudie" <[EMAIL PROTECTED]> To: <[EMAIL PROTECTED]> Sent: Thursday, April 15, 2004 3:52 PM Subject: Re: [iagi-net-l] Perusda Benuo Taka akan kelola migas eks Vico > Statusnya lain bo! > Ex orang gajian jadi majikan. > Selamat ah pak ketum. Paling gak kita tahu kemana CV dialamatkan. > > YI > > > > > "nsyarifuddin" <[EMAIL PROTECTED]> > 15/04/2004 01:07 PM > Please respond to iagi-net > > > To: <[EMAIL PROTECTED]> > cc: > Subject: Re: [iagi-net-l] Perusda Benuo Taka akan kelola migas eks Vico > > > air cucuran jatuhnya ke situ-situ juga, tak lari gunung dikejar ........ > bekasnya vico, dikelola bekasnya vico juga......he he he > > selamat ADB. > > salam, > > > ----- Original Message ----- > From: argo <[EMAIL PROTECTED]> > To: <[EMAIL PROTECTED]> > Sent: Wednesday, April 14, 2004 06:22 > Subject: [iagi-net-l] Perusda Benuo Taka akan kelola migas eks Vico > > > > > > Perusda Benuo Taka akan kelola migas eks Vico > > > > Perusahaan Daerah (Perusda) Benuo Taka milik Pemerintah Kabupaten > (Pemkab) > > Penajam Paser Utara (PPU) berupaya mendapatkan hak untuk mengelola sisa > > cadangan minyak dan gas (migas) yang ditinggalkan oleh Vico Indonesie di > > Lawelawe, Kecamatan Penajam, Penajam Paser Utara. > > > > Kasubag Humas dan Protokol Pemkab Penajam Paser Utara, Drs Tohar, kepada > > harian Kaltim Post, 13/4 mengatakan dari presentasi yang sudah dilakukan > di > > dewan, disimpulkan, dengan memperhatikan cost dan benefitnya, ladang gas > > bekas Vico Indonesie di Lawelawe itu sangat feasible untuk dikelola > > langsung oleh Pemkab Penajam Paser Utara. > > > > Upaya untuk pengelolaan migas itu bagian dari cara pemerintah untuk > > meningkatkan pendapatan daerah sebagai sumber pembiayaan pembangunan > > daerah, yang diharapkan berdampak pada penyerapan tenaga kerja lokal, > dan > > pada gilirannya dapat memberdayakan ekonomi masyarakat. > > > > Ladang minyak itu per 31 Desember 2002 lalu telah diserahkan kembali > oleh > > Vico Indonesie ke pemerintah pusat dalam hal ini Ditjen Migas. Ditjen > Migas > > ini sampai sekarang belum menunjuk kontraktor baru, sehingga untuk > > sementara waktu pengelolaannya dititipkan kembali kepada Vico. "Sejak 1 > > Oktober 2003 pengoperasian ladang gas itu dititipkan pengelolaannya > kepada > > Pertamina selama maksimal 6 bulan melalui perjanjian antara Vico > Indonesie > > dengan Pertamina. > > > > Dalam perkembangan selanjutnya, Vico Indonesie dan Pertamina tidak > berminat > > untuk melanjutkan pengelolaan ladang gas tersebut, padahal, dari sisi > > bisnis ladang gas tersebut masih prospektif untuk dikelola lebih lanjut. > > Saat ini, Perusda Benuo Taka sudah menunjuk konsultan migas yang > diketuai > > oleh Dr Ir Andang Bachtiar MSc untuk melakukan penelitian dan pengkajian > > lebih lanjut. > > > > Secara keseluruhan, di Kaltim terdapat 6 perusahaan yang memproduksi gas > > bumi. Hanya saja, tiga di antaranya Total Indonesie, Unocal Indonesia > > Company dan Vico Indonesie paling banyak memproduksi. Hasil produksi gas > > bumi dari ketiga perusahaan yang diproduksi dari beberapa lapangan > > dikumpulkan di fasilitas Badak Central di areal Vico Indonesie Muara > Badak > > untuk ditransfer ke PT Badak NGL & Co Bontang, dan selanjutnya diproses > di > > Train Badak menjadi gas alam cair.* > > > > > > > > > > --- > > > > --------------------------------------------------------------------- > > To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED] > > Visit IAGI Website: http://iagi.or.id > > IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ > > IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi > > > > Komisi Sedimentologi (FOSI) : F. Hasan > Sidi([EMAIL PROTECTED])-http://fosi.iagi.or.id > > Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi([EMAIL PROTECTED]) > > Komisi Karst : Hanang Samodra([EMAIL PROTECTED]) > > Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo([EMAIL PROTECTED]) > > Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin([EMAIL PROTECTED] atau > [EMAIL PROTECTED]), Arif Zardi Dahlius([EMAIL PROTECTED]) > > Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono([EMAIL PROTECTED]) > > --------------------------------------------------------------------- > > > > > --------------------------------------------------------------------- > To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED] > Visit IAGI Website: http://iagi.or.id > IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ > IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi > > Komisi Sedimentologi (FOSI) : F. Hasan > Sidi([EMAIL PROTECTED])-http://fosi.iagi.or.id > Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi([EMAIL PROTECTED]) > Komisi Karst : Hanang Samodra([EMAIL PROTECTED]) > Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo([EMAIL PROTECTED]) > Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin([EMAIL PROTECTED] atau > [EMAIL PROTECTED]), Arif Zardi Dahlius([EMAIL PROTECTED]) > Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono([EMAIL PROTECTED]) > --------------------------------------------------------------------- > > > > --------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED] Visit IAGI Website: http://iagi.or.id IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi Komisi Sedimentologi (FOSI) : F. Hasan Sidi([EMAIL PROTECTED])-http://fosi.iagi.or.id Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi([EMAIL PROTECTED]) Komisi Karst : Hanang Samodra([EMAIL PROTECTED]) Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo([EMAIL PROTECTED]) Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin([EMAIL PROTECTED] atau [EMAIL PROTECTED]), Arif Zardi Dahlius([EMAIL PROTECTED]) Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono([EMAIL PROTECTED]) ---------------------------------------------------------------------

