'Bantuan' banyak datang dari luar negeri, tetapi dari dalam negeri
terutama PERTAMINA? menurut saya bantuannya masih sangat kurang.
PERTAMINA juga tidak tegas dalam menjaga harga dan kontribusi bbm di Aceh,
terutama PREMIUM.
Saya mau mencuplik laporan SCTV tadi malam jam 21.30 WIB di acara 'Dari
Titik Nadir': di situ disebutkan bahwa di MEULABOH orang yg ingin membeli
PREMIUM hanya boleh dua (2) LITER saja per orang, mereka datang pagi dan
baru dapat premium sekitar siang jam 2-an.
Gila ga itu?!!
Rakyat Aceh baru saja terkena kiamat air bah, sekarang mau dapat bbm saja
harus ngantri seperti dulu jaman PKI.
Dan 1 hal yang bikin saya tambah 'terenyuh'..ternyata rakyat bisa saja
kalo mau beli dipengecer, tetapi harganya Rp 25 RIBU per liter, yang
menurut saya ini adalah harga yang sangat FUNTASTIS untuk suatu daerah
yang baru saja mengalami musibah dan masih porak-poranda.
Kalau PERTAMINA bisa TEGAS membatasi harga minyak tanah eceran tertinggi
di agen/dealer adalah Rp 1.100,- kenapa hal serupa tidak bisa dilakukan
untuk PREMIUM yg notabene sekarang-sekarang ini bisa dianggap sebagai
SEMBAKO buat rakyat aceh yg harus keliling-keliling mencari
sanak-keluarganya yang hilang. Seandainya saja PERTAMINA bisa menegaskan
bahwa harga eceran PREMIUM tertinggi di eceran adalah 3000 rupiah 'saja'
...itu pun sudah sangat bagus, tidak perlu lama-lama..minimal cukup sampai
ekonomi Aceh mulai 'hidup'. Dan kalau masih ada agen/pengecer yang
nakal..TANGKAP saja, karena mereka ini menurut saya sudah tidak mengerti
apa arti kata 'kesusahan'..
"MANWAR" <[EMAIL PROTECTED]>
07/01/2005 08:11 AM
Please respond to iagi-net
To: <[email protected]>
cc:
Subject: Re: [iagi-net-l] persaudaraan Islam dan tsunami
Abah,
Tadi malam di TV7 ada wawancara singkat perihal penilaian atas sumbangan
Aceh (saya tidak sempat tahu namanya). Ia mengatakan Indonesia harus
hati-hati dengan "bantuan" dari negara asing. Pengalaman menunjukkan
"bantuan" dari negara-negara maju sering tidak "murni", karena ada
embel-embel persyaratan di belakangnya. Misalnya bantuan itu bersifat
pinjaman jangka panjang dengan bunga sangat rendah, atau bantuan itu akan
diberikan dalam bentuk in-kind yang pengeluarannya diatur oleh mereka
sendiri (untuk membayar peralatan, orang dan transport mereka sendiri).
Itulah barangkali bedanya bantuan negara barat dengan negara timur tengah.
Jadi kesimpulannya, nilai bantuan jangan dilihat hanya dari besarnya uang
saja.
MA