Ferdi, Good point...ini adalah masalah kronis di lingkungan KPS.....setelah 5 tahun masa kerja, karyawan secara umum akan kehilangan "daya tawar".....jadi tidak terlalu di"pedulikan" lagi .....padahal kalau dia keluar, dia ternyata lebih dihargai oleh perusahaannya yang baru, baik itu DN atau LN......
Ini kelihatan biasanya ada gap sal-ben antara satu generasi karyawan dengan generasi karywan yang lebih baru/muda..... salam, ----- Original Message ----- From: <[EMAIL PROTECTED]> To: <[email protected]> Cc: <[email protected]> Sent: Thursday, February 17, 2005 1:03 AM Subject: [iagi-net-l] Brain Drain > Kasus ini bolak - balik saja.... > > kalau kerja di kps....orang lokal selalu dianggap tidak mampu (alias > sering disia - sia / dianggap tidak berpengalaman dsb...) dengan segala > kriteria yang tidak terbuka .... > kalau kerja di luar ..dikatakan brain drain.... > > enggak semua kerja cuma melulu demi uang kok... > tapi kalau enggak ada kepastian di dalam negeri / kps (karier maupun > development ) ...ya mending keluar..jadi kontraktor saja di negara > lain...enggak ada karier /development > tapi dapat duit lumayan.... > > coba buat statistik antara expat dan lokal employee di kps ...baik > experience / tanggung jawab/fasilitas/gaji dsb....pasti njomplang.. > > mungkin ada ide dari SDM BPMIGAS ...? > > Regards > > Ferdi > > "Yang masih coba tetap setia di KPS " > > > > > > Awang Satyana <[EMAIL PROTECTED]> > 16/02/2005 04:31 PM > Please respond to iagi-net > > > To: [email protected] > cc: > Subject: Re: FW: [iagi-net-l] Formasi PP-IAGI 2005 - Perubahan Pengurus > > > SDM BPMIGAS sudah mencermati brain drain ini kok, coba perhatikan kalau > ada rapat2 RPTK/RPTKA, tapi hak bekerja di mana saja adalah hak asasi > setiap orang dan BPMIGAS tak akan mencegah2. Hanya, kalau semakin banyak > tenaga expat di oil companies, inilah suatu kompensasi brain drain tenaga > nasional yang berpengalaman. Ada yang keluar, ada yang masuk, wajar saja. > Dan, ini pula biasanya yang dijadikan alasan para oil companies untuk > meminta agar para expat-nya diperpanjang masa kerjanya di Indonesia : > "kami kekurangan tenaga nasional berpengalaman Pak, banyak yang keluar dan > pergi ke Malaysia dan Timur Tengah". Nah...daripada menerima fresh grad > yang butuh >5 tahun dididik biar bepengalaman, jalan pintas dipakai, > mendatangkan expat atau memperpanjang yang sudah 6 tahun di Indonesia. > > Kalau banyak tenaga nasional berpengalaman di Indonesia, BPMIGAS akan > punya cukup amunisi buat menangkal dan tidak memperpanjang expat, kalau > tidak...? > > Ini tidak berakhir di BPMIGAS saja, tetapi bergulir juga di BAPENAS dan > Depnaker. Katanya SDM BPMIGAS mau membahas masalah brain drain ini. > > Sekali lagi, bekerja di mana saja adalah hak asasi setiap orang, hanya > satu "drain" tak akan berdiri sendiri dan bukannya tanpa akibat. Kalau ada > brain drain maka akan ada kekosongan di tempat yang ditinggalkan. Kalau > tempat itu diisi expat, yah... negara membayar lebih mahal sebenarnya . > > Salam, > > awang > > "Shofiyuddin" > > > > ess.com> cc: > > Subject: FW: [iagi-net-l] > Formasi PP-IAGI 2005 - Perubahan Pengurus > 02/16/2005 > > 12:42 PM > > Please respond > > to iagi-net > > > > > > > > Yang lainnya bakalan nyusul seiring dengan keinginan untuk go > international dan untuk investasi buat masa depan anak anaknya. Gaji dan > fasilitas barangkali faktor utama yang mendorong mereka kerja di > overseas ini. > Yang aku cukup tertarik adalah bagaimana reaksi negara dalam hal ini BP > Migas (?) melihat hal ini. Kemarin waktu ada isu wellsite geologist dari > india, kita sudah kelihatan panik sehingga buru buru dicari dan dibuat > listnya. Sekarang bagaimana? > > > > Salam > Shofi > > > > __________________________________________________ > Do You Yahoo!? > Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around > http://mail.yahoo.com > > > > --------------------------------------------------------------------- > To unsubscribe, send email to: [EMAIL PROTECTED] > To subscribe, send email to: [EMAIL PROTECTED] > Visit IAGI Website: http://iagi.or.id > IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ > IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi > Komisi Sedimentologi (FOSI) : Deddy Sebayang([EMAIL PROTECTED])-http://fosi.iagi.or.id > Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi([EMAIL PROTECTED]) > Komisi Karst : Hanang Samodra([EMAIL PROTECTED]) > Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo([EMAIL PROTECTED]) > Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin([EMAIL PROTECTED] atau [EMAIL PROTECTED]), Arif Zardi Dahlius([EMAIL PROTECTED]) > Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono([EMAIL PROTECTED]) > --------------------------------------------------------------------- > > --------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, send email to: [EMAIL PROTECTED] To subscribe, send email to: [EMAIL PROTECTED] Visit IAGI Website: http://iagi.or.id IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi Komisi Sedimentologi (FOSI) : Deddy Sebayang([EMAIL PROTECTED])-http://fosi.iagi.or.id Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi([EMAIL PROTECTED]) Komisi Karst : Hanang Samodra([EMAIL PROTECTED]) Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo([EMAIL PROTECTED]) Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin([EMAIL PROTECTED] atau [EMAIL PROTECTED]), Arif Zardi Dahlius([EMAIL PROTECTED]) Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono([EMAIL PROTECTED]) ---------------------------------------------------------------------

