sepengetahuanku, "big boys" ini selalu menerapkan worldwide ranking pada saat risking sebuah prospek. konon kabarnya, berhubung pakai wordwide ranking maka prospek2 di Indonesia "kalah" saing dgn prospek2 mereka di luar Indonesia.
ada juga artikel di leading edge yg mengatakan bahwa, "big boys" sekarang ini rata2 pada play safe, tidak mau take risk karena kalau salah2 nanti malah mengganggu cash flow dan buntutnya kehilangan pekerjaan. di lain pihak, pemain baru cenderung berani utk ambil resiko karena "nothing to lose". lagipula, mereka tidak punya yg namanya worldwide ranking, jadi waktu risking prospek, yang "diadu" adalah sama2 prospek di Indonesia. --pta On 6/2/05, Bambang Murti <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Kalau kita mencermati bid round yang dilakukan oleh Dirjen Migas > akhir-akhir ini, koq kelihatannya "big boy" yang turut bermain menjadi > semakin sedikit tetapi yang justru menggembirakan adalah banyaknya > "player-player" baru yang turut meramaikan kancah dunia industri penuh > resiko ini. > > Ini yang perlu dicermati. Bisa saja ini ditafsirkan para "big boys" > tersebut sudah mulai jenuh dengan Indonesia (ndak juga sepenuhnya benar, > karena Chevron masih masukin bid buat somewhere in NE Java basin), atau > petroleum system yang "tersisa" (lha katanya ada 50 basin yang belum di > explore) sudah dianggap tidak mampu memenuhi portfolio mereka atau, nah > ini dia, getting confused dengan dinamika regulasi...kalau ini mah sudah > prejudice he he. --------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, send email to: [EMAIL PROTECTED] To subscribe, send email to: [EMAIL PROTECTED] Visit IAGI Website: http://iagi.or.id IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi Komisi Sedimentologi (FOSI) : Deddy Sebayang([EMAIL PROTECTED])-http://fosi.iagi.or.id Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi([EMAIL PROTECTED]) Komisi Karst : Hanang Samodra([EMAIL PROTECTED]) Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo([EMAIL PROTECTED]) Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin([EMAIL PROTECTED] atau [EMAIL PROTECTED]), Arif Zardi Dahlius([EMAIL PROTECTED]) Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono([EMAIL PROTECTED]) ---------------------------------------------------------------------

