He he he, itu sangat penting lho. Jangan sampai kerja keras yang dilakukan oleh Durjen Migas menjadi sia-sia karena ulah segelintir "investor". Bayangkan, kalau signature bonus + bonus-bonus lainnya, let's say US$ 500 K (maksud ane, 500 ribu dong, masak sih ada yang mau nawarin signature bonus 50 ribu? Pelecehan tuh..) aja per kumpeni....hwarakadah, duit yang banyak tuh kalau misalnya per bid round ada 20 kumpeni baru. Perkara mau didagangin OK aja, tetapi negara udah dapet revenue dulu.
-----Original Message----- From: [EMAIL PROTECTED] [mailto:[EMAIL PROTECTED] Sent: Thursday, June 02, 2005 3:33 PM To: [email protected] Cc: [email protected] Subject: Re: [iagi-net-l] Block Award - Kebangkitan Industri Migas Nasional !! Saya tertarik oleh pernyataan mas Bambang yang terakhir: "Bisa ndak ya, ada institusi yang tegas, OK, kalau ente mau main disini, bayar tuh signature bonus dalu baru kita tanda tangani kontrak ? Lewat tenggat waktu yang disepakati, batal, kasihkan ke the next bidder." Saya kira masukan yang sangat kena untuk pak Priyono di MIGAS. Mungkin belum terlambat untuk tgl. 9 Juni nanti? Djoko Rusdianto "Bambang Murti" <[EMAIL PROTECTED]> 02/06/2005 09:48 AM Please respond to iagi-net To: <[email protected]> cc: Subject: [iagi-net-l] Block Award - Kebangkitan Industri Migas Nasional !! Kalau kita mencermati bid round yang dilakukan oleh Dirjen Migas akhir-akhir ini, koq kelihatannya "big boy" yang turut bermain menjadi semakin sedikit tetapi yang justru menggembirakan adalah banyaknya "player-player" baru yang turut meramaikan kancah dunia industri penuh resiko ini. Ini yang perlu dicermati. Bisa saja ini ditafsirkan para "big boys" tersebut sudah mulai jenuh dengan Indonesia (ndak juga sepenuhnya benar, karena Chevron masih masukin bid buat somewhere in NE Java basin), atau petroleum system yang "tersisa" (lha katanya ada 50 basin yang belum di explore) sudah dianggap tidak mampu memenuhi portfolio mereka atau, nah ini dia, getting confused dengan dinamika regulasi...kalau ini mah sudah prejudice he he. Kalau untuk yang "domestic player", bagusnya pengusaha kita sudah mulai menyadari risk management. Jadi bukan lagi berpedoman pada invest hari ini besok pagi sudah dapat revenue. Ini yang harus di-encourage !!. Ini mudah-mudahan bisa menjadi era fajar baru dalam industri migas nasional !! Cuma, dari sekian banyak national player, kayaknya hanya segelintir yang benar-benar menekuni dan menjalankannya. Sebagian besar lainnya, rasanya hanya menjadi, sorry, dalam bahasa yang "bloody word", calo. Boro-boro melakukan petroleum operation, signature bonus, information bonus & education bonus yang seharusnya dibayarkan kepada pemerintah dalam tenggat waktu 1 bulan semenjak signing agreement saja ndak bisa dipenuhi. Quo vadis ?? Nah sekarang kalau kita melihat (ini juga prejudice) sisi negatifnya, kan kasihan itu blok yang sudah susah-susah dipersiapkan oleh Dirjen Migas, hanya di-anggur-kan saja. Berapa potensi yang menjadi kedaluwarsa ? Apa ini bukan menjadi pelecehan komersial?. Memang bener sih, ada yang pernah bilang, salah satu penyebab kemunduran teknologi di Amrik justru karena banyaknya engineer mereka yang lebih senang bermain di Wall Street dibanding pegang lumpur dan oli. Lha ini kelihatannya yang justru dijadikan acuan oleh "sebagian" pengusaha nasional kita, kalau bisa dapetin duit dari dagang blok, ngapain mesti susah-susah meng-operate? Lah ini jadinya kan cuman main-main port folio ? Bisa ndak ya, ada institusi yang tegas, OK, kalau ente mau main disini, bayar tuh signature bonus dalu baru kita tanda tangani kontrak ? Lewat tenggat waktu yang disepakati, batal, kasihkan ke the next bidder (kalau ada) ? Hwarakadah, bangun kesiangan nih ... :-) BSM ---------------------------------------------------------------------- This e-mail, including any attached files, may contain confidential and privileged information for the sole use of the intended recipient. Any review, use, distribution, or disclosure by others is strictly prohibited. If you are not the intended recipient (or authorized to receive information for the intended recipient), please contact the sender by reply e-mail and delete all copies of this message. ---------------------------------------------------------------------- This e-mail, including any attached files, may contain confidential and privileged information for the sole use of the intended recipient. Any review, use, distribution, or disclosure by others is strictly prohibited. If you are not the intended recipient (or authorized to receive information for the intended recipient), please contact the sender by reply e-mail and delete all copies of this message. --------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, send email to: [EMAIL PROTECTED] To subscribe, send email to: [EMAIL PROTECTED] Visit IAGI Website: http://iagi.or.id IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi Komisi Sedimentologi (FOSI) : Deddy Sebayang([EMAIL PROTECTED])-http://fosi.iagi.or.id Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi([EMAIL PROTECTED]) Komisi Karst : Hanang Samodra([EMAIL PROTECTED]) Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo([EMAIL PROTECTED]) Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin([EMAIL PROTECTED] atau [EMAIL PROTECTED]), Arif Zardi Dahlius([EMAIL PROTECTED]) Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono([EMAIL PROTECTED]) ---------------------------------------------------------------------

