lho kalau posisi kuat secara hukum..langsung aja ngebor di sana...
apa masalahnya...? kan enggak bisa setiap klaim malaysia dilayani....kalau 
malaysia klaim kalimantan punya malaysia semua ..apa terus kita enggak 
boleh ngapa-ngapain sampai perundingan beres....?

Regards

Kartiko-Samodro
Telp : 3852





Awang Satyana <[EMAIL PROTECTED]>
16/06/2005 09:06 AM
Please respond to iagi-net

 
        To:     [email protected]
        cc: 
        Subject:        Re: [iagi-net-l] Transgresi-Regresi dan Sengketa Ambalat


Hm.. itu sudah ada dalam hitungan DPR. Beberapa kasus menunjukkan bahwa 
Malaysia bisa berbuat "barbar" dan licin. Benar, memang kita harus lebih 
waspada menghadapi jiran yang satu ini. Tetapi, kata Kol Laut Rusdi, Ka. 
Din Hidrografi dan Oseanografi TNI AL, posisi Indonesia kuat dalam 
sengketa Ambalat ini mengacu ke Hukum Laut Internasional UNCLOS 1982. 
 
Indonesia adalah negara kepulauan dan Malaysia bukan. Malaysia menganggap 
dirinya wilayah kepulauan dan mengambil hal2 yang menguntungkan dirinya 
dari UNCLOS 1982 yang sebenarnya diperuntukkan bagi negara kepulauan. Dari 
sini pun, mereka berangkat dari pangkalan yang salah. Tetapi, bukan 
Malaysia kalau tidak "lejit" dan licin.
 
Nah, secara yuridis kita kuat, tinggal kompaksi kita yang harus 
ditingkatkan. Posisi kita kuat, ada peluang menang mutlak, jangan sampai 
lepas lagi, hanya oleh resesi dan timbunan masalah lain yang menumpuk 
sejak 1997.
 
salam,
awang
 
 
 

[EMAIL PROTECTED] wrote:

Yang saya takut cuma satu pak, kalah dalam perundingan...........Malaysia
sepertinya memang sangat menginginkan terjadinya perundingan, karena
berdasarkan pengalaman2 sebelumnya mereka selalu unggul dalam perundingan.
Mereka memanfaatkan kelemahan Indonesia di segala bidang setelah krisis
multidimensional 1997.

Ada satu teman bule cerita, waktu Shell mencoba ngebor laut dalam Brunei
(yang masih sengketa dengan Malaysia) kemudian gagal karena diusir oleh
kapal perang Malaysia. Murphy yang mendapatkan blok yang disengketakan
kemudia ngebor ditempat tersebut tanpa gangguan karena dijaga kapal2 
perang
Malaysia. Brunei tidak mampu bertindak, karena tidak punya kapal perang (&
mungkin takut juga).

Kalau cerita di atas benar, berarti Malaysia menerapkan kebijaksanaan
ganda...........ketika lawannya kuat dan berani melawan, mereka minta
perundingan......ketika lawannya lemah, mereka menggunakan kekuatan
militer...........






 
---------------------------------
Discover Yahoo!
 Stay in touch with email, IM, photo sharing & more. Check it out!



---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
Komisi Sedimentologi (FOSI) : Ratna Asharina 
(Ratna.Asharina[at]santos.com)-http://fosi.iagi.or.id
Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi(sunardi[at]melsa.net.id)
Komisi Karst : Hanang Samodra(hanang[at]grdc.dpe.go.id)
Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo(soeryo[at]bp.com)
Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin(ridwan[at]bppt.go.id atau [EMAIL PROTECTED]), 
Arif Zardi Dahlius(zardi[at]bdg.centrin.net.id)
Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono(anugraha[at]centrin.net.id)
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke