Dari keterangan Kol. Laut Rusdi, Ka. Din Hidrografi dan Oseanografi TNI AL, 
mercusuar itu sudah selesai dibangun, tentu selama pembangunan dikawal kapal 
perang ALRI. Para anggota DPR senang mendengarnya. Jadi, biarkan cahanya 
menyorot ke laut lepas ke wilayah perairan kedaulatan Indonesia.
 
Karang Unarang tak akan tenggelam sampai minimal 100 tahun ke depan, ia lebih 
tinggi dari 30 cm batas minimal ketinggian pulau pada saat titik surut terendah 
menurut syarat UNCLOS 1982. Transgresi Holosen memang terjadi, tetapi data 
pencatatan tinggi muka laut dari 1880-1980 (100 tahun) menunjukkan peninggian 
muka laut total 8,0 cm dengan laju linier dari tahun ke tahun. Maka, Karang 
Unarang aman sebagai titik pangkal pengukuran kedaulatan maritim sampai lebih 
dari 100 tahun, walaupun terjadi sedikit percepatan pada laju peninggian 
mukalaut.
 
Walaupun Inggris "teman" Malaysia, toh Inggris sudah beberapa kali menolak 
klaim Malaysia atas beberapa kasus "ekspansi" yang dilakukannya.
 
salam,
awang

[EMAIL PROTECTED] wrote:
>

Rekan rekan

Kalau ita amati , dalam persoalan Ambalat in DPR lebih galak dari
Pemerintah, menurut saya hal ini bagus bagus saja kalau dalam
kerangka politik diplomasi menghadapi Malaysia.
Malaysia sebagai bekas jajahan Inggris tentunyabanyak belajar
dari Negri Penjajahnya dalam hal diplomasi.
Ndak aneh kalau memang mereka sangat awai dalam hal ini, kita (berbeda
dengan Malaysia) lebih menyala "nasionalisme"nya , sehingga kadang kadang
lupa kana strategi-nya.
Lepas dari itu , apa ada yang tahu mengenai status "mercusuar " (?) ,
yang dulu kita bangun di Karang Unaran ? Apakah sudah selesai 100%?

Si Abah.



__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 

Kirim email ke