Ferdi, Lapangan2 di Tarakan (a.l. Pamusian, Sesanip, Juata, Mamburungan) dan di Bunyu (a.l Bunyu Nibung, Bunyu Tapa) bukan play deepwater Tarakan, tetapi play asli delta. Sebagian besar merupakan faulted rollover pada sistem growth fault delta Tarakan. Deepwater Tarakan jauh ke offshore Tarakan ke timur menuju Laut Sulawesi. Di wilayah ini ada ENI Bukat, ENI Ambalat, dan Unocal East Ambalat. ENI Bukat telah membuktikan bahwa wilayah ini proven untuk pengisian hidrokarbon. Dua penemuan mereka cukup signifikan, baik gas maupun gas dan minyak, seperti di berita pers yang di-post Rovicky tadi. Itulah penemuan deepwater pertama di Tarakan. Delta Tarakan telah terbukti mengandung hidrokarbon sejak penemuan lapangan2 tua di Tarakan dan Bunyu pada akhir abad ke-18 dan awal abad ke-19. Deepwater Tarakan baru terbukti mengandung hidrokarbon baru tahun kemarin, yah kira2 100 tahun setelah lapangan pertama di cekungan ini ditemukan. Kutei pun demikian, Sanga2 ditemukan 1896; West Seno deepwater 1996 - 100 tahun sesudahnya. Ketidakhadiran antiklinorium yang prolifik seperti di Kutei adalah salah satu kekurangan Tarakan dibandingkan Kutei. Regime tektonik Tarakan tak bisa membuat antiklinorium yang prolisfik seperti di Kutei berkembang dengan baik di Tarakan. salam, awang
[EMAIL PROTECTED] wrote: Pak Awang Kalau dari data yang ada sekarang , apakah delta tarakan (bukan deep ofshorenya ) sudah banyak diproduksi....? yang saya baca cuma Pamusian dan Bunyu dan tidak terlalu besar (dibandingkan dengan mahakam..) dan kalau kecil apakah memang karena kecil atau karena belum dieksplorasi secara detail ..? kira - kira apa sebabnya ya...? dan beberapa bukti penemuan yang cukup significant itu apakah yang di delta atau deepwater...? Regards Kartiko-Samodro Telp : 3852 Awang Satyana 16/06/2005 11:09 AM Please respond to iagi-net To: [email protected], [EMAIL PROTECTED] cc: Subject: Re: [iagi-net-l] Transgresi-Regresi dan Sengketa Ambalat Tarakan deepwater hanya terlambat dieksplorasi saja, tetapi kalau diseriusi seperti Kutei deepwater, maka kita akan melihat beberapa penemuan signifikan terjadi. Kan Tarakan itu kembarannya Kutei dalam banyak hal, maka play deepwater-nya pun mirip2 deepwater Kutei. Secara sederhana, thin-skinned thrusted anticline play (toe thrust system) yang berhubungan dengan terusan progradasi tubuh delta yang syn-tectonic ke wilayah laut dalam. Lumayan besar, maka jadi rebutan. Dan, yang paling penting, telah terbukti oleh beberapa penemuan cukup signifikan. Kalau sengketa Ambalat segera selesai, dan operator2 segera bergiat eksplorasi, tunggu saja, dalam lima tahun ke depan harapan panenan penemuan hidrokarbon akan terjadi di wilayah ini. Ada solusi untuk joint operation dengan Malaysia buat menggarap wilayah ini. Wah, tunggu dulu, jangan menyerah, itu wilayah kita. salam, awang --------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id Visit IAGI Website: http://iagi.or.id IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi Komisi Sedimentologi (FOSI) : Ratna Asharina (Ratna.Asharina[at]santos.com)-http://fosi.iagi.or.id Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi(sunardi[at]melsa.net.id) Komisi Karst : Hanang Samodra(hanang[at]grdc.dpe.go.id) Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo(soeryo[at]bp.com) Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin(ridwan[at]bppt.go.id atau [EMAIL PROTECTED]), Arif Zardi Dahlius(zardi[at]bdg.centrin.net.id) Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono(anugraha[at]centrin.net.id) --------------------------------------------------------------------- --------------------------------- Discover Yahoo! Stay in touch with email, IM, photo sharing & more. Check it out!

