Iwan, Koreksi,... bukan Shell yang mencoba tapi Total. Dan bukan untuk ngebor tapi untuk site-survey. Murphy tidak mengebor di lokasi yang di incer Total.
Malaysia selalu menggunakan kekuatan militer dan perundingan. Kasus Indonesia dan Brunei banyak miripnya. TApi memang jumlah kapal perang di Brunei tidak banyak seperti di Indonesia. Lagi pula Brunei ini dikelilingi oleh Malaysia. Jadi semua jalur penerbangan, laut, kabel telecom dll ke Brunei selalu harus melewati Malaysia. Jadi kalau di block, wah... Brunei bisa kepayahan. Herman -----Original Message----- From: [EMAIL PROTECTED] [mailto:[EMAIL PROTECTED] Sent: 16 June 2005 15:50 To: [email protected] Subject: Re: [iagi-net-l] Transgresi-Regresi dan Sengketa Ambalat Yang saya takut cuma satu pak, kalah dalam perundingan...........Malaysia sepertinya memang sangat menginginkan terjadinya perundingan, karena berdasarkan pengalaman2 sebelumnya mereka selalu unggul dalam perundingan. Mereka memanfaatkan kelemahan Indonesia di segala bidang setelah krisis multidimensional 1997. Ada satu teman bule cerita, waktu Shell mencoba ngebor laut dalam Brunei (yang masih sengketa dengan Malaysia) kemudian gagal karena diusir oleh kapal perang Malaysia. Murphy yang mendapatkan blok yang disengketakan kemudia ngebor ditempat tersebut tanpa gangguan karena dijaga kapal2 perang Malaysia. Brunei tidak mampu bertindak, karena tidak punya kapal perang (& mungkin takut juga). Kalau cerita di atas benar, berarti Malaysia menerapkan kebijaksanaan ganda...........ketika lawannya kuat dan berani melawan, mereka minta perundingan......ketika lawannya lemah, mereka menggunakan kekuatan militer........... Awang Satyana <awangsatyana@ To: [email protected] yahoo.com> cc: Subject: Re: [iagi-net-l] Transgresi-Regresi dan 06/16/2005 Sengketa Ambalat 07:41 AM Please respond to iagi-net Bisa dibilang, 50 % luas blok Ambalat Eni diduduki Blok ND 6, dan 75 % luas Blok East Ambalat Unocal diduduki Blok ND 6 dan ND 7. Itu terjadi karena sejak tahun 1979 Malaysia telah mengklaim batas wilayahnya jauh ke selatan dari Pulau Sebatik dan Karang Unarang masuk ke wilayah Indonesia. Peta tahun 1979 ini diprotes oleh 8 negara termasuk Inggris sendiri. Sementara, Indonesia mengklaim batas wilayahnya lurus ke timur sejak dari Pulau Sebatik dan Pulau Karang Unarang. Maka, ada daerah sengketa perbatasan di wilayah ini. Maka, wilayah2 perminyakan pun sebagian duduk di wilayah sengketa ini. Desember 2004, Blok East Ambalat diberikan kepada Unocal, diakui Pak Iin Arifin kemarin bahwa wilayah ini sengaja diciptakan dan dijual untuk menunjukkan kepada dunia internasional, khususnya Malaysia, bahwa Indonesia berdaulat di sini. Eh, rupanya Malaysia "nurutan" dengan menjual Blok ND 6 dan ND 7 yang mencaplok sebagian besar Blok East Ambalat. Wilayah ini telah diseismik pula olehnya dari tahun 2003. Maka, genderang perang pun ditabuh. Tapi, berundinglah dulu dengan baik2. Hati boleh panas tetapi kepala keep cool saja dulu. salam, awang Paulus Tangke Allo <[EMAIL PROTECTED]> wrote: maaf pak, tanya sedikit. area blok ND6&ND7 Shell, apakah memang benar2 tumpang tindih dgn blok Ambalat Eni dan East Ambalat Unocal? saya sering dengar tentang Ambalat tapi sampai saat ini saya belum pernah lihat peta yang benar2 membuktikan bahwa daerah yang di-klaim tsb memang tumpang tindih. --pta --------------------------------- Discover Yahoo! Get on-the-go sports scores, stock quotes, news & more. Check it out! --------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id Visit IAGI Website: http://iagi.or.id IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi Komisi Sedimentologi (FOSI) : Ratna Asharina (Ratna.Asharina[at]santos.com)-http://fosi.iagi.or.id Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi(sunardi[at]melsa.net.id) Komisi Karst : Hanang Samodra(hanang[at]grdc.dpe.go.id) Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo(soeryo[at]bp.com) Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin(ridwan[at]bppt.go.id atau [EMAIL PROTECTED]), Arif Zardi Dahlius(zardi[at]bdg.centrin.net.id) Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono(anugraha[at]centrin.net.id) --------------------------------------------------------------------- --------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id Visit IAGI Website: http://iagi.or.id IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi Komisi Sedimentologi (FOSI) : Ratna Asharina (Ratna.Asharina[at]santos.com)-http://fosi.iagi.or.id Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi(sunardi[at]melsa.net.id) Komisi Karst : Hanang Samodra(hanang[at]grdc.dpe.go.id) Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo(soeryo[at]bp.com) Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin(ridwan[at]bppt.go.id atau [EMAIL PROTECTED]), Arif Zardi Dahlius(zardi[at]bdg.centrin.net.id) Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono(anugraha[at]centrin.net.id) ---------------------------------------------------------------------

