Aku lebih "mathuk", ikutan manggut2 dengan "Aris style" ... pasar !!!
Problem utamanya adalah subsidi komoditi ini akan merancukan pasar.
Namun saya bukan penyokong 'free trade' saya lebih suka "FAIR TRADE"
.... keseimbangan pasar (penjual-pembeli), bukan kebebasan.

Untuk dalam negeri emang tanpa subsidi terlihat akan kompetitif dan
natural. Kemandirian akan ada, walopun kita boleh saja kita bersedih
bahwa "survival of fittest"  masih terlihat kentara disini ....

Namun juga bukan bebas pajak .... pajak kendaraan bermotor menurut
saya masih diperlukan, karena sehubungan dengan fasilitas jalan yg
dilewatinya. Namun dasar pemikirannya karena beban penggunaan jalan '
fair tax'. Jadi disesuaikan dengan beban jalan atau "sesuai berat
kendaraan". Kendaraan ringan pajaknya juga ringan. Truk tanah yg
sering ngrusak jalan pajaknya mestinya lebih besar. Pajak kendaraan
semestinya tidak disesuaikan dengan besarnya cc ataupun harga, ini
pemerasan yg mengaku wong mlarat pada wong sugih.

Enakan wong sugih ? .. Tunggu dulu ... 
Pajak "wong sugih" semestinya dimasukkan dalam komponen pajak
pendapatan, bukan pada pajak pembelanjaan. Pajak wong sugih ini
sebagai bagian karena menikmati perolehan yg berlebih, jg kewajiban
menolong wong mlarat ... (hehehe menolong kok dipaksa ya :)

btw, tukang palak, .... eh tukan pajak yg di milist masih enggak ya ?

RDP
On 7/13/05, [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> 
> kalau saya lebih percaya sistem pasar bebas yang kompetitif. harga bensin
> yang dikatrol subsidi merupakan harga semu  yang tidak menguntungkan semua
> pihak, pasar menjadi semu dan tidak kompetitif. usulan saya adalah sbb:
> 
> - hapuskan subsidi bbm secara total, sehingga harga komoditi bbm merupakan
> harga pasar. tetapi harus dibarengi dengan pencabutan monopoli distribusi
> bbm oleh pertamina, sehingga perusahaan lain bisa bersaing dengan
> kompetitif untuk distribusi bbm. juga harus disertai penghapusan pajak
> kendaraan bermotor.
> 
> salam -

---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
Komisi Sedimentologi (FOSI) : Ratna Asharina 
(Ratna.Asharina[at]santos.com)-http://fosi.iagi.or.id
Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi(sunardi[at]melsa.net.id)
Komisi Karst : Hanang Samodra(hanang[at]grdc.dpe.go.id)
Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo(soeryo[at]bp.com)
Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin(ridwan[at]bppt.go.id atau [EMAIL PROTECTED]), 
Arif Zardi Dahlius(zardi[at]bdg.centrin.net.id)
Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono(anugraha[at]centrin.net.id)
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke