Wah mantab Pak Awang komentarnya, dan langsung, maksudnya sebagai
"gudang data" berjalan. Memang bisa di sebut terlalu jauh untuk di
bandingkan antara tektonik Mars dan Bumi. Jauhnya itu sudah bebrapa
disebutkan disitu, sebagai tambahan data tektonik. Tambahan data dari
saya, dengan pakem aturan sbb. Tak ada dua benda yang 100% sama. Tak ada
dua benda yang 100% berbeda. Dua benda ada kesamaannya. Dua benda ada
perbedaannya. Pelajari gabungan keduanya, akan lebih baik hasilnya bila
hanya satu benda yang di pelajari.

Kesamaan Mars dan Bumi yang saya lihat adalah sama-sama planet, yang
lahir sekitar 4.6 Gaa "Giga annum ago". Keduanya mempunyai lempeng
tektonik. Punya dua super plume, punya dua batas "Continent-Oceanic"
sebagai engsel tectonic. Antara udara (gas), awan, angin, air, lempeng
tectonic, mantel, core, bisa di pandang sebagai variasi parameter
densitas dan elastisitas. Maka saya usulkan sebagai "planetary cyclone".
Di Bumi ada di Laut Banda, dan Laut Karibia sebagai batas
continental-oceanic in the equator magnetic. Banyaknya tornado di
Amerika (dekat Laut Karibia, setelah di pengaruhi equatorial wind,
menjadi lebih utara), banyaknya tornado jauh lebih banyak dari tempat
lain di bumi, menunjang hal ini (cyclone udara). Lalu saya spekulasi
untuk "Red bull eye" di planet besar, termasuk Yupiter, sebagai
planetary cyclone juga. Yupiter lebih banyak gas di banding planet yang
lebih dekat matahari. "Bull eye" di planet besar juga ada. Mungkin juga
sebagai "planetary clyclone" itu.

Delapan megashear memusat di Laut Banda, sebagai cyclone tectonic. Tujuh
cyclone tectonic: Pusat Continent, Pusat oceanic, Laut Banda, Laut
Karibia, Kutub Utara, Kutub Selatan, dan inti bumi. 

Lempeng tektonik bumi, sekitar 35 km continent, 7 km oceanik. Keduanya
sebagi lithosfer atas. Lithosfer bawah, sekitar 670 km kedalaman.
Lithosfer atas sekitar 0.1-0.5 % jari-jari bumi, dan seluruh lithosfer
hanyalah 1 % jari-jari bumi yang 6370 km. Perbandingannya ini seperti
pita 1 - 10 mm pada air kolam kedalamn 1 m. Pita Lempeng tektonik,
seakan lentur oleh ombak mantel dengan densitas lebih besar dari
lempeng. 

Ada 10 gelombang dengan misal amplitudo maximum A meter, pereode
lateralnya 1 m. Lalu ada gelombang, amplitudo lebih besar, misal 5 A,
dengan pereode lateral 10 m. Kedua fungsi sinusoidal di jumlah, menjadi
"composite sinusoidal". Sinusoidal berarti ada antiklin, ada sinklin.
Keduanya ada bersamaan waktunya. Bisa saja antiklin menyebabkan synklin,
atau synklinnya menyebabkan antiklin. Tapi bisa juga keduanya ada bukan
saling sebab akibat, dan keduanya di sebabkan oleh penyebab lain secara
bersamaan. Antiklin berasosiasi dengan compresi (convergent), dan
synklin dengan ekstensi (divergent). Ada transpression pasangan
transtension. "Push a part anticline" (kusebut kini, yang belum pernah
ku dengar sebelumnya ini), pasangannya "pull a part (graben)". Horst
dengan graben. Dst. Pita lempeng tekonik, lebih cenderung di sebabkan
oleh memenuhi bentuk gelombang mantel, di banding saling tarik-dorong
fragmen lempeng ku rasakan.  Mid ocean Ridge (MOR) tak mendorong lempeng
oceanik ke daerah convergent karena terlihat banyak normal fault.
Kecepatan MOR sekitar 4 cm/th, dan bertambah sewaktu continental
extention, dan kecepatan MOR mengecil ketika continental compression
pada pereode 70 Ma itu. Kontinental kompresi 83 - 49 Ma, extensi 49 - 13
Ma, lalu compressi 13 - 0 Ma.

Ini berlaku juga India, yang bergerak ke utara. Yang kompresi besar
hingga 49 Ma, lalu relatif extensi atau kalupun kompresi, kecepatannya
malah lebih kecil daya kompresinya di banding 83 -49 Ma. Lalu
kompresinya bertambah besar 13-0 Ma. Indonesia ada yang bilang sebagai
"escape" dari India bergerak ke utara. Tapi bisa di bilang juga India
sebagi escapenya karean Indonesia yang mau bergerak keselatan-timur.
Atau keduanya sebagai escapenya lempeng Pasifik yang bergerak ke barat.
Di banding itu, maka saya kini lebih suka mengatakan: Pangaea extensi
order1 sequence sejak PermianTriassik hingga kini. Dalam masa itu ada
orde2 sequence waktu 70 Ma, yang juga xompresi extensi. Bumi kembang
kempis dengan pereode SALAM itu. Jari-jari bumi membesar-mengecil.

Bumi bergerak spiral di jarak antara matahari-bumi sebesar R dengan
R+dR. Jari-jari bumi membesar sewaktu bumi dekat dengan matahari, dan
mengecil sewaktu jauh dari matahari. Extensi sewaktu bumi dekat
matahari, juga bersamaan bumi lebih panas, dan gravitasi matahari ke
bumi semakin besar. Ini mengangkat, memperbesar eustasi, muka laut lebih
tinggi, butir batuan lebih kecil, dll. Wah ini dulu, kejar setoran. 

Salam,
Maryanto.  

-----Original Message-----
From: Awang Satyana [mailto:[EMAIL PROTECTED] 
Sent: Thursday, July 14, 2005 8:14 AM
To: [email protected]; Himpunan Ahli Geofisika Indonesia (HAGI);
[EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]
Subject: Re: [iagi-net-l] Tectonic Mars, Earth.


Pak,
 
Bagaimanapun, ada perbedaan jauh antara planet Bumi dan Mars, juga
tektoniknya. Mantle convection bisa jadi pernah berjalan di Mars, tetapi
kemungkinan besar sudah lama sekali berhenti. Sebuah planet sekecil Mars
tak akan tahan lama-lama menyimpan panasnya, paling lama konveksi di
mantelnya hanya berjalan selama 2 milyar tahun pertamanya. 
 
Sebuah perbedaan lagi muncul dari volkanologi Bumi dan Mars. Kompleks
gunungapi di Mars hanya berkumpul di areal yang disebut giant Tharsis
volcanoes complex. Gunungnya tinggi2, lebih tinggi dari gunungapi2 di
Bumi. Di Bumi, kita punya jalur2 gunungapi yang melingkar sekeliling
globe - jelas membuktikan bentukan oleh konvergensi antar sisi lempeng.
Gunungapi2 di Mars mungkin hanya tersembul oleh hot superplume yang naik
seperti hotspot di Bumi, bukan oleh konvergensi lempeng. Itu pun kisah
dulu, sebab gunungapi2 di Mars pun sudah lama mati, hanya menyisakan
topografi paling tinggi di relief Mars.
 
Bull eye di planet2 tatasurya semuanya karena efek badai atmosfer bukan
gerak girdling plate dan island arc curvature seperti di Bumi (Banda dan
Karibia). Yang paling terkenal misalnya, di Yupiter, red bull eye-nya
atau great red spot-nya adalah vast storm system yang membumbung
setinggi 30 km lebih di atas awan-awan sekitarnya. Warnanya sangat
sensitif bergantung kepada jumlah gas metana yang dikandungnya. Warna
pink dan putih punya metana paling tinggi, warna kebiruan dan hitam
paling sedikit metananya. Badai itu punya ukuran 26.000 km - lebih dari
setengah keliling Bumi yang 40.000 km, dan timbul sebagai akibat
instabilitas aliran massa udara planet yang barat-timur.
 
Tektonik Mars berguna dipelajar untuk mengetahui berapa lama konveksi
mantel Bumi akan bertahan. Tidak berlebihan kalau dikatakan, bahwa
flowing water di Mars hilang sejalan konveksi mantel-nya berhenti. Air
pernah ada di sana, dulu, saat mantelnya bergerak. Analogi semacam ini
yang perlu dilakukan. Lebih dari itu, ke detail tektonik Mars dan Bumi,
terlalu jauh untuk disebandingkan.
 
salam,
awang

"Maryanto (Maryant)" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

Comrades,

Pelajari tectonic bumi dengan data-data tambahan Planet Mars, akan lebih
baik hasilnya. Baker membuat paper sbb:
http://us.share.geocities.com/maryanto7/BAKER.Mars.pdf

Banyak data yang sudah di dapat. Masih jauh lebih banyak yang belum di
ketahui, tanda banyak rejeki bagi kita (yang mau di kasih). Setelah baca
itu tadi pagi, saya buat sepintas oret-oretan, seperti di bawah sono.

Deduksi model flower structure grade1, misal di Cekungan Tarakan, ada 2
tinggian yang membatasi, lalu ada 10 faults sejajar 2 tinggian (high,
horst) yang membatasi cekungan, serta 10 faults sejajar 2 tinggian yang
membatasi lainnya. Maka akan ada 100 sub cekungan, bisa sudah menjadi
half graben atau baru folding). Di setiap sub basin ada 100 gundukan
lagi. Gampang kan cari antiklin? Yok explore semua basins.

Salam,
Maryanto.


Mars Tectonostratigraphy.
By: Maryanto, 14 July 2005.

Baker et al constructed Mars as magma Ocean in 4.550 Gaa. Super plume
has been initiated over 3.9 Gaa therein. Two super plumes in the Mars
are Northern Oceanic plume and Southern Continental plume. Two super
plumes in the earth are the South Pacific oceanic super plume, and Mid
continental super plume (Maryanto 2003 after Collins 2003). The South
East Asia continental-oceanic has similarity in the Mars. This border
mentioned is most probably the Banda Sea as one of 7 planetary cyclones
(Maryanto, 2004). The west continental-oceanic border cyclone, the
Caribbean Sea, has most frequent tornado. This are may similar to the
"bull eye" which have been seen in the giant planets: Venus, Jupiter,
Saturn, and Uranus. In the small planets may exist but has not been
detected and need better toll capability to detect.

Flower Structure is a bunch of faults divergent vertically, where
negative flower is constructed by normal faults and positive flower is
constructed by quite convergent inversion faults associate with wrench.
Flower Structure of "SYUKUR" ("Structural plate or mass Yields by
Unrests layer convections as Key Unifying fragmented plates or mass
Reference") is flower structure in atom scale to universe scale. Grade3
Flower is sub basin structure (example is the North Aman Sub basin which
is constructed by 10 NNE-SSW and 10 NWW-SEE parallel faults). Grade2
Flower is basin structure (example is the Central Sumatra Basin which is
constructed by 10 N-S and 10 NW-SE parallel faults). Grade1 Flower
example is constructed by 7 Mega plate fault boundaries. Grade0 Flower
is constructed by gap of planets (example is 10 gaps separating the 10
Solar system masses: Sun, Mercury, Venus, Earth, ..., and Pluto). Grade
cyclic from 0 to 3 are respectively 7 Ga, 700 Ma, 70 Ma, and 7 Ma. The
Solar System including the Earth and Mars, was born in 4.6 Gaa "Giga
annum ago". 








---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id Visit IAGI
Website: http://iagi.or.id IAGI-net Archive 1:
http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
Komisi Sedimentologi (FOSI) : Ratna Asharina
(Ratna.Asharina[at]santos.com)-http://fosi.iagi.or.id
Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi(sunardi[at]melsa.net.id) Komisi
Karst : Hanang Samodra(hanang[at]grdc.dpe.go.id) Komisi Sertifikasi : M.
Suryowibowo(soeryo[at]bp.com) Komisi OTODA : Ridwan
Djamaluddin(ridwan[at]bppt.go.id atau [EMAIL PROTECTED]), Arif Zardi
Dahlius(zardi[at]bdg.centrin.net.id)
Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono(anugraha[at]centrin.net.id)
---------------------------------------------------------------------


                
---------------------------------
 Start your day with Yahoo! - make it your home page 


---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
Komisi Sedimentologi (FOSI) : Ratna Asharina 
(Ratna.Asharina[at]santos.com)-http://fosi.iagi.or.id
Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi(sunardi[at]melsa.net.id)
Komisi Karst : Hanang Samodra(hanang[at]grdc.dpe.go.id)
Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo(soeryo[at]bp.com)
Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin(ridwan[at]bppt.go.id atau [EMAIL PROTECTED]), 
Arif Zardi Dahlius(zardi[at]bdg.centrin.net.id)
Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono(anugraha[at]centrin.net.id)
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke