ada usul
daripada naikin bbm kenapa enggak naikin cukai rokok 2 kali lipat sehingga
penghasilan dari cukai yang 30 triliun jadi 60 triliun...? cukup untuk
menutup defisit yang 12 triliun...?
kenapa enggak nerapin pajek bbm mobil dan kendaraan bermotor saja
..sehingga yang kena adalah yang punya kendaraan pribadi...?
untuk listrik kan bisa nerapin pajak barang mewah untuk ac, home theathre,
papan iklan ....?
apa kalau harga bbm sudah naik , ada jaminan bahwa uangnya enggak hilang
juga dikorupsi....?
Regards
Kartiko-Samodro
|---------+---------------------------->
| | Wy Ismara Heru Y |
| | <[EMAIL PROTECTED]|
| | com> |
| | |
| | 30/09/2005 07:55 |
| | PM |
| | Please respond to|
| | iagi-net |
| | |
|---------+---------------------------->
>---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------|
|
|
| To: [email protected]
|
| cc:
|
| Subject: Re: [iagi-net-l] Fw: BBM Naik - Kemiskinan Turun 14 %
|
>---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------|
saya juga setuju dengan mas Hendro..
dan salut dengan langkah berani SBY..
dan sama seperti Mas Hendro, saya juga bukan
simpatisan siapa2...
saya bukan mau bilang subsidi sebaiknya di hapus, atau
subsidi sebaiknya dimasukan rumus ekonomi, saya hanya
ingin menyampaikan pandangan saya..
saya masih ingat guru sosiologi saya waktu sma dulu,
dia mengatakan bahwa indonesia tidak maju2 karena
disini terlalu nyaman.. buat apa susah2 bikin alat
atau menemukan bibit unggul kalo kayu saja ditanam
bisa jadi tumbuhan (barangkali ini masih termasuk
doktrin orde baru)..
kita bisa lihat negara2 yang maju saat ini adalah
negara2 yang telah menjalani "masa sulit"nya..
seperti eropa, dengan cuaca yang kurang mendukung dan
masa2 suram "the dark ages", kemudian jepang, yang
selalu dilanda gempa, cina, yang mulai bangkit dari
lintah2 uang, amerika yang sempat jaya setelah bangkit
dari perang saudara (yang setelah lama "nyaman",
sekarang juga mulai keteter di sektor ekonomi..)
sedangkan indonesia?
setelah berhasil mulai bangkit dari masa kelam
penjajahan (thn1945-1960an), sekumpulan oknum dengan
sukses membangun ilusi bahwa indonesia
hebat(1960an-1998?).. bangsa ini terlalu lama
di"ninabobo"kan oleh sekumpulan oknum yang selalu
berkoar2 : "indonesia makmur.. indonesia jaya" dan
semua kekurangan ditutupi dengan menguasai media masa
dan mengkekang mulut2 berani...
seolah2 semua baik-baik saja.. padahal tidak.. padahal
sebagian besar pinjaman negara maju untuk membantu
perkembangan ekonomi bangsa tidak sempat menyentuh
rakyat..
semua ini dilakukan dengan biaya yang cukup murah:
menjanjikan jabatan (dan tentunya aliran dana korupsi)
kepada manusia2 unggul, menutupi bencana dengan
mengirim bantuan yang terlihat sangat murah hati..
dsb..
apa mungkin : indonesia sedang mengalami "dark ages"
lagi, supaya bisa bangkit bersama.. seperti dahulu,
ketika bangkit bersama melawan penjajahan..
kalo memang setelah ini indonesia akan bangkit, saya
hanya bisa mendoakan supaya kebangkitannya nyata, dan
bukan hanya ilusi seperti sebelumnya...
mudah-mudahan...
salam,
.heru.
--- "Santoso, Hendro (hendroh)" <[EMAIL PROTECTED]>
wrote:
Intermezo. Ada yang pernah dapet juga joke menjelang
weekend tsb
dibawah?
Menurutku,
Ada tiga hal utama yang membuat negara kita ini
bangkrut:
- Korupsi (termasuk melarikan dana keluar negeri)
- Penyalahgunaan dana pinjaman luar negeri (more
untuk konsumtif dan
korupsi ketimbang sektor produksi)
- Subsidi BBM
Menurutku langkah SBY saat ini sangat tepat. Mungkin
nggak salah juga
nalar Permadi SH yang sempat aku tonton di salah
satu TV swasta yang
mengatakan:
Indonesia akan kembali bangkit dan exist sebagai
macan Asia, meski harus
mengalami kesengsaraan terlebih dahulu.
Aku bukan simpatisan SBY. Tapi aku salut dengan
langkah tidak populer
yang berani dia ambil dengan taruhan karir
politiknya. Tidak seperti
para pendahulunya dimana ketidak tegasan akhirnya
menjerumuskan negara
ini kedalaman berbagai masalah saat ini yang sulit
diselesaikan. Rakyat
miskin nggak akan banyak yang mati...........,
justru subsidi BBM yang
selama ini dinikmati para pemiik mobil mewah,
pemilik pabrik,
penyelundup, dsb. akan dinikmati rakyat miskin.
Jangan salahkan SBY jika kompensasi subsidi BBM
tidak sampai ke rakyat
miskin. Tanggung jawab kita semua, termasuk para
mahasiswa, alumni
perguruan tinggi, para demonstran untuk membantu SBY
memberantas
penyelewengan, penyalah gunaan wewenang, korupsi,
dsb.
Sekali lagi......., aku bukan simpatisan SBY tapi
aku menilai langkah
SBY perlu mendapat dukungan semua pihak dan
menyempurnakan dengan
bersinergi, tidak dengan berkonfrontasi.
Salam,
Hendro HS
From: "Imam Haryanto"
<[EMAIL PROTECTED]>
Reply-To: [EMAIL PROTECTED]
To: "gea88" <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: [gea88] Fw: [iaitbjakarta] Fw: BBM Naik
- Kemiskinan Turun
14 %
Date: Fri, 30 Sep 2005 13:55:23 +0700
BBM Naik - Rakyat Miskin Turun
Harga BBM Naik, jumlah rakyat miskin turun?
Kayak yang dibilang LPEM bahkan sampe 14% kalo
harga BBM naik.
Analisanya sbb :
- Tadinya rakyat miskin yang naek bis, sekarang
jadi jalan kaki..trus
dijalan ketabrak metromini yg ngebut karena
nguber setoran soalnye
bbm
nya
naek) trus mati..
--> RAKYAT MISKIN BERKURANG
- Tadinya rakyat miskin makan sehari sekali..trus
jadi makan sekali
buat
3
hari ( karena daya belinya turun).. lama2 mati..
--> RAKYAT MISKIN BERKURANG
-Tadinya rakyat miskin yang pada sakit masih bisa
beli obat generik..
trus
gak bisa beli lagi .. ato tadinya ke puskesmas
bisa naik angkot
sekarang jalan kaki jadi malah mati di jalan..
--> RAKYAT MISKIN BERKURANG
- Ada rakyat miskin yang jadi stress... mikirin
bbm yang naek,saking
mikirnya.... ampe lupa makan dan
minum....akhirnya mati juga.
--> RAKYAT MISKIN BERKURANG
- Ada rakyat miskin yang kreatif dan
berinisiatif.... buat menuhin
kebutuhan dia nyolong ayam tetangga....
ketangkep, digebukin
massa.....ampe mati juga.
--> RAKYAT MISKIN BERKURANG
Kenapa bisa dapet angka 14 %.. karena dari 100
orang miskin itu..
yang mengalami kejadian diatas ada 14 orang maka
dapet angka 14
dibagi 100 kali 100% = 14 %
Demikian analisa ini dibuat secara sederhana,
mudah dicerna, anti
njlimet..
Jadi kesimpulannya :
Langkah pemerintah naekin bbm sudah cukup
tepat....
hanya saja naeknya kurang tinggi. Coba kalo
dinaekin tinggi2....
pasti makin cepat lagi pengurangan rakyat miskin
di negeri ini.
Semoga pemerintah kita membaca analisa ini....
dan segera saja naekin
lagi
bbm setinggi-tingginya biar tambah banyak orang
jadi maling ayam,
kalo digebukinnya ngga' sampe mati kan lumayan
tuh bisa makan gratis
di
penjara
ketimbang di rumah mau beli makanan yang semakin
naik harganya karena
makanan diangkut pake transportasi, lha wong bbm
naek kok tarif
makanan ngga' boleh naek.
---------------------------------------------------------------------
-----------
YAHOO! GROUPS LINKS
a.. Visit your group "iaitbjakarta" on the
web.
b.. To unsubscribe from this group, send an
email to:
[EMAIL PROTECTED]
c.. Your use of Yahoo! Groups is subject to
the Yahoo! Terms of
Service.
---------------------------------------------------------------------
-----------
---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to:
iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to:
iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
IAGI-net Archive 1:
http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2:
http://groups.yahoo.com/group/iagi
Komisi Sedimentologi (FOSI) : Ratna Asharina
(Ratna.Asharina[at]santos.com)-http://fosi.iagi.or.id
Komisi SDM/Pendidikan : Edy
Sunardi(sunardi[at]melsa.net.id)
Komisi Karst : Hanang
Samodra(hanang[at]grdc.dpe.go.id)
Komisi Sertifikasi : M.
Suryowibowo(soeryo[at]bp.com)
Komisi OTODA : Ridwan
Djamaluddin(ridwan[at]bppt.go.id atau
[EMAIL PROTECTED]), Arif Zardi
Dahlius(zardi[at]bdg.centrin.net.id)
Komisi Database Geologi : Aria A.
Mulhadiono(anugraha[at]centrin.net.id)
---------------------------------------------------------------------
=== message truncated ===
__________________________________
Yahoo! Mail - PC Magazine Editors' Choice 2005
http://mail.yahoo.com
---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
Komisi Sedimentologi (FOSI) : Ratna Asharina (Ratna.Asharina[at]santos.com)
-http://fosi.iagi.or.id
Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi(sunardi[at]melsa.net.id)
Komisi Karst : Hanang Samodra(hanang[at]grdc.dpe.go.id)
Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo(soeryo[at]bp.com)
Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin(ridwan[at]bppt.go.id atau
[EMAIL PROTECTED]), Arif Zardi Dahlius(zardi[at]bdg.centrin.net.id)
Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono(anugraha[at]centrin.net.id)
---------------------------------------------------------------------
This e-mail (including any attached documents) is intended only for the
recipient(s) named above. It may contain confidential or legally
privileged information and should not be copied or disclosed to, or
otherwise used by, any other person. If you are not a named recipient,
please contact the sender and delete the e-mail from your system.
---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
Komisi Sedimentologi (FOSI) : Ratna Asharina
(Ratna.Asharina[at]santos.com)-http://fosi.iagi.or.id
Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi(sunardi[at]melsa.net.id)
Komisi Karst : Hanang Samodra(hanang[at]grdc.dpe.go.id)
Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo(soeryo[at]bp.com)
Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin(ridwan[at]bppt.go.id atau [EMAIL PROTECTED]),
Arif Zardi Dahlius(zardi[at]bdg.centrin.net.id)
Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono(anugraha[at]centrin.net.id)
---------------------------------------------------------------------