Pak Awang, 
Kalau wartawannya nanya lagi "Cadangan terbukti yang sekian ..... MMBO itu 
sudah sertifikasi belum Pak?". Seperti angka-angka cadangan proven yang 
dimiliki oleh OPEC, angka-angkanya tak bisa dibandingkan dengan cadangan 
sertifikasi dari perusahaan-perusahaan minyak pada umumnya. Urusan cadangan 
juga berdampak pada urusan harga Oil dunia, ketidaksamaan definisi ini juga 
seringkali menjadi ajang bagi spekulan untuk memainkan harga minyak dunia 
melalui psikologik global, selain isu ketidakstabilan suatu kawasan.
 
Dalam lima tahun kedepan, negara-negara penghasil minyak Non-Opec relatif akan 
gagal memenuhi kebutuhan permintaan dunia, akibatnya akan dimintakan tambahan 
suplai dari Opec. Padahal penambahan kapasitas produksi, bukanlah urusan sehari 
dua hari, selain itu kondisi negara-negara penghasil minyak dari Opec hampir 
tak terlepas dengan persoalan politik, hukum, management hingga sering 
mengganggu terjadinya pertumbuhan suplai minyak. Akibatnya harga minyak tahun 
depan diperkirakan masih bertengger di kisaran 55-60 dolar, dan akan terus 
merambat naik tahun2 berikutnya, atau dari sisi suplai-demand dapat dikatakan :
ØWe are not in a cycle, we are in a new plateau. 



 
lam-salam,
ar-.
(peran geologists adalah pada sisi suplai........., tantangan kreativitas, 
eksplorasi seluas-luasnya... bukan lagi wacana, adalah sesuatu yang harus 
dijalankan oleh negeri ini
 


Awang Harun Satyana <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Sebenarnya terminologi di sekitar cadangan tidak membingungkan, asal narasumber 
yang mengeluarkan pendapat dan para wartawan yang mengutipnya tidak membuat 
"kelirumologi". Bilang saja dengan jelas : cadangan terbukti dari 
lapangan-lapangan yang ada tinggal ... MMBO. Dengan laju produksi sehari sekian 
... BOPD dan penurunan produksi tahunan ... % maka, cadangan tersebut akan 
habis dalam ...tahun. 

Tetapi, jangan lupa, kita masih punya cadangan probable dan possible (keduanya 
disebut cadangan potensial) yang ada di lapangan-lapangan itu yang masih bisa 
diharapkan untuk memperpanjang umur produksi.

Dan, kita pun masih punya sekian banyak ...perangkap2 diperkirakan mengandung 
minyak yang masih harus dibuktikan keberadaannya melalui eksplorasi (seismik 
dan pemboran). Total sumberdaya perangkap2 itu adalah ...MMBO tersimpan di ... 
cekungan. Ini adalah tabungan minyak kita masa depan.

Sumberdaya adalah istilah untuk jumlah minyak pada perangkap belum dibor. 
Cadangan adalah istilah untuk jumlah minyak pada perangkap yang sudah dibor. 
Sumberdaya = resources, cadangan = reserve.

Kelihatannya kalau kita memberikan pendapat dengan jelas dan wartawan pun 
mengutipnya tidak salah, maka "kelirumologi" mudah2-an tidak terjadi.

Salam,
Awang

-----Original Message-----
From: ismail [mailto:[EMAIL PROTECTED] 
Sent: Friday, October 28, 2005 11:17 PM
To: [email protected]
Subject: Re: [iagi-net-l] Cadangan Minyak

Data tentang cadangan minyak selalu dipakai dalam setiap pembahasan masalah 
energi, celakanya data ini sering berubah-ubah, lebih celaka lagi banyak 
yang bingung tentang pengertian cadangan dg sumberdaya, belum lagi antara 
cadangan potensial dg cadangan terbukti , bagi kabanyakan orang semuanya 
kalau bicara data cadangan sering disamaratakan. Padahal data ini merupakan 
data dasar dalam perencanaan energi, akibatnya masalah energi semakin sulit 
terselesaikan.
Sebagai ahli kebumian yang tahu isi bumi , untuk konsumsi rakyat banyak, 
sebaiknya kita informasikan bahwa cadangan minyak kita itu sudah menipis ( 
karena sudah banyak terkuras) , agar mulai berhemat dg BBM dan cepat cepat 
cari alternatif energi , sedangkan Optimisme ttg masih banyaknya cekungan yg 
belum dioptimalkan hanya untuk lingkungan kita ( geoscience ) untuk memacu 
melakukan kegiatan eksplorasi lebih luas lagi , Atau kita katakan kepada 
rakyat banyak bahwa cadangan minyak kita masih cukup banyak ( masih banyak 
cekungan yang belum dioptimalkan). sehingga dapat memeberikan rasa optimisme 
masyarakat dg cadangan minyak yang masih besar.( gak perlu mengkawatirkan 
kekurangan minyak ).

ISM



Subject: Re: [iagi-net-l] Cadangan Minyak


On 10/28/05, Awang Harun Satyana wrote:
> Kalau menggabungkan cerita Pak Yatno, Pak Herman dan Pak Andang, maka dari
> tahun 67 minyak akan habis 20 tahun sampai 1987, lalu cerita Herman dari
> 1987 minyak akan habis 25 tahun lagi berarti 2012, dan tahun ini 2005,
> minyak masih 18 tahun lagi, yaitu 2023. Tahun 2023-1967 = 56 tahun.
> Artinya, kapan minyak habis itu tak jelas. Minyak habis dari
> lapangan-lapangan yang ditemukan pun tak selalu jelas, masih ada hitungan2 
> probable, possible, dan pay2 lain yang belum masuk hitungan sebelumnya.
>
=========== deleted safe bandwith ===============

Perhitungan angka habisnya minyak ini akan saja selalu salah, siapapun
yg menghitung, serta apapun metode yg dipergunakan. Namun saya
sendiripun cenderung akan tetep mengatakannya kalau ditanya. Bukan
apa-apa, tetapi saya lebih berpikir bahwa angka-angka inilah yg memacu
utk diketemukannya lapangan-lapangan baru. "Feedback Proccess" dalam
supply anda demand didalam kebutuhan energi ini akan selalu saja
terjadi.

Proses ini memang bisa saja seperti mengukur panjang karet gelang,
akan selalu bertambah panjang kalau dipaksa direntangkan. Namun akan
memiliki panjang maksimum sebelum putus secara mendadak. Tentunya
scenario ini akan sangat-sangat berbahaya, kalau tidak disadari dan
dipersiapkan.
Scenario lain adalah substitusi, munculkan resources sejenis yg
mengisi kebutuhan minyak bukan dari explorasi didalam bumi. Misalnya
biodiesel yg akan dibangun secara besar-besaran di Singapore oleh
Archer Daniels yg dilansir Jakarta Post bbrp hari lalu. Kalau ini
terjadi tentunya Singapore sebagai exportir BBM akan terjadi, dan
yakin CPOnya malah bisa jadi disuply dr Indonesia deh.
Scenario lain masih banyak, termasuk kemungkinan energi maju
menggantikan energi konvensional, atau kebutuhan transportasi berubah
karena komunikasi lebih maju menutup keinginan bertemu menjadi sekedar
tatapmuka lewat screen (ini sudah mulai). Termasuk scenario khusus
yang beruba 'meteoric impact' (maksudnya sesuatu yg tak terduga).

Memang sulit memberikan angka pasti, namun justru dengan mengerti
fenomena ketidak-pastian inilah kita dapat mempengaruhi semua pihak
dalam 'energy-chain' utk tetap melakukan eksplorasi-exploitasi,
termasuk pihak investor, goverment, juga konsumen utk mencoba
berhemat. Disisi lain utk memaju explorationist tetep menggali
resources ini.

Dengan demikian pengungkapan angka dengan metode masing-masing ini
tentunya bukan ditujukan untuk menjadi salah satu tujuan menebak
tetapi lebih banyak utk membangkitkan awareness, for survival.

Salam

RDP

---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
Komisi Sedimentologi (FOSI) : Ratna Asharina 
(Ratna.Asharina[at]santos.com)-http://fosi.iagi.or.id
Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi(sunardi[at]melsa.net.id)
Komisi Karst : Hanang Samodra(hanang[at]grdc.dpe.go.id)
Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo(soeryo[at]bp.com)
Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin(ridwan[at]bppt.go.id atau 
[EMAIL PROTECTED]), Arif Zardi Dahlius(zardi[at]bdg.centrin.net.id)
Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono(anugraha[at]centrin.net.id)
---------------------------------------------------------------------



---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
Komisi Sedimentologi (FOSI) : Ratna Asharina 
(Ratna.Asharina[at]santos.com)-http://fosi.iagi.or.id
Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi(sunardi[at]melsa.net.id)
Komisi Karst : Hanang Samodra(hanang[at]grdc.dpe.go.id)
Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo(soeryo[at]bp.com)
Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin(ridwan[at]bppt.go.id atau [EMAIL PROTECTED]), 
Arif Zardi Dahlius(zardi[at]bdg.centrin.net.id)
Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono(anugraha[at]centrin.net.id)
---------------------------------------------------------------------


-- 
No virus found in this incoming message.
Checked by AVG Free Edition.
Version: 7.1.362 / Virus Database: 267.12.5/150 - Release Date: 10/27/2005


-- 
No virus found in this outgoing message.
Checked by AVG Free Edition.
Version: 7.1.362 / Virus Database: 267.12.5/150 - Release Date: 10/27/2005


---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
Komisi Sedimentologi (FOSI) : Ratna Asharina 
(Ratna.Asharina[at]santos.com)-http://fosi.iagi.or.id
Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi(sunardi[at]melsa.net.id)
Komisi Karst : Hanang Samodra(hanang[at]grdc.dpe.go.id)
Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo(soeryo[at]bp.com)
Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin(ridwan[at]bppt.go.id atau [EMAIL PROTECTED]), 
Arif Zardi Dahlius(zardi[at]bdg.centrin.net.id)
Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono(anugraha[at]centrin.net.id)
---------------------------------------------------------------------


                
---------------------------------
 Yahoo! FareChase - Search multiple travel sites in one click.  

Kirim email ke