Pak Ferdi, Ini yg saya baca dan kutip point2nya dari buku Geologi-nya Pak Katili ttg dataran tinggi Bandung (hal 214-217). Dataran tinggi Bandung terletak diantara 2 deretan gunung api. Bahagian tengah merupakan gunung api itu sendiri, dan di bagian Selatan kita temukan dataran tinggi Bandung, yg dahulu merupakan sebuah danau besar. Sejarah geologi dataran tinggi Bandung ini mulai dengan jaman Miosin, kira2 20 jt tahun yg lalu. Pd waktu Miosin ini, pesisir Utara dari Jawa purba letaknya jauh di Selatan dari pesisir sekarang dan terletak kira2 disekitar Pengalengan. Daerah sebelah Utara Pengalengan masih merupakan lautan dimana terjadi pembentukan atau pengendapan berbagai macam batuan sedimen. Di daerah Purwakarta kini, endapan2 tsb yg sampai beberapa ribu meter tebalnya masih dpt dilihat. Di sekitar Bandung, endapan2 ini hanya terlihat di beberapa tempat saja krn telah tertutup dng endapan vulkanik yg kemudian terbentuk. Begitulah maka pd jaman ini berlaku evolusioner, perioda yg tenang. Perioda tenang ini disusul oleh perioda revolusioner; dlm perioda ini terjadi gera2 yg memeras dan mengangkat batuan2 yg dibentuk tadi menjadi pegunungan yg mulai muncul di atas permukaan laut. Perioda ini adalah perioda pembentukan pegunungan2. Pesisir Utara Jawa yg tadinya terletak di sebelah Selatan, mulai berpindah ke Utara. Bagian selatan dari daerah Pengalengan diangkat. Selain dari perioda pembentukan pegunungan, bekerja pula kekuatan vulkanik gunung2 api yg sisanya merupakan puncak2 tajam di sekitar Cimahi, misalnya gunung Selatjau. Kira2 pada permulaan jaman Kwarter Tua aktivitas vulkanik berpindah ke Utara, ke tempat gunung Tangkuban Perahu kini terdapat. Pada jaman itu, G. Tangkuban Parahu belum lahir, akan tetapi yg ada adalah induk dari gunung api ini, yakni gunung api Sunda, yg dari rekonstruksi, panjangnya kira2 20km, dan tingginya 2-3000m, dng titik2 parasit spt G. Burangrang, G. Palasari, G. Bukit Tunggul, dsb. Setelah beberapa lamanya bekerja, kemudian gunung api raksasa ini meledak dengan hebatnya, meninggalkan kaldera. Sesudah peledakan gunungapi Sunda, maka terjadilah gerak turun-naik dalam kerak bumi, yg membentuk satu pegunungan panjang yg lurus dari Timur ke Barat Lembang. Bagian Utara turun ke bawah kira2 450 m, dibandingkan bagian Selatan yg tinggal pada tempatnya, yg keseluruhan ini membentuk patahan Lembang. Segera sesudah terjadinya patahan Lembang, G. Tangkuban Perahu mulai bekerja, pada zaman Kwarter Muda. Gunungapi Tangkuban Perahu ini terjadi di sebelah Timur, di dalam kaldera Sunda. Jadi mungkin ini Pak Ferdi, IMHO, bagian terlemahnya untuk erupsi ada di bagian Tangkuban Perahu ini, sehingga bukan di kota Bandung-nya ... Wassalam, HK
[EMAIL PROTECTED] wrote: Justru itu yang saya belum mengerti mengenai Bandung... Kalau dulu memang bekas kawah dan meletus dan kemudian jadi danau , dan lalu sekarang jadi kota , kenapa kok sekarang gunung yang aktif hanya di selatan bandung....? Kalau memang magma keluar mencari zona lemah harusnya justru magma keluar di tengah kota Bandung.... Apa kira -kira yang menyababkan perpindahan jalur magma dari kota Bandung ke selatan....? perubahan sudut subduksi...? By the way terima kasih info tentang ceremainya... Regards Kartiko-Samodro Telp : 3852 "Awang Harun Satyana" To: om> Subject: RE: [iagi-net-l] G.Cereme lagi ( was pola gunung di jawa tengah dan jatim) 05/12/2005 06:19 PM Please respond to iagi-net Legenda Bandung tentu masuk akal didekati dari manapun (sejarah, arkeologi, geologi, atau dongeng). Terlalu banyak bukti yang menguatkannya. Banyak publikasi ilmiah dan populer bisa dibaca tentang ini. Pak Koesoemadinata tentu bisa bercerita banyak tentang ini. Danau Bandung pernah ada. Bandung dikepung oleh banyak daerah dengan sebutan Ujung, Bojong, atau Ranca. Itu hanya toponim, tetapi punya arti. Hubungkan saja dulu semua daerah2 itu oleh garis yang membentuk kurva dan begitulah kira2 bentuk danau Bandung dulu. Ujung dan Bojong adalah tanjung (dari danau, daratan yang menjorok masuk ke danau), sedangkan Ranca adalah rawa, sisa2 penenggelaman. Nah, kita bisa bahas panjang lebar bahwa memang pernah ada Gunung Sunda yang tinggi di utara Bandung yang meletus dan kawah2 Burangrang, Bukit Tunggul dan Tangkuban Perahu adalah sisa2-nya. Salam, awang --------------------------------------------------------------------- This e-mail (including any attached documents) is intended only for the recipient(s) named above. It may contain confidential or legally privileged information and should not be copied or disclosed to, or otherwise used by, any other person. If you are not a named recipient, please contact the sender and delete the e-mail from your system. --------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id Visit IAGI Website: http://iagi.or.id IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi Komisi Sedimentologi (FOSI) : Ratna Asharina (Ratna.Asharina[at]santos.com)-http://fosi.iagi.or.id Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi(sunardi[at]melsa.net.id) Komisi Karst : Hanang Samodra(hanang[at]grdc.dpe.go.id) Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo(soeryo[at]bp.com) Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin(ridwan[at]bppt.go.id atau [EMAIL PROTECTED]), Arif Zardi Dahlius(zardi[at]bdg.centrin.net.id) Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono(anugraha[at]centrin.net.id) --------------------------------------------------------------------- --------------------------------- Yahoo! Personals Single? There's someone we'd like you to meet. Lots of someones, actually. Yahoo! Personals

