Supervolcano


Satu lagi sebuah film faktual yang mengangkat kedahsyatan dan kekuatan
sebuah bencana alam, khususnya gunung api/volcano.

Diproduksi oleh BBC London, kombinasi fakta saintifik dan drama yang
dikemas dalam film ini  terasa berbeda dari genre film sejenis produksi
Hollywood macam Dante's Peak, The Core, Volcano, Twister, dll. Fakta-fakta
saintifik di film ini terasa lebih kental disuguhkan dibanding film-film
Hollywood yang biasanya sarat dengan muatan artistik. Walaupun begitu,
dengan didukung sinematografi dan efek visual yang apik plus pengalaman BBC
dalam membuat banyak film dokumenter membuat film ini tetap memikat untuk
dinikmati.

Supervolcano bercerita tentang hasil penelitian USGS di dekade terakhir
yang menunjukkan bahwa dibalik keindahan dan kesejukan rimbunnya hutan
pinus di Yellowstone National Park, ternyata di bawah permukaannya
menyimpan sejuta potensi bencana. Hampir seluruh areal Yellowstone National
Park - kira2 seluas Jabotabek- dengan berbagai geyser dan hot spring-nya,
ternyata adalah sebuah kaldera gunung api raksasa, atau cukup disebut
Supervolcano. Studi seismik dan lapangan menunjukkan bahwa Supervolcano
Yellowstone memiliki siklus erupsi setiap 600.000 tahun. Sedangkan letusan
terakhir Supervolcano ini tercatat 620.000 tahun yang lalu, artinya saat
ini siklusnya sudah tercapai dan ia dapat meletus kapan saja.

Hal menarik lainnya dalam film ini adalah  seringnya disebut nama
Supervolcano Toba di Sumatera Utara sebagai contoh letusan terakhir gunung
api yang masuk kelas Supervolcano pada 74.000 tahun yang lalu. Sehingga
dalam pemodelan2 yang dilakukan pada film ini selalu merujuk pada kasus
Toba. Erupsi sebuah supervolcano diyakini setara dengan kekuatan berantai
1000 x bom atom Hiroshima yang meledak setiap detik. Letusannya akan
beratus kali lebih kuat dari Krakatau, Tambora, Pinatubo atau St. Helens.
Jumlah korban seketika diperkirakan mencapai jutaan orang, sedangkan jutaan
lainnya akan menyusul kemudian seiring dengan peredaran debu piroklastik
yang mendunia.  Seluruh penerbangan diperkirakan akan tutup. Temperatur
bumi akan menurun rata-rata 10 derajat C akibat sinar matahari yang
terhalang untuk sekian lama.

Semua gambaran tersebut dengan dikombinasikan dengan efek visual tingkat
tinggi membuat suasana dramatis yang disajikan dalam Supervolcano. Ending
film yang sudah disiarkan BBC-1 Agustus lalu ini pun meninggalkan kesan
yang tidak biasa dibandingkan film Hollywood. Pesan terakhir yang
disampaikan Supervolcano adalah, " bahwa tidak seperti bom nuklir,
tabrakan asteroid, global warming atau ancaman terhadap peradaban manusia
lainnya, sangat sedikit yang bisa kita lakukan untuk mencegah dan
meminimalisasi tragedinya saat ia benar-benar akan meletus, sang
Supervolcano !"

Sayangnya, film ini sepertinya bakal sulit untuk muncul di bioskop-bioskop
21, jadi kalau anda berminat menontonnya hanya bisa membeli versi VCD
originalnya di Gramedia atau kalau mau lebih hemat cari saja DVD-nya di
Ratu Plaza atau Mangga Dua, ....persis seperti saya :-)

Selamat menonton !

Ferry Hakim


---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
Komisi Sedimentologi (FOSI) : Ratna Asharina 
(Ratna.Asharina[at]santos.com)-http://fosi.iagi.or.id
Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi(sunardi[at]melsa.net.id)
Komisi Karst : Hanang Samodra(hanang[at]grdc.dpe.go.id)
Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo(soeryo[at]bp.com)
Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin(ridwan[at]bppt.go.id atau [EMAIL PROTECTED]), 
Arif Zardi Dahlius(zardi[at]bdg.centrin.net.id)
Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono(anugraha[at]centrin.net.id)
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke