di bali juga ada, namanya KUKUL atau KULKUL.. dan masih sangat aktif
digunakan, setiap ada rapat, atau ada yang meninggal, atau nikah atau
bencana..
karena di bali sistem banjar (seperti RT) sangat hidup, hampir tiap minggu
ada rapat, apalagi kalau sedang ada upacara, balai banjar pasti penuh dengan
warga yang saling membantu dan gotong royong..
dan memang, kode2 ketukannya beragam untuk mesing2 event: kebakaran, maling,
meninggal dll, bahkan di beberapa banjar ada kode2 berbeda untuk rapat
seksi(sekaa) yang berbeda seperti Sekaa Tabuh (seksi gamelan), Sekaa
Truna-truni (Karang Taruna) atau Sekaa Subak (seksi irigasi) dll..
di bali sistem regenerasi juga sangat baik, begitu masuk remaja mereka sudah
ikut di Sekaa Truna-truni, yang sering mengadakan bazaar, atau memeriahkan
acara2 lain seperti menari dan membuat Ogoh-ogoh (boneka raksasa dengan aneka
ragam bentuk) untuk hari Megobog ( satu hari sebelum hari tahun baru -Nyepi)
menurut saya sistem ini juga sangat baik untuk menjaga rasa persaudaraan
antar tetangga dan tentunya mendidik nilai2 gotong royong pada anak2 mudanya..
walaupun kadang jadi sedikit chauvunisme...
salam,
.heru.
[EMAIL PROTECTED] wrote:
pak untung, kentongan (jawa) memang saat ini juga masih dipergunakan
sebagian masyarakat kita. memang frekuensinya tidak sebanyak seperti jaman
dulu. tapi masih dipakai. masjid2 dan musholla2 yg ada di pelosok pedesaan
banyak yg sudah menggunakan pengeras suara. nah, pengumuman2 ttg apa pun,
kebanyakan sudah menggunakan peralatan 'modern' ini. tetapi kalo listrik
mati, tetap kentongan masih dipergunakan.
yg perlu ditularkan kepada generasi muda, termasuk angkatan saya, adalah
semboyan utk membunyikan kentongan. ada perampokan, ada banjir, ada
kebakaran, nada ketukan kentongan tentunya ber-beda2.
salam,
syaiful
"M Untung"
,
in.net.id> cc:
Subject: [iagi-net-l]
Kentungan
01/26/2006 06:06
PM
Please respond to
iagi-net
Rekan-2 anggota IAGI dan HAGI,
KENTUNGAN SELAMATKAN RATUSAN NYAWA. Ini adalah judul Laporan di harian
KOMPAS hari ini (26/1). Perlu dibaca. Kentungan ini cara nenek moyang kita
bagaimana menyelamatkan suatu masyarakat dari suatu bencana. Cara ini
pernah saya sebut atau usulkan dalam suatu forum untuk diterapkan terhadap
tsunami. Walaupun kini peringatkan dini (early warning system) dengan
teknologi canggih harus kita ketahui dan sedapat mungkin kita terapkan di
negeri kita, tetapi hendaklah cara kentungan ini tetap digunakan di
desa-desa dekat pantai yang rawan terhadap tsunami. Informasi dengan cara
canggih mungkin sekali tidak atau sulit mencapai rakyat kecil, mungkin
hanya sampai di bupati dan paling-paling sampai di camat. Jadi, perlu
didesain cara penyelamatan dari bencana yang efektif dan murah.
M. Untung
---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
Komisi Sedimentologi (FOSI) : Ratna Asharina
(Ratna.Asharina[at]santos.com)-http://fosi.iagi.or.id
Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi(sunardi[at]melsa.net.id)
Komisi Karst : Hanang Samodra(hanang[at]grdc.dpe.go.id)
Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo(soeryo[at]bp.com)
Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin(ridwan[at]bppt.go.id atau [EMAIL PROTECTED]),
Arif Zardi Dahlius(zardi[at]bdg.centrin.net.id)
Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono(anugraha[at]centrin.net.id)
---------------------------------------------------------------------
---------------------------------
Yahoo! Autos. Looking for a sweet ride? Get pricing, reviews, & more on new
and used cars.