Pak Rovicky, Memang kedalaman absolutnya > 200 meter, di luar shelf edge, masuk ke zone bathyal. Dan secara geometri memang diendapkan di upper slope dan lower slope, mungkin pula sebagai basin-floor fan makin ke selatan. Pengecekan di lapangan selama fieldtrip kemarin untuk Formasi Merawu/Kerek (volkanoklastik) di North Serayu dan Kendeng menunjukkan struktur2 yang biasa muncul di turbidit, yaitu struktur sedimen pada sekuen Bouma (hampir lengkap yang ditemukan) dan struktur runtuhan-aliran gravitasi (mirip olistostrom) pada lereng (seperti yang didefinisikan Mutti). Di pinggir Waduk Kedung Ombo, barat laut Solo, ada singkapan Formasi Kerek yang menunjukkan dengan baik struktur2 turbidit ini. Beberapa lapisan batupasir kuarsitik yang menyisip di Formasi Kerek, bila diplot penyebarannya malahan bisa ditafsirkan sebagai endapan countourite yang biasanya muncul di lereng dan sejajar kontur lereng/shelf edge di hulunya. Dari umur Eosen ke Miosen Awal kelihatannya ada kecenderungan shelf edge di Jawa Timur bergerak ke utara. Di umur pengendapan Kujung I Miosen Awal, ia sudah di sisi utara Madura. Memang pada Oligo-Miosen tectonic quisence terjadi di Jawa Timur, dan ini fase sagging yang mengendapkan karbonat Kujung Group. Selepas Miosen Tengah mulai banyak kompresi akibat RMKS dan compressive subduction dari selatan.
salam, awang Rovicky Dwi Putrohari <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Pak Awang, Kalau disini dibicarakan deepwater sedimen, kriteria deep itu berdasarkan apa kok dinyatakan deep water sedimen. Apakah kedalaman absolutenya atau juga secara geometri disendapakan pada posisi di deep water fan atau masih kemungkinan di "slope" ? Karena saya memerlukan info ini utk mendefinisikan dimana "shelf edge", dan dimana kemungkinan "slope", dan dimana "basin floor"nya. Sehingga rekonstruksinya menjadi sederhana dan mudah dipahami. Present-day geometry dari seabottom yg saya lihat di beberapa tulisan memperlihatkan bahwa posisi "shelf edge", "slope", relatif konstant, atau kadang mengikuti pola progradasi dan agradasi yg tidak berubah jauh secara lateral. Hal ini tentunya akan lebih mudah terlihat utk di daerah "Passive Margin". Sedangkan di Jawa Timur sepertinya pada kala Late Oligocene- Awal Miosen pernah mengalami tekntonik quisence (tidak aktif) terutama semakin kearah Timut-Utara. Salam RDP On 2/1/06, Awang Satyana wrote: > Berikut ini sebuah uraian yang didasarkan kepada ekskursi geologi lapangan > yang dilakukan oleh BPMIGAS bekerja sama dengan UGM pada 25-29 Januari 2006 > minggu lalu. Tujuan utama ekskursi ini adalah untuk mengenal petroleum > geology Zone Kendeng Jawa Timur, endapan volkaniklastiknya (turbidit Kerek, > Pucangan, Kabuh), dan peluangnya untuk menjadi reservoir hidrokarbon. Zone > Kendeng adalah terusan Zone Bogor-North Serayu di Jawa Barat dan Jawa Tengah. > Peluang dan tantangan hidrokarbon zone deepwater Jawa di Bogor-North > Serayu-Kendeng Trough bisa dibaca di paper yang saya tulis untuk Deepwater > Symposium Asia-Australasia IPA (Satyana & Armandita, 2004). Wilayah ini > jangan dibiarkan tetap tertidur, siapa tahu ini wilayah hidrokarbon masa > depan. > > Kali ini, saya tidak bercerita peluang dan risiko hidrokarbon Zone Kendeng, > tetapi bercerita tentang sesuatu yang sesungguhnya telah lama menjadi > kontroversi geologi Pliosen/Plistosen Jawa Tengah-Jawa Timur dan kaitan > paleo-antropologinya. Beberapa tahun yang lalu, saya pernah tulis di milis > ini : "Hominid Jawa in Problem", nah ini lanjutannya setelah melihat langsung > di lapangan minggu lalu. > > "Nama Formasi Pucangan dan Kabuh berasal dari lokasi tipe Gunung Pucangan dan > Desa Kabuh di Jawa Timur sekitar Mojokerto", kata Pak Wartono, dosen senior > Geologi UGM yang mendampingi kami bersama Pak Budianto Toha (Geologi UGM). > Pengecekan lapangan kami sejak Ngawi sampai Perning, Mojokerto menunjukkan > bahwa apa yang ada di lokasi tipe formasi tak selalu sama di setiap wilayah > yang dicantumkan di peta geologi berbatuan Formasi Pucangan dan Formasi > Kabuh. Pucangan kadang2 sebagai konglomerat, lempung hitam, volkaniklastik, > dll. begitu juga Formasi Kabuh. > > Lalu, saya ingat kedua formasi itu di Kubah Sangiran. Kedua formasi ini di > Mojokerto, di dekat lokasi tipenya, yang dulu pernah dipetakan oleh Duyfjes, > tak punya litologi yang sama dengan yang di Sangiran. Maka, masih layakah > nama Pucangan dan Kabuh dipakai di Kubah Sangiran, di tempat yang sebenarnya > sudah jauh dari lokasi tipenya itu ? > > Dan, persoalan menjadi tambah kompleks sebab, kata Pak Budianto Toha, lapisan > Grenzbank (lapisan batas) yang terkenal banyak mengandung fosil vertebrata > dan hominid itu tidak selalu terletak dijepit Pucangan dan Kabuh, ia > menjemari bersama Kabuh dan Pucangan, artinya akan memusingkan pentarikhan > relatif umur fosil yang ditemukannya. Kalau dulu Grenzbank selalu dianggap di > bawah Kabuh (sehingga fosil di Grenzbank berumur lebih tua dari fosil di > Kabuh), kini belum tentu, sebab Grenzbank karena hubungan menjemarinya bisa > lebih muda dari Kabuh. > > Adalah fosil tengkorak anak yang ditemukan di lapisan Pucangan (atau Kabuh ?) > di Perning, Mojokerto yang ketika di-dating absolut berumur sangat tua (1.81 > Ma). Dari penampakannya, ini adalah Homo erectus seperti yang ditemukan di > Kubah Sangiran yang telah banyak dilakukan dating dan menghasilkan range umur > 1.2 - 0.7 Ma. Dating ini dilakukan Carl Swisher dan Garnis Curtis dari > Laboratorium Geokronologi University of Berkeley, California. Publikasi > penemuan ini, bersama dating baru fosil Homo erectus di Kubah Sangiran (1.66 > Ma) - Swisher et al., 1994, mengejutkan komunitas paleo-antropologi. > Problemnya, apakah fosil anak Mojokerto itu : Homo erectus, atau lebih tua, > atau masa hidup Homo erectus tak semuda yang diperkirakan, atau Formasi > Pucangan/Kabuh di Perning tak sama dengan Formasi Pucangan/Kabuh di Kubah > Sangiran ?? Berbagai pendapat pernah dikeluarkan, baik yang menyerang metode > geokronologi Swisher itu (misal Bergh et al., 1995), atau menamakan spesies > baru saja buat a > nak > Mojokerto itu (Meganthropus palaeojavanicus, Homo paleojavanicus > mojokertensis ?). > > Tahun 2002, Carl Swisher, Garniss Curtis, dan Roger Lewin menulis buku bagus > tentang penelitiannya yang kontroversial itu "Java Man" (Scribner, New York). > Buku ini bercerita tentang drama penemuan lapangan, publikasinya, dan > perseteruan dengan para paleo-antropologists. > > Agustus 2005 lalu ada Joint Excursion antara ITB dan Goethe Universitat > Jerman ke Sangiran-Trinil-Ngandong-Kedungbrubus-Mojokerto (tampat2 klasik > penemuan fosil hominid Jawa). Masalah kontroversi dating "Homo mojokertensis" > ini rupanya menjadi salah satu problem yang ingin dicari solusinya. Kata > rekan Sunjaya, BPMIGAS, yang mengikuti ekskursi itu, ada dua ahli dari > Australia yang mengumpulkan banyak sampel Pucangan/Kabuh dan mungkin fosil > yang ditemukannya untuk dating. Belum ada kabarnya lagi tentang dating ini > (mungkin Pak Yahdi Zaim/ Pak Yan Rizal bisa sharing info ?). > > Saya pun mengumpulkan sampel batuan Pucangan dan Kabuh yang problematik itu, > sejak dari Ngawi sampai ke Perning. Kumpulkan dulu, siapa tahu kelak ada > gunanya..., kapan lagi ke Perning ? Selagi sempat, selagi ada, selagi lewat > (kata pedagang asongan di UKI, he..he..). > > Dari Dusun Perning, Mojokerto yang gersang, terkandung suatu problem > paleo-antropologi yang besar. Jika anak Mojokerto itu sungguh-sungguh 1.8 Ma > umurnya, seluruh pengertian kita tentang jalannya evolusi manusia (di Jawa > khususnya) akan membutuhkan revolusi yang substantial. > > salam, > awang > > > > --------------------------------- > > What are the most popular cars? Find out at Yahoo! Autos > -- --Writer need 10 steps faster than readeR -- --------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id Visit IAGI Website: http://iagi.or.id IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi Komisi Sedimentologi (FOSI) : Ratna Asharina (Ratna.Asharina[at]santos.com)-http://fosi.iagi.or.id Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi(sunardi[at]melsa.net.id) Komisi Karst : Hanang Samodra(hanang[at]grdc.dpe.go.id) Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo(soeryo[at]bp.com) Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin(ridwan[at]bppt.go.id atau [EMAIL PROTECTED]), Arif Zardi Dahlius(zardi[at]bdg.centrin.net.id) Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono(anugraha[at]centrin.net.id) --------------------------------------------------------------------- --------------------------------- Do you Yahoo!? With a free 1 GB, there's more in store with Yahoo! Mail.

