Di perpustakaan BPM/Shell/Pertamina Pladjoe dan Pangkalan Brandan sewaktu tahun 70-an saya baca tulisan almarhum diantaranya "geologische undersoechk(?) van Boekit Mas", (laporan perusahaan). Kalau yang "public" dan ilmiah saya belum pernah baca. BTW gelar profesor beliau itu pemberian sipa & kapan, sewaktu saya masuk geologi UGM tahun 1962 beliau sudah profesor. B. Puspoputro
"R.P. Koesoemadinata" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Saya sangat kagum atas prestasi Prof Suroso, dan pernah bertemu, namun tidak sempat berdiskusi dengan beliau mengenai geologi. Barangkali Pak Rovicki mengetahui keberadaan tulisan-tulisan beliau? Saya ingin mengkoleksinya, paling tidak fotocopy-nya. Terima kasih PLEASE DO NOT ATTACH FILE LARGER THAN 500 KB R.P.Koesoemadinata Jl. Sangkuriang G-1 Bandung 40135 Telp: 022-250-3995 Fax: 022-250-3995 (Please call before sending) e-mail: [EMAIL PROTECTED] ----- Original Message ----- From: "Rovicky Dwi Putrohari" To: ; Sent: Friday, February 03, 2006 7:33 PM Subject: [iagi-net-l] PROFESOR OTODIDAK > Setelah kemarin berdiskusi tentang sebutan profesor di IAGI-net > ternyata dekat dengan kita (geologi) ada seorang profesor yg bukan > sarjana. > > PROFESOR OTODIDAK > > Dikutip dari majalah Gelora Mahasiswa, no.8, thn 3, edisi Desember 1978. > http://geologi_ugm.tripod.com/ > > > Anakmuda harus punyakeberanian bereksperimen, ketangguhan "ousdour" > atau ketahanan diri dalam menghadapi cobaan hidup. Percaya kepada > kemampuan diri dan jangan hanya menggantungkan input dari pendidikan > formil, tapi belajarlah otodidak," demikian petuah Profesor Soeroso > Notohadiprawiro, 72 tahun, Gurubesar matakuliah Geologi di Fakultas > Teknik UGM. Dia bukan sarjana, tidak punya diploma perguruan tinggi > selain ijazah STM jaman Belanda "Princees Yulianna School" jurusan > Sipil dan mengecap pendidikan arsitek 1,5 tahun. Namun bukan omong > kosong bahwa mbah Roso - nama panggilan dari para mahasiswa, adalah > orang Indonesia pertama yang punya reputasi di bidang ilmu geologi > secara gemilang, lagipula tanpa lewat bangku kuliah. > > Kecemerlangan otaknya dibuktikan sejak kecil. Sekolah Dasar (Mulo) > yang 7 tahun hanya diikuti kelas-kelas 1, 2, 4 dan 7, kemudian masuk > STM PYS, 4 tahun. Sebenarnya rintisan pengalamannya di bidang bangunan > sipilpun cukup cerah. Ketika usia 18 tahun - menurut Undang-Undang > Perburuhan Belanda belum boleh bekerja, dia sudah menjadi pelaksana > bangunan dari perusahaan pemborong "Sitzen & Lozauda" Yogyakarta, yang > mengerjakan gedung BNI 1946, kantor berita "Antara", PLN Magelang dan > rumah-rumah di Kotabaru. Tetapi kebosanan dan keinginannya untuk hidup > berdikari mendorong dia meninggalkan pekerjaannya dan menerima anjuran > bekas gurunya Van Der Houven mendaftarkan sebagai pegawai perusahaan > minyak Inggris dan Belanda "Shell" dan BPM. Atas bantuan insinyur > Houven pula, pemuda Soeroso merupakan satu-satunya orang pribumi dari > 80 pemuda yang diterima. "Waktu itu Belanda memang menutup kemungkinan > orang pribumi belajar geologi dan pertambangan, sehingga pengembangan > ilmu geologi disini agak lamban", ujar Profesor. > > Selama 3,5 tahun putra dokter jawa Soekardi mengikuti pendidikan > pegawai perminyakan di Den Haag, sebelum diangkat jadi ajun geoloog. > Kerja pertamanya di daerah Rantau, Aceh, mengawali prestasi-prestasi > Soeroso sebagai ahli eksplorasi geologi dan minyak bumi. Dia berhasil > "menjatuhkan" 17 orang penyelidik pendahulunya - termasuk beberapa > sarjana, yang telah menyatakan Rantau sebagai daerah 'non minyak', > tetapi ternyata merupakan sumber minyak yang menghasilkan jutaan > gulden bagi BPM dan Shell. Kemudian berturut-turut dijelajahi hampir > seluruh Sumatera untuk mencari ladang minyak baru atau eksplorasi > ilmiah. "Di Pangkalan Susu, Teluk Aru, ladang minyak yang saya temukan > ketika di bor menyembur deras dengan debit 1 juta ton sehari telah > menggenangi laut dan terbakar. Apinya menjulang dan kelihatan dari > jarak 90 km di kota Medan, sebulan baru dapat dipadamkan dengan > bantuan tenaga dari Amerika. Peristiwa itu membeawa beberapa korban > jiwa manusia ...", nampak suara Profesor sendu menceritakan kisahnya > kepada GEMA. > > Jaman perang memang mampu menyulam pengalaman orang dengan aneka cara > hidup. Tatkala Jepang masuk, Soeroso yang masih punya gelar bangsawan > : Raden, terpaksa sembunyi di Gunung Sawal, Jawa Barat, takut jika > dipaksa jadi romusha oleh 'saudara tua'. Hampir dua tahun saya jadi > petani karet dan kelapa serta mendirikan perusahaan dagang "Banyu > Asih", sebelum saya diminta menjadi Wakil Direktur STM Jakarta oleh > kerabat saya Ki Hadjar Dewantara dan mulai saat itu saya melakukan > profesi sebagai pendidik" dan berkenalan dengan Pak Johannes Roeseno, > Soewandi dari Bandung. Katili masih jadi mahasiswa", katanya. Tetapi > kerja baru sebagai pendidikpun kiranya Soeroso tidak mengalami > hambatan. Setelah ikut hijrah mendahului pindahnya pusat pemerintahan > RI ke Yogya, bersama sejumlah Profesor dan bangsawan kraton, Soeroso > ikut mendirikan Universitas Gadjah Mada serta menjadi dosen Geologi. > > Tahun 1960, resmi jabatan Gurubesar ilmu Geologi mulai dipangku, dan > Soeroso adalah Professor yang bukan sarjana. Lulusan STM yang pernah > ceramah di Utrech, California, Tokyo, Delft, Utah, Austria, Munchen > serta mendapat penghargaan dari "International Cooperation > Administration, karena prestasinya di bidang pendidikan teknik plus > Bintang Satya Lencana Pengabdian dari Pemerintah RI. > > ===== > > - Nama Prof Soeroso sekarang dipakai sebagai nama Stasiun Lapangan > Geologi di Byat, Klaten, Jawa Tengah. Stasiun Lapangan ini menjadi > tempat kuliah lapangan baik dari Jurusan Geologi, dan fakultas lain > dari Univ Gadjah Mada, juga dari Universitas lain. Lapangan ini > dikelola oleh Jurusan Teknik Geologi UGM. > - Ir.Ricardo Pardede adalah mahasiswa terakhir yang ujian sarjananya > dipimpin langsung oleh Prof Soeroso, yaitu tiga hari sebelum beliau > wafat pada hari Sabtu tanggal 6 Nopember 1977. > > -- > --Writer need 10 steps faster than readeR -- > > --------------------------------------------------------------------- > To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id > To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id > Visit IAGI Website: http://iagi.or.id > IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ > IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi > Komisi Sedimentologi (FOSI) : Ratna Asharina > (Ratna.Asharina[at]santos.com)-http://fosi.iagi.or.id > Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi(sunardi[at]melsa.net.id) > Komisi Karst : Hanang Samodra(hanang[at]grdc.dpe.go.id) > Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo(soeryo[at]bp.com) > Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin(ridwan[at]bppt.go.id atau > [EMAIL PROTECTED]), Arif Zardi Dahlius(zardi[at]bdg.centrin.net.id) > Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono(anugraha[at]centrin.net.id) > --------------------------------------------------------------------- > > --------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id Visit IAGI Website: http://iagi.or.id IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi Komisi Sedimentologi (FOSI) : Ratna Asharina (Ratna.Asharina[at]santos.com)-http://fosi.iagi.or.id Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi(sunardi[at]melsa.net.id) Komisi Karst : Hanang Samodra(hanang[at]grdc.dpe.go.id) Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo(soeryo[at]bp.com) Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin(ridwan[at]bppt.go.id atau [EMAIL PROTECTED]), Arif Zardi Dahlius(zardi[at]bdg.centrin.net.id) Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono(anugraha[at]centrin.net.id) --------------------------------------------------------------------- Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com

