Diskusi ini mengingatkan saya pada kunjungan menristek ke Bpn baru baru ini
dan beliau diundang sama IAITB Kaltim untuk ramah tamah.
Katanya (saya nggak hadir tapi minta dibriefing sama temen yang hadir)
agenda energi indonesia yang akan datang adalah :
- gas
-  batu bara :
-  nuklir

apakah menristek tidak menyadari bahwa : penambangan batu baru di indo kan
systemnya 'pengelupasan lapisan' karena batubarunya relative tipis ( <50m)
dengan penyebaran luas ..... kayak apa nanti environment hancurnya
...disamping combustion dari batu bara bisa menghasilkan hujan asam .......
nuklir sih katanya ada uranium yang bisa ditambang di kalteng jadi kita
tidak tergantung luar negri .... boleh boleh aja ....  negara negara eropa
barat sumber utama energinya kan nuklir ( untuk perancis dan jerman sampai
80 %)

kenapa nggak ada geothermal, photovoltaic dan biodiesel (dari sawit) dalam
agenda indo saya juga rada heran ..... indo kan punya sumber berlimpah
untuk ketiga barang ini .....

o iya  majalah mingguan 'le courier international' punya edisi khusus yang
membahas soal energi beberapa bulan yang lalu ...sangat menarik salah satu
pernyataannya :  walaupun kita tanami semua lahan productive dimuka bumi
dengan kelapa sawit, kita tidak bisa menghasilkan cukup biodiesel untuk
memenuhi rate spending energi saat ini, selain itu kalau kita tanami semua
lahan productive dengan kelapa sawit kita mau makan apa dong, dimana kita
mau tanam padi, gandum, jagung dsbnya itu .... sumber energi biodiesel akan
merebut ladang padi kita ...... tapi mong omong beberapa hari yll saya
lihat di bbc katanya US baru saja membuat roadmap untuk pemakaian energi
dengan campuran 50 % biodiesel dalam 10 tahun kedepan...... nah lho kita
lihat saja apa kita akan kelaparan kedepan ini .....




|---------+---------------------------->
|         |           "Rovicky Dwi     |
|         |           Putrohari"       |
|         |           <[EMAIL PROTECTED]|
|         |           m>               |
|         |                            |
|         |           19/02/2006 10:37 |
|         |           PM               |
|         |           Please respond to|
|         |           iagi-net         |
|         |                            |
|---------+---------------------------->
  
>-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------|
  |                                                                             
                                      |
  |       To:       [email protected]                                         
                                      |
  |       cc:                                                                   
                                      |
  |       Subject:  Re: [iagi-net-l] Has World Oil Production Passed Its Peak?  
                                      |
  
>-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------|




Saya belum tahu persisnya bagaimana dengan HubbertPeak theory ini.
Tapi yg saya tahu bahwa selalu saja ada jalan keluar dari peradaban
dunia ini yg ternyata tidak kembali ke masa lampau.

Saya sih tidak sependapat dengan kemungkinan DarkAges (zaman
kegelapan) akan menyelimuti peradaban manusia. Saya yakin akan ada
alternatif pengganti sumber energi. Ketakutan DarkAges ini seringkali
dipicu dengan habisnya minyak sebagai "sumber utama" energi (energy
sources).
Dari mong omong dengan temen-temen pemerhati energi tertuang bahwa
ternyata harga pembangkitan energy listrik itu termurah ya dengan PLT
Nuklir. Besarnya biaya pembangkitan energi listrik : utk PLTN biaya
sebesar 2 sen E/kWh adalah biaya bahan bakar dan biaya
operasi&pemeliharaan PLTN. Kalau ditambah biaya modal(capital cost)
5-6 sen/kWh, biaya pembangkitan PLTN antara 6-7 sen/kWh. Sedangkan
biaya pembangkitan dari PLTU batubara di Indonesia 3,5  sen/kWh.

PLTD Diesel atau migas) masih yg termahal namun saat ini sudah banyak
yg terpasang dan beroperasi.

Energi migas memang masih diperuntukkan untuk transportasi dengan
efisiensi energi paling rendah hilangnya friksi disetiap kendaraan
berBBM merupakan indikasi pemborosan terbanyak pemanfaatan energi,
Hasil penelitian menunjukkan hingga 71% energy loss (Source: Mobil
Technology Company).

Saat ini Listrik dipakai utk hidup sehari-hari dan juga industri.  Di
Jawa energi listrik merupakan energi utama namun pemanfaatannya lebih
banyak utk kebutuhan konsumsi dan hura-hura, penggunaan malam hari dan
kalau dilihat jam pemakaiannya merupakan pemakaian untuk penerangan
Mall dan sarana hiburan. lihat grafik yg saya buat di tahun 2005
silahkan klick disini :
http://rovicky.blogspot.com/2006/01/hemat-listrik-siapa-targetnya.html
)

Saat ini ketakutan terhadap krisis energi masih hanya menyentuh sisi
"supply". Indonesia sebenernya tidak perlu khawatir dari sisi
sumberdaya alamnya,  Indonesia tentunya masih memiliki sumber2 energi
lain. Kampanya Pak ADB tentang hinder potential minyak saja masih
banyak yg belum tergali baik potensi maupun cadangannya. Namun yg
disayangkan adalah lemahnya Indonesia (dan mungkin dunia) adalah
melihat sisi "demand". Sisi demand yg masih sarat dengan pemborosan
(low efisiensi) ini sangat jarang yg menyentuh.

Salam
RDP

On 2/19/06, Ben Sapiie <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Saya tidak punya yang lebih baik.. ini hasil yang menarik untuk
> disimak...hanya kelihatannya terlalu pesimis... Saya kira.kita akan
balapan
> antara alternatif energy dan era eksplorasi besar2an. Tidak lupa unsur
> politik yang dapat memicu banyak hal yang unpredictable.  It just another
> statistic...Saya yakin kita akan mengalami peak dari oil one more
> time....Walapun ini hanya omongan diwarung kopi no hard evidence yet...,
> just confident...
>
> Regards,
>
> Ben Sapiie
>
>
>
>
>
> ----- Original Message -----
> From: "Putrohari, Rovicky" <[EMAIL PROTECTED]>
> To: <[email protected]>
> Sent: Sunday, February 19, 2006 6:15 PM
> Subject: Re: [iagi-net-l] Has World Oil Production Passed Its Peak?
>
>
> > Why you think he is wrong?
> > Barangkali pak Ben punya "ramalan" lain yg tidak sependapat artinya
tidak
> > se7 (menyalahi salam nih :) . Ga se7 dr sisi Hubbert peak-nya atau
tanggal
> > peak-nya, atau dark ages-nya?
> >
> > Salam
> > Rdp
> >
> > --------------------------
> > Sent from my BlackBerry Wireless Handheld
> >
> >
> > -----Original Message-----
> > From: Ben Sapiie <[EMAIL PROTECTED]>
> > To: [email protected] <[email protected]>
> > Sent: Sun Feb 19 18:45:17 2006
> > Subject: Re: [iagi-net-l] Has World Oil Production Passed Its Peak?
> >
> > I think he is wrong!!!
> >
> >
> >
> >
> > ----- Original Message -----
> > From: "Paulus Tangke Allo" <[EMAIL PROTECTED]>
> > To: <[email protected]>
> > Sent: Saturday, February 18, 2006 10:41 PM
> > Subject: [iagi-net-l] Has World Oil Production Passed Its Peak?
> >
> >
> >> Princeton University geology Professor Kenneth Deffeyes
> >> has been studying world petroleum production data
> >> and has come to the conclusion that the world
> >> hit peak oil last December 16, 2005.
> >>
> >> If he is correct, total world oil production will never surpass
> >> what was produced last December.
> >>
> >>>From the article:
> >> "By 2025, we're going to be back in the Stone Age."
> >>
> >> lengkapnya bisa dilihat di:
> >> http://www.princeton.edu/hubbert/current-events.html
> >>
> >>
> >> --pta
> >>
> >> ---------------------------------------------------------------------
> >> To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
> >> To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
> >> Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
> >> IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
> >> IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
> >> Komisi Sedimentologi (FOSI) : Ratna Asharina
> >> (Ratna.Asharina[at]santos.com)-http://fosi.iagi.or.id
> >> Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi(sunardi[at]melsa.net.id)
> >> Komisi Karst : Hanang Samodra(hanang[at]grdc.dpe.go.id)
> >> Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo(soeryo[at]bp.com)
> >> Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin(ridwan[at]bppt.go.id atau
> >> [EMAIL PROTECTED]), Arif Zardi Dahlius(zardi[at]bdg.centrin.net.id)
> >> Komisi Database Geologi : Aria A.
Mulhadiono(anugraha[at]centrin.net.id)
> >> ---------------------------------------------------------------------
> >>
> >>
> >
> >
> >
> > ---------------------------------------------------------------------
> > To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
> > To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
> > Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
> > IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
> > IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
> > Komisi Sedimentologi (FOSI) : Ratna Asharina
> > (Ratna.Asharina[at]santos.com)-http://fosi.iagi.or.id
> > Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi(sunardi[at]melsa.net.id)
> > Komisi Karst : Hanang Samodra(hanang[at]grdc.dpe.go.id)
> > Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo(soeryo[at]bp.com)
> > Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin(ridwan[at]bppt.go.id atau
> > [EMAIL PROTECTED]), Arif Zardi Dahlius(zardi[at]bdg.centrin.net.id)
> > Komisi Database Geologi : Aria A.
Mulhadiono(anugraha[at]centrin.net.id)
> > ---------------------------------------------------------------------
> >
> >
> >
> >
> > ---------------------------------------------------------------------
> > To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
> > To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
> > Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
> > IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
> > IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
> > Komisi Sedimentologi (FOSI) : Ratna Asharina
> > (Ratna.Asharina[at]santos.com)-http://fosi.iagi.or.id
> > Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi(sunardi[at]melsa.net.id)
> > Komisi Karst : Hanang Samodra(hanang[at]grdc.dpe.go.id)
> > Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo(soeryo[at]bp.com)
> > Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin(ridwan[at]bppt.go.id atau
> > [EMAIL PROTECTED]), Arif Zardi Dahlius(zardi[at]bdg.centrin.net.id)
> > Komisi Database Geologi : Aria A.
Mulhadiono(anugraha[at]centrin.net.id)
> > ---------------------------------------------------------------------
> >
>
>
>
> ---------------------------------------------------------------------
> To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
> To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
> Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
> IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
> IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
> Komisi Sedimentologi (FOSI) : Ratna Asharina
(Ratna.Asharina[at]santos.com)-http://fosi.iagi.or.id
> Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi(sunardi[at]melsa.net.id)
> Komisi Karst : Hanang Samodra(hanang[at]grdc.dpe.go.id)
> Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo(soeryo[at]bp.com)
> Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin(ridwan[at]bppt.go.id atau
[EMAIL PROTECTED]), Arif Zardi Dahlius(zardi[at]bdg.centrin.net.id)
> Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono(anugraha[at]centrin.net.id)
> ---------------------------------------------------------------------
>
>


--
--Writer need 10 steps faster than readeR --

---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
Komisi Sedimentologi (FOSI) : Ratna Asharina
(Ratna.Asharina[at]santos.com)-http://fosi.iagi.or.id
Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi(sunardi[at]melsa.net.id)
Komisi Karst : Hanang Samodra(hanang[at]grdc.dpe.go.id)
Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo(soeryo[at]bp.com)
Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin(ridwan[at]bppt.go.id atau
[EMAIL PROTECTED]), Arif Zardi Dahlius(zardi[at]bdg.centrin.net.id)
Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono(anugraha[at]centrin.net.id)
---------------------------------------------------------------------




This e-mail (including any attached documents) is intended only for the
recipient(s) named above.  It may contain confidential or legally
privileged information and should not be copied or disclosed to, or
otherwise used by, any other person. If you are not a named recipient,
please contact the sender and delete the e-mail from your system.


---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
Komisi Sedimentologi (FOSI) : Ratna Asharina 
(Ratna.Asharina[at]santos.com)-http://fosi.iagi.or.id
Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi(sunardi[at]melsa.net.id)
Komisi Karst : Hanang Samodra(hanang[at]grdc.dpe.go.id)
Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo(soeryo[at]bp.com)
Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin(ridwan[at]bppt.go.id atau [EMAIL PROTECTED]), 
Arif Zardi Dahlius(zardi[at]bdg.centrin.net.id)
Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono(anugraha[at]centrin.net.id)
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke