Paleogene rift (syn-rift) Bengkulu Basin baik yang di Kedurang maupun Pagar Jati graben belum pernah tertembus sumur. Semua sumur yang ada di sini (a.l. Bengkulu A-1, Bengkulu A-2, Arwana) punya TD di sekuen post-rift dan sagging Oligo-Miocene. Di TD sumur2 itu litologinya serpih post rift bersama beberapa seams coal. Pemelajaran dari seismik dan singkapan seumur di onshore Bengkulu menunjukkan bahwa sekuen stratigrafi Bengkulu sama dengan Sumatra Selatan. Jadi syn-riftnya diisi ekivalen Lahat non-marine, lalu Talang Akar fluvio-deltaik (Fm. Hulu Simpang di onshore Bengkulu), kemudian post-rift dan sagging-nya diisi ekivalen Gumai shales (ini TD sumur2 tadi) (Fm. Seblat kalau di onshore Bengkulu), lalu Muara Enim (Lemau), dan Eburna carbonates (Pliosen, Simpang Aus kalau di onshore Bengkulu). Kemudian, berbeda dengan umumnya forearc basins yang terkenal dengan cool basin-nya, di Bengkulu malah punya GG 45-50 deg C/1000 meter, jelas ini panas, sehingga shales dan coal post-rift ekivalen Gumai matang. Karena persamaan stratigrafi dan GG-nya yang panas, Bengkulu Basin dianggap masih bagian dari South Sumatra Basin basinal areas. Marine-synrift malah mungkin ada di Mentawai Basin (kalau ia syn-rift), di Bose Graben, di situ awal stratigrafinya bukan nonmarin seperti cekungan2 Sumatra lainnya, tetapi justru serpih Formasi Sipora dan ada reef juga berumur sekitar Eosen Tengah. Tapi ini belum ditembus sumur. Umumnya fore-arc basins di Sumatra ia lebih marin di Neogen daripada tetangganya di back-arc basins; tetapi yang syn-riftnya lebih banyak mirip2 back-arc basins yang non-marin. salam, awang
Rovicky Dwi Putrohari <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Bagi yg penasaran dengan marine rift basin sedimentation and architecture. Silahkan simak paper di AAPG Bulletin, V. 82, No. 1 (January 1998), P. 110146. berjudul :"Architecture of Marine Rift-Basin Successions" by : R. Ravnås and R. J. Steel. Dalam gambar dua disitu digambarkan perkembangan sebuah series rift basin yg di bagian dalam (interior) hingga yg kondisi marine (submerged). Barangkali dengan gambar2 ini bisa membuat spekulasi bahwa present day fore arc basin di selatan jawa dan barat sumatra berisi marine synrift. Ada yg tahu geology of Bengkulu basin fill ? RDP On 2/27/06, Awang Satyana wrote: > Pak Koesoema, > > Mungkin yang dimaksud dengan intrusion tectonics adalah extrusion tectonics > ?(Tapponier, Peltzer, Le Dain, Armijo, Cobbold, 1982, Propagating extrusion > tectonics in Asia, new insights from simple experiments with plasticene, > Geology 10, p. 611-616). > > Tetapi, extrusion tectonics akan terjadi bersamaan dengan gerak roll-back di > back-arc basin akibat perlambatan subduction. Ada collision India vs Eurasia > di 50 Ma, collision akan memperlambat subduction (halted), halted subduction > akan menyebabkan roll-back, dan collision juga akan menyebabkan megashears > yang memencar keluar dari pusat collision, megashears manifestasinya > transtension yang sekaligus bisa membuka cekungan baik oleh mekanisme > pull-apart maupun splay-nya yang extension. > > Jadi, saya pikir, inisiasi basin2 di Sundaland itu oleh kombinasi berbagai > gaya, ya rollback, ya transtension-extrusion. Khusus East Java Basin, rifts > yang NE-SW nya (Central Deep dkk.) akan sejajar dengan subduction yang saat > itu tengah swing menuju NE dari Late Cretaceous ke Paleogen, jadi saya pikir > wajar saja kalau itu dibentuk oleh gerak roll-back. Juga, kelihatannya ia > berhubungan dengan gerak rifting pemisahan Sulawesi dari Kalimantan. > > salam, > awang > > "R.P. Koesoemadinata" wrote: > Memang istilah rift mempunyai pengertian berbeda-beda. > Pengertian aselinya adalah untuk grabens yang terbentuk oleh extension yang > biasanya berkembang jadi oceanic opening dengan spreading center-nya mungkin > contoh adalah Makassar Strait > Tetapi di Sundaland rifting ini sebenarnya lebih bersifat transtensional, > tidak ada tanda roll back. Kalau kita perhatikan patahan yang membentuk > graben dan half-graben di Sumatra dan Jawa berarahkan utara-selatan dan > NW-SE di barat, dan NE-SW di bagian timur, sama sekali tidak tegak lurus > pada jalur subduction, atau sejajar dengan jalur subduction bila disebabkan > roll-back. Saya lebih setuju dengan teori intrusion tectonics yang > menyebabkan megashear, sehingga terjadi arah-arah patahan yang membentuk > rift-grabens yang bersifat transtensional. > Jadi rifting di Sunda craton tidak akan berkembang menjadi spreading center, > lain dengan di Kutei Basin pada Paleogene dengan Makasar Basinnya. > Makanya secara definisi istilah grabens ini bukan rift dalam pengertian > aselinya. > RPK > > > --------------------------------- > Relax. Yahoo! Mail virus scanning helps detect nasty viruses! > -- Peliknya arus BBM di Indonesia "... baru yg baru saja masuk Indonesia (Shell, Petronas dll) menarik utk dilihat. Banyak yg memiliki kepentingan dengan BBM ini. Masyarakat tentunya ingin agar BBM itu murah ..." seterusnya di http://rovicky.blogspot.com --Writer need 10 steps faster than readeR -- --------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id Visit IAGI Website: http://iagi.or.id IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi Komisi Sedimentologi (FOSI) : Ratna Asharina (Ratna.Asharina[at]santos.com)-http://fosi.iagi.or.id Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi(sunardi[at]melsa.net.id) Komisi Karst : Hanang Samodra(hanang[at]grdc.dpe.go.id) Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo(soeryo[at]bp.com) Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin(ridwan[at]bppt.go.id atau [EMAIL PROTECTED]), Arif Zardi Dahlius(zardi[at]bdg.centrin.net.id) Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono(anugraha[at]centrin.net.id) --------------------------------------------------------------------- --------------------------------- Brings words and photos together (easily) with PhotoMail - it's free and works with Yahoo! Mail.

