>
  Vick ,

  Terus sih saya setuju , cuman kalau sudah bersentuhan apalagi
  "bertentangan" dengan Kepercayaan / Agama itu , saya kok pesimis
  akan bisa terselesaikan dengan baik.
  Kalau kita bandingklan  kira kira , apa ada orang Islam yang setuju
  Ka'bah dipindahkan , atau dipecahkan agar bisa diperiksa secara
  petrografis ? Pasti ndak ada kan ?

  Nah , sayangnya , ribut ribut di Bedugul ini setelah dilakukan usaha
  eksplorasi yang cukup panjang , melelahkan dan mengeluarkan begitu
  banyak biaya .

  Nah ,  kumaha ??????????????????

  Si - Abah.
  Mantan Pertamina yang katanya kaga bakalan mampu
  mengelola Blok Cepu.

___________________________________________________________________________

  Terus Pak Djoko ... !!!!!
> berikan saja informasi apa adanya secara "ilmiah-akademis" buat semua ...
>
> "just tell the truth, it is not popularity contest !"
>
> rdp
> =========================RADAR BALI
> Minggu, 12 Mar 2006
>
> Selasa, 14 Feb 2006
> Geothermal Mundur lagi, Pakar Geologi Mendukung
>
> DENPASAR - Tampaknya kontroversi geothermal (panas bumi) Bedugul sukar
> disudahi. Masyarakat Bali boleh saja menolak. Namun, pakar geologi
> justru memandang geothermal (panas bumi) sebagai alternatif energi
> yang paling ramah lingkungan. Djoko Wintolo, pakar geologi Universitas
> Gajah Mada dalam seminar mencari alternatif energi di Hotel Nikki
> Denpasar, Senin kemarin memandang, energi panas bumi sebagai salah
> satu energi alternatif yang dapat dikelola untuk skala besar.
> "Geothermal di mana-mana dikenal sebagai clean energy atau jauh dari
> dampak pencemaran serta terbarukan," ungkapnya dalam seminar dalam
> rangka HUT Ashram Gandhi Puri itu.
>
> Namun, dia mengingatkan pembangkitan panas bumi harus memperhatikan
> keseimbangan air tanah untuk menjaga kelangsungannya. Sehingga tidak
> mengancam kelestarian hutan yang melingkupinya. Karena potensi panas
> bumi umumnya berada di kawasan pegunungan dan hutan, Wintolo
> menekankan agar investor hanya boleh menebang hutan sebatas jalan
> masuk ke lokasi pengeboran. Selain itu investor wajib mengganti lahan
> dua kali lipat dari lahan yang dipakainya. Kata dia, Bali memang wajib
> memiliki cadangan pembangkitan listrik. Mengingat beban puncak
> pemakaian listrik di Bali mencapai 387 MW (Mega Watt).
>
> Sementara pasokan dari Jawa lewat sambungan kabel bawah laut hanya 220
> MW. Hal ini untuk mengurangi ketergantungan Bali pada sistem SUTET
> Jawa - Bali. Geothermal Bedugul sebutnya, memiliki potensi 400 MW.
> Untuk langkah awal bisa dikembangkan 175 MW.
>
> Indonesia urainya, memiliki potensi geothermal sebesar 19.000 MW atau
> 40 persen dari potensi panas bumi dunia. Potensi sebesar itu jelasnya,
> hingga kini baru mampu dikelola sebesar 832 MW. Sebagian besar di Jawa
> Barat. Seperti di Gunung Salak dan Kemojang. Ini menurutnya, penting
> dibangkitkan karena Indonesia mulai sekarang sudah harus meninggalkan
> ketergantungan energi pada fosil alias minyak bumi. Hal ini karena
> minyak bumi akan habis dieksploitasi.
>
> Meski begitu Wintolo mencatat bahwa geothermal bukan satu-satunya
> alternatif energi. Potensi lain yang layak dikembangkan di Bali antara
> lain energi gelombang laut, tenaga surya, dan tenaga angin. "Sering
> dilupakan bahwa kita memiliki samudra yang luas dan berpotensi menjadi
> energi," tandasnya.
>
> Namun, Ida Pedanda Sebali Tianyar Arimbawa yang menjadi pembicara
> tetap pada pendiriannya. Yaitu merekomendasi penghentian geothermal
> Bedugul karena akan merusak kesakralan kawasan suci. Dengan kata lain
> dia mengatakan, geothermal Bedugul lebih banyak mudaratnya ketimbang
> manfaatnya. (rid)
> --
>  http://rovicky.blogspot.com/
>
> --Writer need 10 steps faster than readeR --
>
> ---------------------------------------------------------------------
> To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
> To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
> Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
>
> Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
> Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
> No. Rek: 123 0085005314
> Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
>
> IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
> IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
> Komisi Sedimentologi (FOSI) : Ratna Asharina
> (Ratna.Asharina[at]santos.com)-http://fosi.iagi.or.id
> Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi(sunardi[at]melsa.net.id)
> Komisi Karst : Hanang Samodra(hanang[at]grdc.dpe.go.id)
> Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo(soeryo[at]bp.com)
> Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin(ridwan[at]bppt.go.id atau
> [EMAIL PROTECTED]), Arif Zardi Dahlius(zardi[at]bdg.centrin.net.id)
> Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono(anugraha[at]centrin.net.id)
> ---------------------------------------------------------------------
>
>





---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id

Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)

IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
Komisi Sedimentologi (FOSI) : Ratna Asharina 
(Ratna.Asharina[at]santos.com)-http://fosi.iagi.or.id
Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi(sunardi[at]melsa.net.id)
Komisi Karst : Hanang Samodra(hanang[at]grdc.dpe.go.id)
Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo(soeryo[at]bp.com)
Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin(ridwan[at]bppt.go.id atau [EMAIL PROTECTED]), 
Arif Zardi Dahlius(zardi[at]bdg.centrin.net.id)
Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono(anugraha[at]centrin.net.id)
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke