> Rekans Karena dari manajemen Pertamina tidak ada yang menanggapi , kepaksa Si-Abah "share" apa yang Si Abah tahu mengenai US$ 400 juta ini.
Saya ndak nyalahken Menteri ESDM , mungkin dia punya data baru , akan tetapi dari info yang saya dengar th 2002 - 2003 , saat EMOI meminta perpanjangan kontrak TAC - lah US$ 400 juta itu mulai. Saat itu pada dasarnya PTM ndak mau memperpanjang TAC , tapi mau kerjakan sendiri, lalu "rundingan" . Naaaaaaaaaah PTM mau memperpanjang kaaloooo EMOI mau memberikan kompensasi didepan sebesar US$ 400 juta. Jadi US$ 400 juta itu adalah wacana dalam negosiasi antara PTM dan EMOI , saya ndak tahu kalau dalam klasifikasi bisnis dianggap me "lego" Cepu oleh PTM , dan kok nyebut Dirut-nya WP , karena saat itu Dirut-nya masih BH (Baihaki Hakim). Aktor aktor-nya masih ada di PTM , kok meneng bae ya !!!!!!!!!!!! Si- Abah. Lagi ttg Cepu ;-) > > > > Pertamina Pernah Lego Blok Cepu ke Exxon US$ 400 Juta > > Maryadi - detikcom > > Jakarta - PT Pertamina (Persero) ternyata pernah menjual (farm out) > sebanyak 50 persen kepemilikan sahamnya di BlokCepu ke ExxonMobil Oil > Indonesia (EMOI). Blok Cepu yang memiliki kandunganminyak 600 juta barel > dan gas yang sebanyak 1,7 triliun kaki kubik itu dilego US$400 juta. > > "Kita punya bukti otentik dan surat-suratnya lengkap. Saat itu, Widya > Purnama (mantan Dirut Pertamina) yang menandatangani penjualan itu," kata > Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro dalam raker dengan Komisi VII DPR di > Gedung DPR/MPR Jalan Gatot Soebroto, Jakarta, Selasa (14/3/2005) pukul > 00.12 WIB. > > Mendapat penjelasan tersebut sejumlah anggota dewan beramai-ramai meminta > klarifikasi kepada Purnomo. Mereka mengaku baru mengetahui informasi > tersebut. Mengingat banyaknya pertanyaan lanjutan tersebut, akhirnya > Komisi VII DPR menyepakati membahas Blok Cepu dalam sesi khusus. Ketua > Komisi VII DPR Agusman Effendi mengatakan, pihaknya akan memanggil Menneg > BUMN, Menteri ESDM, Tim Negosiasi Blok Cepu, Badan Pelaksana Hulu Migas > (BP Migas) dan Pertamina dalam rapat mendatang. > > Dengan telah dijualnya sebagian saham di Blok Cepu, praktis kepemilikan > EMOI dan Pertamina di Blok Cepu itu menjadi masing-masing 50 persen. > Penjualan tersebut dilakukan Pertamina sebelum penandatanganan kontrak > kerja sama (KKS) dilakukan pada 17 September 2005. Penjualan itu dilakukan > Pertamina kepada Exxon setelah Pertamina mendapatkan hak 100 persen > kembali terhadap pengelolaan Blok Cepu. > > "Ketika itu, Pertamina dan Exxon mengembalikan Blok Cepu kepada pemerintah > setelah kontrak technicall assistance contract (TAC) plus. Lalu pemerintah > menyerahkan ke Pertamina sebagai oil state company," ujar Purnomo. > > Blok Cepu itu diberikan pemerintah kembali ke pemerintah sebagai privilege > yang didapatkan oleh Pertamina. Namun ia mengaku tidak mengetahui secara > rinci berapa hasil penjualannya dalam bentuk tunai dan berapa dalam bentuk > lainnya. Akan tetapi Purnomo menambahkan, mekanisme "farm out" maupun > "farm in" adalah hal biasa dan layak dalam bisnis lapangan migas. > > Purnomo mengaku tidak bisa menghalangi penjualan itu. "Ketika itu sudah > diserahkan ke Pertamina, menjadi hak penuh Pertamina. Kami sebagai > regulator tidak bisa melarang," urainya. > --------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id Visit IAGI Website: http://iagi.or.id Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta No. Rek: 123 0085005314 Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Bank BCA KCP. Manara Mulia No. Rekening: 255-1088580 A/n: Shinta Damayanti IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi ---------------------------------------------------------------------

