Hem... apa boleh ya mendaftarkan diskusi Merapi di PKU dengan data
dibawah,Pak Yudi?

Ringkasan:
Kalender SALAM anjurkan kegempaan semakin tinggi pada minggu purnama dan
bulan mati, dan lebih kecil di antaranya. Tenaga dari dalam bumi, akibat
fisi-fusi, yang semakin hari semakin kuat. Ada siklus gempa harian,
mingguan, bulanan, setahun, dua tahun, dengan letusan lebih kecil, di
banding siklus 7 tahunan. Kini, 2006, adalah tahun ke lima dari gempa
besar terakhir, 2001. Sedang dicari grafik di luar SALAM tentang Merapi,
termasuk pola penambahan energi yang terus naik dengan berlalunya waktu,
untuk mencari pola siklus letusannya. 

Ulasan:
Kalender SALAM, anjurkan adanya aktifitas kegempaan lebih tinggi di
minggu purnama, dan minggu bulan mati. Kini, 18-25 April adalah di luar
minggu aktif itu. Minggu lalu, banyak gunung lebih aktif di Indonesia,
sebut sekitar 14 gunung dari sekitar 140 gunung aktif di Indonesia.
Merapi termasuk paling aktif kegempaannya. Juga ini paling aktif di
monitor perkembangannya di dunia, mungkin malah satu di antara 10 gunung
teraktif di monitor di dunia. Banyak alat seismik di pasang, ada 7 pos
pengamatan, malah sejak 1983 di monitor harian, dengan istilahnya:
tektonik, volkanik dangkal, volkanik dalam, multi phase, dan guguran.

1950-2006:
Detik.com sebut gempa Merapi th 1954, 1961, 1969, 1976, 1994, 2001.
Intervalnya menjadi (th): 7, 8, 7, 18, 7. Bisa di artikan, setelah
banyak gempa ( 3 kali) pereode sekitar 7 th, maka ada pereode panjang
(18 th), lalu kembali 7 tahunan. Kwalitas, ciri, dan pengertian gempa
tahun-tauhn ini perlu  di teliti.

Gempa Harian tahun 1983-2003.
Data harian (1983-2003) menunjukkan frekwensi kegempaan yang jauh lebih
sering. 
http://www.geocities.com/maryanto7/gempa.Merapi.1983_1989.JPG
http://www.geocities.com/maryanto7/gempa.Merapi.1990_2003.JPG
BPPTK Yogja hasilkan data harian : tektonik, volkanik dangkal, volkanik
dalam, gempa multiphase, dan guguran. Tektonik, volkanik, antara 0-100
sehari. Multipahse, guguran 0-1.000 perhari.

Perlu difinisi gempa, dan atau meletusnya gunung. Sebenarnya, kalau tak
ada kerugian, tak menjadi soal walau apapun gempa, termasuk meledak 10
Magnitude sekalipun. 

Bagaimana difinisi Gempa?
Gempa volkanik, termasuk Merapi biasanya tak lebih 3 Magnitude. Semakin
kecil magnitude, biasanya semakin kecil kerugian. Berapa terkecil?
Energi suara musik beberapa dB, sudah dirasakan sebagai gempa bagi semut
yang berjalan menempel di membran loud speaker musik itu. Magnitudo
lebih besar lagi misalnya guguran, lalu mungkin multiphase, volkanik
dangkal, volkanik dalam, dan tektonik. Semua itu ya bisa di sebut
kondisi gempa. Dengan kejadian perhari antara nol hingga ratusan.

Bagaimana difinisi Gunung Meletus ? 
Semburan kuat, lava muncul di permukaan kawah, mengalir jauh, gas
membumbung tinggi, bersamaan piroklastik (wedhus gembel). Seberapa kuat?
Seberapa tinggi ? Seberapa jauh lava mengalir ? Kalau lama tak
mengalirkan lava, bisa saja sepertiga tinggi gunung, sepertiga tinggi di
hitung dari puncak, terlempar. Tak disebut meletus bila ketinggian awan
piroklastik 100 m - 200 m ? 

Lava Merapi mengalir, muncul dari kawah setelah gempa, sekitar 0.5-1.5
km. Lava lebih 2 km  mengalir setelah gempa 1994, hampir ada pada setiap
tahun. Tak disebut meletus itu ? Terus, gempa yang pereode 7 th itu yang
bagaimana ? Untuk tahun 1994, dan 2001, lava hingga sekitar 6 - 6.5 km
dari puncak. Nah, untuk tahun sebelumnya, antara 1954-1976 itu, saya
belum dapatkan datanya. 

Th 10.000 BC-1700 (AD):
Data umur lava digunakan sebagai acuan kapan tahun gempa itu. Data umur
lava th 10.000 BC hingga 1700 (AD), mempunyai umur deviasi pengukuran
mulai dari 130 th, hingga terkecil (terbaik) 30 th. Untuk pingin tahu
kegempaan hariannya di masa itu, ya tak ada data. Masih  terlalu lebar
spacing data umur lava yang di "dating" dengan pencarian siklus gempa 7
th, 70 th dari buku-buku itu (Journal Volcanology and geothermal
research, 2000, elsevier, special Merapi Volcano). Padalah ini adalah
kunci prediksi gempa kedepan. Ada ide ?

Analisa jumlah gempa pada siklus harian, mingguan, bulanan, tahunan,
akan mudah di dapat dari data 1983-2003 itu, untuk melihat adanya siklus
mana yang dominan, guna perbaiki prediksi kapan gempa kedepan.

Salam,
Maryanto. 
Wong Gunung Merapi,
Slalu pingin tahu kapan Merapi Gempa.

-----Original Message-----
From: Yudi S Purnama [mailto:[EMAIL PROTECTED] 
Sent: Thursday, April 20, 2006 2:01 PM
To: [email protected]
Subject: Re: [iagi-net-l] Kapan Merapi Meletus ?--> ETHO-GEOLOGICAL
FORECASTING

Rame ngebahas kapan Merapi erupsi, jadi inget "etho-geological
forecasting." 
Pertamakali saya baca kalimat itu di Koran Kompas, sesaat setelah
tsunami di Aceh. Yang saya tangkap, inti dari etho-geological
forecasting itu adalah adanya hubungan sebab akibat antara PERILAKU
BINATANG YANG TIDAK BIASANYA dengan GEJALA AKAN TERJADINYA SUATU BENCANA
KEGEOLOGIAN. Yang saya tahu jenis bencananya adalah gempa dan erupsi
gunungapi. Silakan rekan lainnya yang lebih kenal dengan topik ini untuk
memaparkan lebih lanjut (atau dipresentasikan di Unconventional
Geology-Pakanbaru 2006).

Nenek saya, saat itu masih ada dan menetap di Tasikmalaya, pernah cerita
bahwa sekitar dua minggu sebelum Gunung Galunggung erupsi (tahun 1983)
banyak sekali hewan yang turun gunung. Dari cerita itu, bagi saya, yang
paling menarik adalah jangka waktu sebelum erupsinya  yaitu DUA MINGGU !

Nah, kaitannya dengan Si Merapi ini, apakah memperlihatkan gejala yang
sama? 
(banyak hewan yang turun gunung?). Kalau ya, sangat menarik karena
gejala perilaku hewan akan memperkuat penjelasan geologi. Kalau tidak,..
nah itu yang akan tambah bikin pusing vulcanologist.

BTW, apakah ada ahli geologi, yang ngurusin bencana geologi, yang
menggunakan cara berpikir etho-geological forecasting dalam pekerjaan
mereka?

Salam

Yudi


---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id

Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)

Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti

IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke