Menambahkan saja,
1) Sering orang berpikir MDT mahal, tapi MDT jauh lebih murah daripada
production test, ataupun perforation yang gagal (dikira oil tapi yang
keluar air padahal sudah pasang packers, dll.), jadi usahakan MDT kita
conclusive, daripada high cost waktu production test / completion.

2) Menjawab Pak Romdoni ; Meski sudah disampling, tetap perlu pressure
gradient, karena datanya dipakai untuk estimated contact, estimated
closure, estimated representative salinity.

3) Pressure gradient juga perlu di water sand, jika dipercaya merupakan
aquifer suatu hydrocarbon di atasnya.

4) Setuju ; pressure gradient akan sangat ideal jika dilakukan di sand yang
tebal, tak ada Gamma Ray shale berak dan RHOB-NPHI cross-over nya menerus.
Tetapi tidak berarti sand yang tipis tidak bisa dilakukan, hanya saja tidak
sensitive lagi. Atau sand tipis dari beberapa multi layer, siapa tahu multi
layer tersebut in-communication.

5) Menjawab Mas Tony ; antar reservoirs Communication atau tidak, saat
original pressure versus setelah produksi, harus dilihat lebih dulu apakah
ada mekanikal problem (crossflow, tubing karatan, cement leaking, dll).
Kalau tidak ada baru dari segi geology ; reservoir communication tidak
hanya di hydrocarbonnya tapi bisa saja beda hydrocarbon closure tapi satu
water aquifer. Jadi seolah-olah beda reservoir, tapi setelah salah satu
diproduksi ternyata saling mempengaruhi pressure trend analysis-nya. Ini
banyak terjadi di Deltaic Development Field.

6) Perlu juga diketahui reservoir drive mekanismenya, apakah water drive
atau depletion drive. Karena selama produksi bisa saja terjadi repressurize
atau gas expanding.

Menjawab QC Pak Syaiful :
Menunggu Pressure test stabil cukup sampai 1 Psi saja,
tapi kalau Pressure gradient harus teliti sampai 3 decimals Psi dari Quartz
gauge.
Kunci suksesnya ada di Wellsite geologist, dimana dia harus mempunyai :
1) Persiapan sebelum MDT point#1
- 1a) estimated Psi sebelum MDT point#1 sampai 10 Psi terdekat, dan
- 1b) estimated pressure gradient sampai 2 decimal PSI/ft.
2) Saat melakukan MDT point#1
harus diukur sampai 3 decimal terakhir stabil di Quarzt gauge,
3) Persiapan sebelum MDT point#2
setelah melakukan MDT point#1 dia harus segera melakukan estimasi berapa
pressure MDT point#2 pakai estimated pressure gradient 1b) sampai 3 decimal
sebagai pedoman saat actual MDT point#2 diukur hingga stabil.
4) Demikian juga dia harus membuat estimasi MDT point#3 dengan memakai
actual MDT point#1 dan point#2, serta actual pressure gradient. Semua harus
dilakukan di logging unit langsung di lapangan.
Sehingga kalau terjadi garis yang tidak ideal dari 3 titik MDT tersebut,
dia bisa langsung melakukan MDT point#4 untuk konfirmasi data. Jika tidak
maka hasil Pressure Gradientnya menjadi inconclusive.



                                                                                
                           
                      Herry Maulana                                             
                           
                      <[EMAIL PROTECTED]         To:      [email protected]   
                             
                      hoo.com>                 cc:                              
                           
                                               Subject: Re: [iagi-net-l] 
Pressure data QC and              
                      27/04/2006 10:20         Interpretation                   
                           
                      AM                                                        
                           
                      Please respond                                            
                           
                      to iagi-net                                               
                           
                                                                                
                           
                                                                                
                           



*tapi sekarang giliran saya yang bertanya : adakah yang pernah mengalami
zona-zona yang diinterpretasi "not-incommunication" dari data pretests
ternyata ketika diproduksi dan diambil pretest datanya lagi dan mungkin
juga
data dari sumur-sumur produksi berikutnya, ternyata menjadi
"in-comunication" dalam masa produksi ?*

Ada, tapi behind pipe communication due to commingled production...
:-)

----- Original Message ----
From: tony soelistyo <[EMAIL PROTECTED]>
To: [email protected]
Sent: Thursday, 27 April, 2006 9:56:02 AM
Subject: Re: [iagi-net-l] Pressure data QC and Interpretation


*Berikut beberapa point yang mungkin bisa bermanfaat berdasarkan apa yang
saya alami.*
**
Mas Shofi wrote :adakah pitfall
untuk
interpretasi dari LFA/OFA ini?
*ada, Mas. Data LFA/OFA itu seringkali juga tidak selalu memberikan
konfirmasi apakah fluidanya gas atau oil atau filtrate atau water. Pernah
mengalami P/O (pump out) lalu melihat LFA/OFA dan disana gas flag ada, oil
colouration ada tapi juga channel blue (airnya) ada atau resistivity sensor
curve-nya bergerak (artinya ada air)? Atau oil colourationnya rendah terus
padahal sudah memompa sekian puluh liter dalam sekian puluh menit (dalam
barangkali invasinya ya)? *
*Biasanya lalu untuk reservoir yang kiritikal (semuanya biasanya kritikal
buat G&G...he5x) dilihat dari potential volumenya, setelah OFA/LFA lalu
diikuti dengan sampling. Saya tidak bilang setiap LFA/OFA tidak bisa
dipercaya lho, karena banyak kasus juga LFA/OFA digabung dengan pretest
gradient, log character memberikan data yang sudah sangat cukup untuk
mengetahui apa fulidanya dan berapa potential kolomnya. Nah, untuk
reservoir
yang tipis (low P&P), disinilah LFA/OFA comes very handy tapi di reservoir
seperti ini pula yang paling sering terjadi ambiguity...:-)*

apakah
kita bisa memberikan interpretasi bahwa zona gas tersebut dispisahkan
oleh
permeability barrier and not communication with other sand body?
*menyambung komentarnya Mas Syaiful, rule of thumb saya : zona-zona yang
tidak segaris (diluar batas toleransi +/- psia) sudah pasti not in
communication, tapi bukan berarti zona yang segaris sudah pasti in
communication, they're maybe in communication in geology-time but not
necessarily in production time.*
*tapi sekarang giliran saya yang bertanya : adakah yang pernah mengalami
zona-zona yang diinterpretasi "not-incommunication" dari data pretests
ternyata ketika diproduksi dan diambil pretest datanya lagi dan mungkin
juga
data dari sumur-sumur produksi berikutnya, ternyata menjadi
"in-comunication" dalam masa produksi ?*

Mas Romdoni wrote : Just curious, Kalau sudah ada data fluid analysis,
untuk
apa di gradient
lagi yah mas?
*gradient tetap diperlukan karena: *
*1. kemungkinan terjadinya ambiguity dari analisa LFA/OFA *
*2. dipergunakan untuk mengestimasi tinggi kolom HC dan juga kontak*
*malah kalau pakai pakem alm. Unocal dalam explorasi (SX = Saturation
Exploration), kalau bisa di"gradient"-khan, seberapa kritikal LFA/OFA
dilakukan di zona tersebut (i.e. LFA/OFA hanya pada zona-zona tertentu
saja). *
*Kalau reservoirnya tebal-tebal dan punya P&P yang bagus, mestinya pretest
gradient itu reliable lho.*

*salam,*
*tony (tadi pagi satu LRT kita kayanya, Mas Shofi)
*
On 4/27/06, Romdoni <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Pak shofi, sekedar sharing pengalaman.
> Untuk QC pressure, langkah awal, Kita bisa lihat dari PTA analysis nya
> (bentuk build up, kestabilan atau repeatabilitynya).  Sewaktu di oil
> company sebelumnya, saya menggunakan horner plot antara pressure vs
> derivative time(excel macro), biasanya dilakukan di lapangan. Kalau
> grafiknya cembung kebawah berarti data tersebut valid.  Tetapi saat ini
> setahu saya tidak digunakan lagi.
>
> Betul pak shofi, mobility bisa dijadikan acuan awal untuk memvalidasi
> PT.
> Dan pada umumya, secara statistic PT yang mempunyai mobility less than 1
> dpt diinterpretasikan sebagai tight or super charge. (tumb of rule nya
> salah satu wireline service company).  Kecuali kita pakai XPT yang
> applicable untuk very low mobility.
>
> Untuk pretest top-down or btm-top, sebenarnya tidak ada perbedaan yang
> significant, Tapi effect yang berpengaruh dlm kedua strategy PT tersebut
> hanyalah kestabilan temperature dalam tool yang dapat mempengaruhi
> pembacaan Quartz gauge nya yang tentu saja berpengaruh dalam keakuratan
> PT valuenya.
> Jadi konsekuensinya, Kalau kita btm-top, karena RIH cepat, maka kita
> butuh waktu yang lebih lama di bottom (sebelum PT#1) agar temperature di
> gauge sudah stabil sebelum melakukan PT.
>
> Just curious, Kalau sudah ada data fluid analysis, untuk apa di gradient
> lagi yah mas?
> Bukankah gradient nya dilakukan untuk mengetahui fluidnya yang sudah
> diketahui dari LFA nya.  Karena pressure gradient sangat banyak
> keterbatasannya.
>
> Sekian
>
> -----Original Message-----
> From: Shofiyuddin [mailto:[EMAIL PROTECTED]
> Sent: Thursday, April 27, 2006 6:45 AM
> To: [email protected]
> Cc: Shofiyuddin
> Subject: [iagi-net-l] Pressure data QC and Interpretation
>
> Barangkali ada yang mau share tentang QC pressure data dari RFT/MDT
> sebelum
> kita melakukan interpretasi seperti penarikan fluid gradien dan
> penentuan
> batas fluida (GWC/GOC/OWC). Untuk QC, selama ini saya paling banyak
> menggunakan data mobility, lebih tinggi harganya, validitas data semakin
> bagus, semakin rendah (semakin tighter formation) akan semakin tinggi
> ketidakpastiannya. Adakah faktor laen yang berpengaruh?
>
> Yang kedua, kalo kita melakukan pre-test data tidak top down, adakah
> koreksi
> yang harus dilakukan? misal pengambilan pre-test secara acak dan bottom
> to
> top? adakah equation yang memperhatikan efek histerisis?
>
> Untuk melakukan interpretasi seperti penentuan gradien, saya juga
> membandingkannya dengan data dari OFA/LFA dan PO sample. Kalo yang
> keluar
> adalah HC, saya berkeyakinan data itu valid dan bagus, adakah pitfall
> untuk
> interpretasi dari LFA/OFA ini? Nah kalao yang keluar itu filtrate,
> adakah
> cara yang harus dilakukan untuk mengetahui jenis HC atau formation fluid
> nya?
>
> Untuk interpretasi lanjut, seringkali kita menemukan zona zona gas atau
> oil
> yang tidak terletak dalam satu garis (different pressure regime), apakah
> kita bisa memberikan interpretasi bahwa zona gas tersebut dispisahkan
> oleh
> permeability barrier and not communication with other sand body?
>
> Pitfall apa sajakah yang diperlukan untuk interpretasi pre-test ini.
>
> Maaf kebanyakan nanya, soale lagi dikejar deadline ...
> thanks sebelumnya? kalo ada paper atau reference, bolehlah kirim lewat
> japri
> ....
>
>
> --
> Salam hangat
>
> Shofi
>
> ---------------------------------------------------------------------
> To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
> To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
> Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
>
> Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
> Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
> No. Rek: 123 0085005314
> Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
>
> Bank BCA KCP. Manara Mulia
> No. Rekening: 255-1088580
> A/n: Shinta Damayanti
>
> IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
> IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
> ---------------------------------------------------------------------
>
>





---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id

Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)

Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti

IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke