Mas Shofi,
Mungkin saya bisa berbagi pengalaman sedikit, sebaiknya hal pertama yang 
dilakukan adalah sumur2 yang akan diinterpretasikan perlu dilihat dulu kapan 
spud date dan produksinya untuk reservoir yang sama, yang sebelumnya sudah 
diinterpretasikan berdasarkan korelasi dari log ( menggunakan marker atau 
sequence metodhs atau yang lain...) Kenapa hal ini perlu dilakukan karena 
dengan ini kita bisa melihat adanya shiftning trend untuk interpretasi fluida 
yang sama, karena pressure tentu akan berkurang atau mengalami decreassing 
setelah dilakukan produksi, hal ini bisa mengakibatkan kesalahan dalam 
interpretasi konektivitas reservoir dalam hubungan dengan aplikasi dari 
gradient pressure tersebut, dengan kata lain apabila ada aktivitas produksi di 
salah satu sumur saja untuk reservoir yang sama maka interpretasi berdasarkan 
gradien pressure untuk penentuan konektivitas reservoir tidak dapat dilakukan, 
tapi bisa untuk penentuan fluida atau kontak fluida. mungkin ini dulu untuk 
langkah awalnya... Mohon koreksinya juga


-----Original Message-----
From: Shofiyuddin [mailto:[EMAIL PROTECTED]
Sent: Thursday, April 27, 2006 7:45 AM
To: [email protected]
Cc: Shofiyuddin
Subject: [iagi-net-l] Pressure data QC and Interpretation


Barangkali ada yang mau share tentang QC pressure data dari RFT/MDT sebelum
kita melakukan interpretasi seperti penarikan fluid gradien dan penentuan
batas fluida (GWC/GOC/OWC). Untuk QC, selama ini saya paling banyak
menggunakan data mobility, lebih tinggi harganya, validitas data semakin
bagus, semakin rendah (semakin tighter formation) akan semakin tinggi
ketidakpastiannya. Adakah faktor laen yang berpengaruh?

Yang kedua, kalo kita melakukan pre-test data tidak top down, adakah koreksi
yang harus dilakukan? misal pengambilan pre-test secara acak dan bottom to
top? adakah equation yang memperhatikan efek histerisis?

Untuk melakukan interpretasi seperti penentuan gradien, saya juga
membandingkannya dengan data dari OFA/LFA dan PO sample. Kalo yang keluar
adalah HC, saya berkeyakinan data itu valid dan bagus, adakah pitfall untuk
interpretasi dari LFA/OFA ini? Nah kalao yang keluar itu filtrate, adakah
cara yang harus dilakukan untuk mengetahui jenis HC atau formation fluid
nya?

Untuk interpretasi lanjut, seringkali kita menemukan zona zona gas atau oil
yang tidak terletak dalam satu garis (different pressure regime), apakah
kita bisa memberikan interpretasi bahwa zona gas tersebut dispisahkan oleh
permeability barrier and not communication with other sand body?

Pitfall apa sajakah yang diperlukan untuk interpretasi pre-test ini.

Maaf kebanyakan nanya, soale lagi dikejar deadline ...
thanks sebelumnya? kalo ada paper atau reference, bolehlah kirim lewat japri
....


--
Salam hangat

Shofi

---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id

Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)

Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti

IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke