Istilah2nya canggih banget, bikin minder ....bisa dijelaskan singkatan2 
yang dibuat?






"Amir Al Amin" <[EMAIL PROTECTED]>
05/03/2006 11:48 AM
Please respond to iagi-net

 
        To:     [email protected]
        cc: 
        Subject:        Re: [iagi-net-l] Challenging! Drilling dengan mudweight 
tinggi


Salah dua kelemahan XPT , nggak bisa untuk high temp (>150degC).
Saya pernah combine dengan PEX nggak masalah, tapi lucunya
company man nya takut, karena pressure test berjam-jam
sambil bawa2 nuclear source.

Akhirnya cabut ke surface dulu untuk unload source.
ha..ha..ha..terus apa gunanya ditandem..?

betul margin antara LOT dan formation pressurenya tipis.
MW ketinggian loss, kerendahan kick.

masalah baloning, juga rumit, salah interpretasi
bisa berbahaya. tapi biar orang drilling saja yang pusing... :-)
kadang2 berhari-hari sirkulasi,baru berani cabut..
padahal masih gain, walaupun ratenya kecil..





On 5/3/06, M Fakhrur Razi <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Betul seperti pak Amir bilang, Vico sudah pernah drilling pake mudweight 
>
> 19 ppg, bentuknya juga sama, cuma kalo mau menaikkan MW secara manual,
> rustabout yang stay di hopper pada meringis aja hahaha
> dan tentunya juga hati-hati karena bakalan sering ketemu loss 
circulation,
> akibat balooning affect karena drilling deket-deket dengan frac 
gradient.
> ....tentunya drilling harus punya data LOT dulu sebelum drilling di 
section
> high mudweight ini, biar tau batasan maksimumnya.
>
> Saya pernah pakai XPT satu kali, hasilnya cukup bagus meskipun tidak 
semua
> tight zone bisa dapat hasil yang valid (success ratio ~ 40% - 
50%)tantangan
> utama kalo pake tools ini (apalagi dilingkungan high MW) adalah 
membedakan
> antara valid pressure dan supercharged pressure. sepertinya belum ada 
satu
> metodepun yang bisa memberikan jawaban pasti ttg masalah ini.
> satu hal lagi yang perlu diperhatikan, engineer schlumberger tidak 
semuanya
> berpengalaman dengan XPT, karena ada beberapa hal yang secara teknis 
agak
> berbeda dengan MDT, jadi dipastikan aja "right man on the right place".
> Mereka bisa juga sih diskusi dulu dengan XPT schlumberger champion, 
ahmed el
> araby (dulu engineer di vico dan total, sekarang based di europe)
>
> kalo CHDT punya resiko yang berbeda, mata bor yang kecil itu gampang 
patah
> (betul begitu pak Amir?) dan alat ini kan sebenernya didesain untuk MDT 
di
> cased hole
>
>
>
> salam,
> Razi
>
>
>
> On 5/3/06, Amir Al Amin <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> >
> > Drilling dg MW >2.0sg sudah dilakukoni Vico dan Total di Mahakam.
> > Mudnya tidak 'seekstrim' yang dibayangkan. Memang kental tetapi secara
> > kasat mata  tidak terlalu bisa dibedakan dengan mud 1.6sg misalnya.
> >
> > XPT bagus dan relatif lebih cepat tetapi tidak bisa dicombine dengan 
LFA.
> > Seingat saya sukses rationya lebih tinggi d/p MDT.
> > (XPT pernah dibincangkan kira2 setahun yang lalu di milis ini.)
> >
> > Soal koreksi log, menggunakan chart yang sama. Problemnya , posisinya
> > berada di limit MW nya / 2.0sg, jadi garis2 koreksinya musti dieksten.
> > Kalau koreksi pakai komputer, sih nggak masalah toh equationnya sama.
> >
> >
> >
> > On 5/3/06, Shofiyuddin <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> > > Barangkali ada yang mau ngasih pencerahan.
> > > Ada satu sumur yang di bor di Caspian sea yang menggunakan mud 
weight
> > > 19.2ppg (gak kebayang gimana bentuk fisiknya, mungkin seperti semen
> > > beton cor
> > > coran yang masih cair ) dan pengukuran pressure data (dengan 
menggunakan
> > > XPT) menunjukan bahwa formation pressure yang di sand menunjukkan 
angka
> > > sekitar 8k - 11k psi yang kalao di convert ke gradient sekitar 17 - 
19
> > ppg
> > > (from mean sea level). Oh ya kedalaman sumur TVD sekitar 3800 m 
saja. Oh
> > ya,
> > > jenis mudnya sendiri adalah sintetik oil base mud.
> > > Nah pertanyaan saya, kira kira apa saja yang berpengaruh atau
> > mempengaruhi
> > > kondisi di bawah ini:
> > > 1. Invasion profile, apakah seperti biasa saja? artinya ada flush 
zone,
> > > invaded dan un-invaded zone?
> > > 2. Log log apa sajakah yang dipengaruhi: GR, Induction, Density, 
Neutron
> > dan
> > > mungkin log laen. GR jelas berpengaruh besar karena kondisi 
kalibrasinya
> > > menggunakan mudweight 10 ppg di lubang 8". Oh ya, ukuran lubangnya 
dari
> > > 5-5/6" sampai 8.5"
> > > 3. Mengenai pressure test, saya lihat di buku panduan, batas maximum
> > > pembacaan pressure (untuk HP gauge dan mungkin juga untuk strain 
gauge)
> > > adalah sekitar 11k psi. Nah bagaimana validitas pembacaan diatas 
spek
> > > tersebut?
> > > 4. Adalah yang pengalaman dengan XPT (Express Pressure Test)? saya
> > mendengar
> > > bahwa tool ini cukup baik untuk formasi formasi yang tight karena
> > > menggunakan volume drawdown yang lebih kecil, kalo gak salah sekitar 
2cc
> > > saja. Saya coba cari di websitenya schlumberger, belum ketemu juga.
> > > 5. Sekedar info, porositas sandstone sekitar 19 persent dari density
> > log.
> > >
> > > terima kasih sebelumnya
> > >
> > >
> > > --
> > > Salam hangat
> > >
> > > Shofi
> > >
> > >
> >
> >
> > --
> > ***********************************
> > Amir Al Amin
> > Operation/ Wellsite Geologist
> > (62)811592902
> > amir13120[at]yahoo.com
> > amir.al.amin[at]gmail.com
> > ************************************
> >
> > ---------------------------------------------------------------------
> > To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
> > To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
> > Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
> >
> > Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
> > Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
> > No. Rek: 123 0085005314
> > Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
> >
> > Bank BCA KCP. Manara Mulia
> > No. Rekening: 255-1088580
> > A/n: Shinta Damayanti
> >
> > IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
> > IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
> > ---------------------------------------------------------------------
> >
> >
>
>


--
***********************************
Amir Al Amin
Operation/ Wellsite Geologist
(62)811592902
amir13120[at]yahoo.com
amir.al.amin[at]gmail.com
************************************

---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id

Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)

Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti

IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------



Kirim email ke