Sepertinya kalau DMO nya juga termasuk dg harga 10 % rasanya yang dibeli sudah cukup tinggi seperti BBM sekitar 5000 Rp/l dan Gas 3 $/mmbtu , tapi kok ya masih sulit saja. Karena pusat beban ada di jawa ( 70 an % ) makanya ibaratnya jawa ini di"bakar" dg BBM/Gas/batubara terus menerus dan cilakanya semakin meningkat. Yang bisa menggantikan cuma ada 2 , Nuklir atau memaksimalkan Geothermal.
ISM ----- Original Message ----- From: "R.P. Koesoemadinata" <[EMAIL PROTECTED]> To: <[email protected]> Sent: Saturday, May 06, 2006 5:53 AM Subject: Re: [iagi-net-l] Perlunya 'Geographical source based energy policy' > SEbetulnya kan ada yang disebut DMO, setiap PSC harus menjual 25% dari > produksinya dengan harga 10% dari harga pasaran international untuk pasaran > dalam negeri. Nah alihkan saja DMO ini untuk PLN. > BTW kemana larinya DMO ini? > > ----- Original Message ----- > From: "Liamsi" <[EMAIL PROTECTED]> > To: <[email protected]> > Sent: Wednesday, August 03, 2005 9:47 PM > Subject: Re: [iagi-net-l] Perlunya 'Geographical source based energy policy' > > > > > > Salah satu faktornya adalah banyak yang dulu ( terutama industri ) > > mempunyai > > Pembangkit listrik sendiri dg BBM (PLTD) karena sekarang harga BBM nya > > mahal > > maka banyak yang menggunakan listriknya dari PLN yang lebih murah , karena > > tarif listrik PLN tidak bisa dinaikan sesuai mekanisme pasar ( > > regulated ) > > akibatnya PLN kelebihan beban.Kalau kapasitas tdk ditambah ya byar pet > > terus, Dengan harga BBM industri 5500 Rp/l maka kalau 1 kwh membutuhkan > > 0,3 > > liter BBM maka hanya untuk biaya bahan bakarnya saja sudah 1650 Rp/Kwh , > > padahal kalau beli listrik dari PLN cuma paling mahal 1000 Rp/Kwh, disisi > > lain PLN didaerah ini karena masih banyak pakai BBM maka harus nombok. > > Apakah Mahal Listrik itu ? kalau ruang tamu kita ada lampu neon 40 W kita > > hidupkan 12 jam ( jam 6 sore - 6 pagi ) maka kita cuma menghabiskan uang > > sbb = 12 x 40 W = 480 Wh atau 0,480 Kwh , kalau direkening listrik kita > > per > > Kwhnya Rp.600,- maka kamar Tamu kita yang semalaman terang benderang cuma > > kena 300 Rp , untuk Beli krupuk didepan rumah saja tidak dapat. > > > > ISM > > > > > > Orang luar kaltim suka mentertawakan kondisi kaltim, punya apa saja > > untuk PTL selain air, tapi selalu byar-pet. Ada niatan sebenarnya > > membangun Power plant yg lebih besar kapasitasnya, tapi masalah yang > > timbul kelebihan dayanya mau dikemanakan?, karena Industri tak banyak > > disini.jadi saja rencana tinggal rencana, akibatnya tiap rumah sedia > > gen-set untuk mengantisipasi musim byar-pet. > > > > On 5/5/06, Nataniel Mangiwa <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > >> sekedar informasi kecil.. > >> Balikpapan yang termasuk Kalimantan Timur dan yang juga termasuk > >> daerah kaya sumber energi (coal+hydrocarbon), tetapi keadaan > >> kesehariannya tidak tercermin demikian. > >> > >> Balikpapan cukup akrab dengan kasus Byar-Pet. bahkan hal ini termasuk > >> dari 2 hal Janji Palsu yang selalu dielu-elukan pada PILKADA > >> Balikpapan kemarin, yaitu: > >> 1. menjamin tidak ada lagi Byar-Pet > >> 2. menjamin ketersediaan air bersih. > >> > >> sepertinya tetep saja faktor efisiensi manusia masih sangat bereperan > >> penting dalam pengelolaan energi, yang dalam kasus Balikpapan ini > >> energi berlimpah tetapi Byar-Pet pun berlimpah. dan ini masih terjadi > >> sampai sekarang ;-( > >> > >> Salam Wik-en, > >> Natan > >> > >> On 5/5/06, [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > >> > > > >> > Rekan rekan > >> > > >> > Memang benar diperlukan "geographical source based energy" spt yang > >> > dikatakan Rovicky TAPI ini tidak akan berarti apabila energi listrik > >> > yang dihasilkan ditransfer ke Jawa untuk menghidupi industri di > >> > P.Jawa. > >> > Kita sama sama menyadari betapa beban sosial/ekonimi dan lingkungan > >> > yang ditanggung oleh P.Jawa. > >> > > >> > Strategi berikutnya adalah harus memaksa kegiatan ekonomi pindah ke- > >> > daerah yang memiliki sumber energi .(Sumbagsel, Kaltim , Kalsel) > >> > > >> > Tentunya dengan syarat syarat yang menarik para pengusaha dan investor > >> > (umpama : tax holiday bagi pajak daerah , energi mestimya lebih murah > >> > dsb). > >> > > >> > Apakah ini mungkin ?Saya kira sangat mungkin , apalagi kalau PemDa-nya > >> > tidak berfikiran "ingin dapat PAD dalam waktu singkat" ( sehingga > >> > baru saja investor kulonuwun sudah di"pajak"-i), dengan mengeluarkan > >> > PerDa 2 yang kurang masuk akal. > >> > > >> > > >> > Si - Abah > >> > >> --------------------------------------------------------------------- > >> To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id > >> To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id > >> Visit IAGI Website: http://iagi.or.id > >> > >> Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: > >> Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta > >> No. Rek: 123 0085005314 > >> Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) > >> > >> Bank BCA KCP. Manara Mulia > >> No. Rekening: 255-1088580 > >> A/n: Shinta Damayanti > >> > >> IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ > >> IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi > >> --------------------------------------------------------------------- > >> > >> > > > > > > -- > > OK TAUFIK > > > > --------------------------------------------------------------------- > > To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id > > To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id > > Visit IAGI Website: http://iagi.or.id > > > > Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: > > Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta > > No. Rek: 123 0085005314 > > Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) > > > > Bank BCA KCP. Manara Mulia > > No. Rekening: 255-1088580 > > A/n: Shinta Damayanti > > > > IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ > > IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi > > --------------------------------------------------------------------- > > > > > > > > > > --------------------------------------------------------------------- > > To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id > > To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id > > Visit IAGI Website: http://iagi.or.id > > > > Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: > > Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta > > No. Rek: 123 0085005314 > > Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) > > > > Bank BCA KCP. Manara Mulia > > No. Rekening: 255-1088580 > > A/n: Shinta Damayanti > > > > IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ > > IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi > > --------------------------------------------------------------------- > > > > > --------------------------------------------------------------------- > To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id > To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id > Visit IAGI Website: http://iagi.or.id > > Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: > Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta > No. Rek: 123 0085005314 > Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) > > Bank BCA KCP. Manara Mulia > No. Rekening: 255-1088580 > A/n: Shinta Damayanti > > IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ > IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi > --------------------------------------------------------------------- > > --------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id Visit IAGI Website: http://iagi.or.id Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta No. Rek: 123 0085005314 Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Bank BCA KCP. Manara Mulia No. Rekening: 255-1088580 A/n: Shinta Damayanti IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi ---------------------------------------------------------------------

