Ikut menanggapi juga, biar rame.
Setuju Pak Razi, saya kira penyebab utama water drive mechanism bukan 
karena konektivitasnya dengan permukaan, tetapi karena permeabilitasnya. 
Sebagai contoh, di salah satu cekungan di sekitar selat sunda, ada 
beberapa reservoir yg pada kedalaman >3700 feet dengan strong water drive 
mechanism, padahal reservoir2 tsb tidak terhubung ke permukaan oleh 
struktur dan memiliki geometri yg pinch out thd salah satu flank cekungan 
yg sangat minim terdapat fault. Reservoir2 tsb memiliki permeability > 1 
darcy. Karenanya, saya kira permeability merupakan faktor yg lebih 
menentukan. Sehingga jika ingin dibuat logika simple, semakin dalam 
reservoir tsb, mungkin akan semakin 'tidak strong water drive' akibat 
pengaruh permeability reduction due to overburden/diagenesis.
Adapun eksistensi reservoir2 tsb biasanya terdapat pada depth yg dangkal, 
mungkin karena kompaksi litologi yg masih relatif rendah yg secara 
otomatis akan berpengaruh pada permeabilitasnya.
Namun yg perlu dipertanyakan adalah applicability logika tsb thd 
reservoir2 limestone karena seperti kita tahu, terkadang terjadi 
dissolution pada reservoir2 limestone seiring overburden sehingga malah 
terjadi peningkatan porosity-permeability. 
mohon maaf atas segala kesalahan.

regards,
roby nurzaman

Kirim email ke