Razi, Kondisi tsb di bawah mungkin aja kok terjadi. Biasanya waternya saja yang berhubungan dengan surface water sementara hydrocarbon-nya masih kejebak di atas spill point dari structure (eq. antiklin). Biasanya model seperti itu sering dijadikan contoh di buku geologi minyak jaman kuliah dulu walaupun di tempat saya kerja belum pernah liat contoh yang seperti itu. Mungkin rekan yang kerja di onshore terutama yang reservoirnya dangkal punya banyak contoh model reservoir seperti ini.
Sedikit menambahkan tentang faktor2 yang mempengaruhi terjadinya water drive mechanism, selain permeability menurut saya (cmiiw) perbandingan antara volume water dan volume hidrocarbon memegang peranan yang penting. Jika ratio volume air dan hidrocarbon dalam satu jebakan sangat besar atau malah infinite maka reservoir tsb akan mempunyai strong water drive. Volume air yang sangat besar bisa diperoleh karena reservoir berhubungan dengan surface water recharge (seperti emailnya mas Hermawan) atau bisa karena reservoirnya cukup tebal dan dengan pelamparan yang luas dan tidak tersegmentasi oleh patahan. Apakah water drive berhubungan dengan depth? Menurut saya tidak selalu. Di tempat kerja saya, yang punya water drive adalah reservoir2 yang tebal dan luas pelamparannya walaupun lokasinya cukup dalam. Sementara reservoir yang shallow umumnya punya depletion drive karena tipe reservoirnya yang localized. Namun demikian, kalo diasumsikan jenis dan kualitas reservoirnya sama maka memang yang dangkal akan punya chance yang lebih besar untuk water drive, karena kemungkinan yang lebih besar dapat recharge dari permukaan dan juga karena reservoir yang lebih dangkal (muda) umumnya less complex dalam hal structure (eq. faults), sehingga less compartimentilized. Tentang efektifitas pengurasan, water drive sangat bagus untuk minyak, sementara untuk gas pengurasannya lebih optimum kalo depletion drive (denger2 dari reservoir engineer). Mohon koreksinya juga dari para sesepuh kalo ada yang keliru. INN On 5/15/06, M. Fakhrur Razi <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
kalo dibilang bahwa water drive mecanism berhubungan dengan tersingkap atau tidaknya reservoir, kenapa ada trap/jebakan hidrokarbon? karena kalo ada jalan air untuk masuk ke dalam reservoir tentunya jalan yang sama akan dipakai oleh hidrokarbon untuk keluar ke permukaan. bukankah gas akan lebih mudah untuk keluar dibanding air yang masuk kereservoir tersebut?
----- Original Message ----- From: "hermawan joko sutrisno" <[EMAIL PROTECTED]> To: <[email protected]> Sent: Friday, May 12, 2006 9:01 AM Subject: Re: [iagi-net-l] Reservoir Drive Mechanism > Nambahin dari yg saya tahu, > > Di lapangan dengan depletion drive, mengalirnya HC (dalam hal ini dari > sub surface ke surface) di dominasi karena adanya perbedaan tekanan di sub > surface dan surface. Kandungan air selalu ada, cuma karena tidak adanya > suplai yg memadai (misalnya tidak adanya singkapan reservoir yg > berhubungan dg suplai air, baik laut atau sungai) maka tidak memberikan > efek yg terlalu nyata. Tipe ini biasa di temukan di deep section karena > reservoirnya jarang tersingkap di permukaan, apalagi terhubung dengan > sungai/laut. Hal ini ditambah dengan properti reservoirnya yg poor karena > kompaksi (porositas maupun permeabilitas relatif kecil). Lapangan ini > dapat diproduksi sampai tingkat tekanan yg sangat rendah, tanpa khawatir > adanya water rise/breakthrough yg cepat, so drainage HC lumayan bagus. > > Di kasus water drive, kenapa sering di shallow section? itu karena > letaknya yg memungkinkan reservoirnya masih terhubung dengan sumber air > (laut/sungai), dalam bentuk singkapan sehingga suplai airnya cepat. Hal > ini didukung kondisi reservoir yg bagus porositas dan permeabilitasnya, > bahkan kadang masih berupa 'loose sand', tanpa kompaksi sama sekali. > Karena sifat air lebih mobile (viskositasnya lebih kecil, dalam kasus > lapangan minyak), maka air lebih cepat sampai di depan sumur daripada > minyak. Ini menyebabkan water breaktrough bisa jadi mimpi buruk buat > drainage HC di situ. > > Ada tambahan? > > Dodiono <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Dear all, > > Wah beberapa hari ini lagi rame bicarain Ballooning effect. Tapi ga ada > salahnya saya mau tanya hal yang lain. Mudahan ada yang bersedia memberi > pencerahan. Setau saya ada 2 macam drive mechanism yang umum dikenal > yaitu Water Drive dan Depletion Drive. Di beberapa referensi yang saya > pernah baca disebutkan bahwa pada Depletion Drive, water production is > absent or negligible, apakah artinya secara natural reservoir jenis ini > tidak memiliki kandungan air? Lalu apakah ada hubungan antara jenis > drive mechanism tsb dengan depth, karena di field tempat saya bekerja > saya amati bahwa Water Drive itu selalu terjadi di shallow section, > sedang deeper sectionnya didominasi oleh Depletion Drive? Bagaimana pula > efektivitas pengurasan (drainage) kedua jenis drive mechanism ini > terhadap hidrokarbon yang ada didalamnya? Terakhir, adakah hubungan > drive mechanism ini dengan lingkungan pengendapan dimana batuan > reservoir tsb terbentuk? > > > > Terima kasih untuk pencerahannya. > > Dodiono > > > > > --------------------------------- > Yahoo! Messenger with Voice. Make PC-to-Phone Calls to the US (and 30+ > countries) for 2ยข/min or less. --------------------------------------------------------------------- ----- PIT IAGI ke 35 di Pekanbaru ----- Call For Papers until 26 May 2006 ----- Submit to: [EMAIL PROTECTED] --------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id Visit IAGI Website: http://iagi.or.id Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta No. Rek: 123 0085005314 Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Bank BCA KCP. Manara Mulia No. Rekening: 255-1088580 A/n: Shinta Damayanti IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi ---------------------------------------------------------------------

