Maaf, mau tanya lebih jauh,
1. Kalo tidak ada akifer (water bearing zone), apakah ada water drive?
2. Belum ada yang mengupas hubungannya dengan GOR, terus bagaimana kalo HC
nya adalah condensate?
3. Apakah ada perbedaan mekanisme drive antara light, medium dan high
gravity oil?
4. Apakah ada cara penentuan jenis drive ini dari well test, misal dengan
melakukan isocronal test dengan tiga choke yang berbeda beda dalam kurun
waktu tertentu?

suwun sebelumnya



On 5/15/06, M. Fakhrur Razi <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

ikut menanggapi, biar rame. silakan dikoreksi kalo ada yang keliru

water drive atau depletion drive kayaknya lebih berhubungan dengan tinggi
rendahnya permeability. Pada reservoir dangkal, permeability akan lebih
tinggi sehingga air yang terkandung dalam reservoir akan sangat mudah
bergerak. pergerakan air ini akan mendorong fluida yang ada diatasnya
untuk
bergerak, ini yang kita kenal sebagai water drive. sementara semakin dalam
posisi reservoir, permeability akan semakin mengecil (akibat pengaruh
overburden dll), hal ini akan membuat kandungan air yang ada di dalam
batuan
menjadi lebih sulit untuk bergerak (akibat gaya tension dari butiran)
sehingga air yang terkandung menjadi "irreducable water" (-cmiiw-).
kondisi
ini menyebabkan pergerakan gas hanya dikontrol oleh perbedaan tekanan
antara
interface reservoir dengan sumur (tempat perforasi) dengan tekanan yang
ada
di dalam reservoir diluar zone pengurasan (konsep sederhana, fluida akan
mengalir dari tekanan tinggi ke tekanan rendah).

kalo dibilang bahwa water drive mecanism berhubungan dengan tersingkap
atau
tidaknya reservoir, kenapa ada trap/jebakan hidrokarbon? karena kalo ada
jalan air untuk masuk ke dalam reservoir tentunya jalan yang sama akan
dipakai oleh hidrokarbon untuk keluar ke permukaan. bukankah gas akan
lebih
mudah untuk keluar dibanding air yang masuk kereservoir tersebut? kecuali
memang si reservoir ini penyebarannya sangat luaaasss sehingga
memungkinkan
adanya jebakan struktural yang tidak berhubungan dengan singkapan (?!)

-razi-

----- Original Message -----
From: "hermawan joko sutrisno" <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[email protected]>
Sent: Friday, May 12, 2006 9:01 AM
Subject: Re: [iagi-net-l] Reservoir Drive Mechanism


> Nambahin dari yg saya tahu,
>
>  Di lapangan dengan depletion drive, mengalirnya HC (dalam hal ini dari
> sub surface ke surface) di dominasi karena adanya perbedaan tekanan di
sub
> surface dan surface. Kandungan air selalu ada, cuma karena tidak adanya
> suplai yg memadai (misalnya tidak adanya singkapan reservoir yg
> berhubungan dg suplai air, baik laut atau sungai) maka tidak memberikan
> efek yg terlalu nyata. Tipe ini biasa di temukan di deep section karena
> reservoirnya jarang tersingkap di permukaan, apalagi terhubung dengan
> sungai/laut. Hal ini ditambah dengan properti reservoirnya yg poor
karena
> kompaksi (porositas maupun permeabilitas relatif kecil). Lapangan ini
> dapat diproduksi sampai tingkat tekanan yg sangat rendah, tanpa khawatir
> adanya water rise/breakthrough yg cepat, so drainage HC lumayan bagus.
>
>  Di kasus water drive, kenapa sering di shallow section? itu karena
> letaknya yg memungkinkan reservoirnya masih terhubung dengan sumber air
> (laut/sungai), dalam bentuk singkapan sehingga suplai airnya cepat. Hal
> ini didukung kondisi reservoir yg bagus porositas dan permeabilitasnya,
> bahkan kadang masih berupa 'loose sand', tanpa kompaksi sama sekali.
> Karena sifat air lebih mobile (viskositasnya lebih kecil, dalam kasus
> lapangan minyak), maka air lebih cepat sampai di depan sumur daripada
> minyak. Ini menyebabkan water breaktrough bisa jadi mimpi buruk buat
> drainage HC di situ.
>
>  Ada tambahan?
>
> Dodiono <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>  Dear all,
>
> Wah beberapa hari ini lagi rame bicarain Ballooning effect. Tapi ga ada
> salahnya saya mau tanya hal yang lain. Mudahan ada yang bersedia memberi
> pencerahan. Setau saya ada 2 macam drive mechanism yang umum dikenal
> yaitu Water Drive dan Depletion Drive. Di beberapa referensi yang saya
> pernah baca disebutkan bahwa pada Depletion Drive, water production is
> absent or negligible, apakah artinya secara natural reservoir jenis ini
> tidak memiliki kandungan air? Lalu apakah ada hubungan antara jenis
> drive mechanism tsb dengan depth, karena di field tempat saya bekerja
> saya amati bahwa Water Drive itu selalu terjadi di shallow section,
> sedang deeper sectionnya didominasi oleh Depletion Drive? Bagaimana pula
> efektivitas pengurasan (drainage) kedua jenis drive mechanism ini
> terhadap hidrokarbon yang ada didalamnya? Terakhir, adakah hubungan
> drive mechanism ini dengan lingkungan pengendapan dimana batuan
> reservoir tsb terbentuk?
>
>
>
> Terima kasih untuk pencerahannya.
>
> Dodiono
>
>
>
>
> ---------------------------------
> Yahoo! Messenger with Voice. Make PC-to-Phone Calls to the US (and 30+
> countries) for 2ยข/min or less.


---------------------------------------------------------------------
-----  PIT IAGI ke 35 di Pekanbaru
-----  Call For Papers until 26 May 2006
-----  Submit to: [EMAIL PROTECTED]
---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------




--
Salam hangat

Shofi

Kirim email ke