Selain pemanasan, yang biasanya dilakukan adalah dengan membungkus jalur
pipanya supaya penurunan temperaturnya minimal.... saya kira ini yang banyak
dilakukan untuk lapangan-lapangan di laut dalam, karena kalau harus pasang
"pemanas" tentunya akan repot...lha wong tie-in nya saja sudah pakai ROV...

salam,

----- Original Message -----
From: "Awang Harun Satyana" <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[email protected]>
Sent: Thursday, May 18, 2006 10:25 AM
Subject: RE: [iagi-net-l] Heavy Oil Fields in Indonesia


Pak Slamet dan Pak Hendro,

Blockage lebih dikuatirkan terjadi semakin mendekati seabed karena pressure
dan temperatur yang turun di bawah dew point. Kalau di reservoir jauh di
bawah seabed, temperatur yang tinggi bisa mencegah blokage minyak parafinik.
Dalam flow assurance study, kondisi ini akan disimulasi, apakah minyak
parafiniknya cenderung membeku dan menyumbat pipa (blaockage). Sepanjang
jalur pipa di atas sea bed pun kondisi menjadi rawan karena laut dalam tentu
punya temperatur yang minimal (tak heran gas hydrate - biogenic gas yang
terperangkap dalam kisi2 kristal es sering ditemukan tak jauh dari seabed).

Seperti yang Pak Hendro sebutkan, saat ini caranya adalah dengan pemanasan
di titik2 tertentu di sepanjang tubing dan di beberapa "stasiun termal" di
sepanjang jalur pipa ke tempat pengumpul. Kalau ada booster pompa untuk
mendorong minyak tetap punya tekanan agar mengalir di pipa yang menanjak
pun, maka ini ada thermal booster agar minyak tak jadi membeku di pipa
meskipun di luar temperatur drop.

Cara lain adalah dengan membuat bio-enhanced buatan, yaitu menginjeksikan
mikroba pemakan lilin. Atau, dengan injeksi uap/mikroba seperti pernah
dicoba di lapangan2 di Sumatra Tengah.

Bila ada minyaknya, kelihatannya minyak Antarktika tak akan parafinik,
mungkin tipe yang diproduksi dari marine algae yang miskin lilin.
Penyumbatan karena pembekuan lebih gampang diatasi daripada penyumbatan
kimiawi karena kandungan lilin/parafin.

Salam,
awang

-----Original Message-----
From: Riyadi, Slamet S [mailto:[EMAIL PROTECTED]
Sent: Thursday, May 18, 2006 2:37 PM
To: [email protected]
Subject: RE: [iagi-net-l] Heavy Oil Fields in Indonesia


Persis pertanyaan anaku dari cerita ibunya,
"Jadi kalau minyak di Antartika (yang dingin sekale) sedang 'disedot'
dan minyaknya membeku dan menyumbat di pipanya, bagaimana?"

Ibunya bilang pake alat 'khusus' . . .

Dalam hati saya, pake alat mekhanik atau kimiawi?!

Boleh dong share untuk jawabannya, pak Awang.


Salaam,


SLAMET RIYADI


-----Original Message-----
From: Awang Harun Satyana [mailto:[EMAIL PROTECTED]

Sent: Thursday, May 18, 2006 3:21 PM
To: [email protected]
Subject: RE: [iagi-net-l] Heavy Oil Fields in Indonesia

Sebenarnya yang dimaksudkan Iwan dengan bio-enhanced oil itu adalah
pengurangan wax content oleh bakteri sehingga minyaknya relatif lebih
encer dibandingkan yang lilinnya banyak. Dalam kasus-kasus berat, minyak
akan persis seperti semir sepatu kalau lilin/parafinnya banyak. Dalam
kasus bio-enhanced oil, minyak parafinik berubah jadi minyak naftenik -
yang relatif lebih encer daripada minyak parafinik. Di beberapa kasus
minyak di reservoir lautdalam, flow assurance jadi penting sebab minyak
parafinik bisa membeku dan menyumbat jalur pipa.

Salam,
awang

-----Original Message-----
From: Paulus Tangke Allo [mailto:[EMAIL PROTECTED]

Sent: Thursday, May 18, 2006 1:38 PM
To: [email protected]
Subject: Re: [iagi-net-l] Heavy Oil Fields in Indonesia

kok bisa yah minyak dengan densitas tinggi tapi encer banget?
bukannya minyak kalau semakin tinggi densitasnya maka semakin kental?

Delete-------

This message and any attached files may contain information that is
confidential and/or subject of legal privilege intended only for use by the
intended recipient. If you are not the intended recipient or the person
responsible for delivering the message to the intended recipient, be advised
that you have received this message in error and that any dissemination,
copying or use of this message or attachment is strictly forbidden, as is
the disclosure of the information therein. If you have received this message
in error please notify the sender immediately and delete the message.

---------------------------------------------------------------------
-----  PIT IAGI ke 35 di Pekanbaru
-----  Call For Papers until 26 May 2006
-----  Submit to: [EMAIL PROTECTED]
---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------


--
No virus found in this incoming message.
Checked by AVG Free Edition.
Version: 7.1.392 / Virus Database: 268.6.0/341 - Release Date: 5/16/2006


--
No virus found in this outgoing message.
Checked by AVG Free Edition.
Version: 7.1.392 / Virus Database: 268.6.0/341 - Release Date: 5/16/2006


---------------------------------------------------------------------
-----  PIT IAGI ke 35 di Pekanbaru
-----  Call For Papers until 26 May 2006
-----  Submit to: [EMAIL PROTECTED]
---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------





---------------------------------------------------------------------
-----  PIT IAGI ke 35 di Pekanbaru
-----  Call For Papers until 26 May 2006             
-----  Submit to: [EMAIL PROTECTED]    
---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke