Ada yg tahu jawabnya ?
Kalau saya perhatikan patahan-patahan yang suangat buanyak di setiap
melihat outcrop. Sepertinya semua daerah ada patahannya. Namun tidak
semua tempat ada catatan gempanya. Mungkin terjadinya sudah masa lalu
sehingga tidak ada dalam catatan sejarah manusia. Atau memang
reaktivasi sesar tidak harus dikuti munculnya gempa.
Pada umumnya sesar-sesar yg dijumpai di lapangan (outcrop) maupun
penampang seismic memilki dimensi "slip" (pergeseran semu) dalam
hitungan sekian hingga puluhan meter. Padahal perhitungan sementara
yg dilakukan Irwan untuk gempa jogja berkekuatan 6.4 MW di Bantul
kemarin memperlihatkan kemungkinan lateral displacement maksimum hanya
10cm dan slip 60 cm saja.
http://www.seis.nagoya-u.ac.jp/STUDENT/irwan/jogjaeq/jogjaeq.html
RDP
---------------------------------------------------------------------
----- PIT IAGI ke 35 di Pekanbaru
----- Call For Papers until 26 May 2006
----- Submit to: [EMAIL PROTECTED]
---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------