Pak Awang,

Benar, geologist harus fasih menerangkan ilmu (geologi) ke masyarakat awam.
Dulu, ketika masih banyak melakukan pemboran di Lapangan Walio, Papua, kami
tidak pernah menggunakan mudlogging unit tetapi hanya gas detector dan ROP
chart portable saja. Geologist cukup dibantu sample catchers, para crew
pemboran.
Helper kami (room boy) sdr Paulus Welerubun, pemuda asal Tual-Maluku
Tenggara aktif ikut membantu dan belajar memeriksa cutting sample. Akhirnya
Paulus tahu kalau pemboran sudah masuk Textularia II, U Marker dan gamping
Kais hanya berdasarkan perubahan ROP. Selain ada perubahan ROP (rate of
penetration) jenis batuannya pun mempunyai ciri khas tersendiri.

Suatu saat geologist terlambat datang. Saat pemboran selesai, geologist
masih dalam penerbangan Ambon- Jefman Sorong. Cutting samples tetap disimpan
yang nantinya akan diperiksa geologist. Anehnya dalam laporan DDR (daily
drilling report) dicantumkan perkiraan kedalaman formasi (Text II, U marker
dan Kais). Di bawahnya tertulis: Paulus Welerubun (Room boy II) acting
wellsite geologist, di-approve Drilling Supt Dick Nogowski.
Setelah selesai logging, ternyata perkiraan sdr Paulus ya hanya meleset
sedikit.
Sekarang Paulus tetap bekerja di Drilling Dept KMT; selain mengurusi
logistik drilling, dia juga menyusun well files semua sumur baik di Kepala
Burung maupun Salawati dengan rapi.

Rasanya perlu, kawan-2 geologist mulai terjun, masuk ke SMP dan SMA
memperkenalkan ilmu geologi (Pak Awang pernah lakukan di Bogor?). Koleksi
batuan dan fosil saya sering dibawa ke sekolah anak-anak kalau ada pelajaran
IPA.
Salam,

Sugeng

----- Original Message -----
From: "Awang Harun Satyana" <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[email protected]>
Sent: Tuesday, June 20, 2006 8:43 AM
Subject: RE: [iagi-net-l] Geologist masih "setengah dewa"


Manusia setengah dewa sebenarnya Bukek Siansu alias Kwee Sin Liong, tokoh
sakti besutan alm. Khoo Ping Hoo, tapi ini pun fiksi (he2..).

Semua ilmu bermula dari filsafat. Dan, di abad-abad ilmu2 pengetahuan alam
berkembang, semua cabangnya (matematika, astronomi, biologi, fisika, kimia,
geologi) gengsinya sangat tinggi, membentuk istana pualam di langit yang tak
terjangkau (Royal Society).

Tetapi, itu dulu, dan dianut segelintir ilmuwan saja. Sekarang semua ilmu
telah membumi, astronomi pun (dokumen2 arkeo-astronomi belakangan banyak
ditemukan dan membuktikan bahwa ilmu ini tak selamanya melangit).

Maka, geologist pun harus fasih menerangkan ke masyarakat awam tentang
ilmunya. Peristiwa2 geologi mengelilingi kita sehari2, sudah saatnya semua
dijelaskan dengan gamblang.

Hanya, karena sifat ilmunya pula, geologist tak bisa segera angkat bicara.
Perlu cek dan re-cek, dan alam seperti kita tahu sering menyembunyikan
keterangan2nya, atau lembar2 keterangannya telah sobek bahkan hilang.
Rekonstruksi kejadian tentu tak mudah dengan data yang tak lengkap.

Salam,
awang

-----Original Message-----
From: Iman Argakoesoemah [mailto:[EMAIL PROTECTED]
Sent: Tuesday, June 20, 2006 7:28 AM
To: [email protected]
Subject: [iagi-net-l] Geologist masih "setengah dewa"

Memang betul, sejak dulu Geologist dianggap "setengah dewa". Kalau ngga
percaya, coba tanya Iwan Fals. Bahkan katanya ada sejarah mengatakan bahwa
geologist dianggap sebagai "pujangga" bahkan disebut sebagai "filsuf"
segala.

Thanks. Iman



--
No virus found in this outgoing message.
Checked by AVG Free Edition.
Version: 7.1.394 / Virus Database: 268.9.1/369 - Release Date: 6/19/2006


---------------------------------------------------------------------
-----  PIT IAGI ke 35 di Pekanbaru
-----  Call For Papers until 26 May 2006
-----  Submit to: [EMAIL PROTECTED]
---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------



---------------------------------------------------------------------
-----  PIT IAGI ke 35 di Pekanbaru
-----  Call For Papers until 26 May 2006             
-----  Submit to: [EMAIL PROTECTED]    
---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke