Bagi-bagi cerita dikit brgkali bisa ditularkan.
Untuk level senior geologist ke atas di tempat saya bekerja diharuskan
membagi ilmunya kepada community (sekolah, city council, dll) dan ini
masuk ke dalam KPI yang direview utk kenaikan gaji tiap tahun. Mau
nggak mau tiap semester geologist harus main ke sekolah untuk bikin
field trip/presentasi atau berkunjung ke community center bikin poster
session ttg segala sesuatu mengenai geologi, utamanya yg di sekitar
lingkungan masyarakat.
Kalau masuk ke website bbrp perusahaan mgkn bisa dilihat ada menu
"School Project" yg kalo diklik isinya ada toolkit sederhana utk
koleksi mineral, mengamati singkapan atau deskripsi batuan, dll yg
bisa dilakukan oleh siapa saja.
Saya kira di negara maju pun profesi geologist dan ilmu geologi masih
dianggap sedikit "aneh". Bedanya mungkin para geologist-nya yg lebih
proaktif shg fungsi sosialiasi geologi kepada masyarakat bukan
monopoli pemerintah lewat lembaga penelitian atau asosiasi profesi
saja namun juga perusahaan dimana geologist paling banyak berada.
On 6/20/06, Hasan Sidi <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Mungkin lebih tepat kalau disebut rasul, alias raja usul :-)
Saya justru melihat banyak sekali yang bicara (memberikan usulan) di milist
ini untuk IAGI, dari A sampai Z. Yang kurang mungkin action-nya; membantu
para pengurus yang notabene volunteer.
Saya pikir sudah banyak kemajuan yang dicapai IAGI dalam 5-10 tahun
belakangan ini, lebih membumi. Dengan bantuan nyata para netters, mungkin
bisa lebih maju lagi.
FHS
> -----Original Message-----
> From: Shofiyuddin [mailto:[EMAIL PROTECTED]
> Sent: Tuesday, June 20, 2006 9:59 AM
> To: [email protected]
> Subject: Re: [iagi-net-l] Geologist masih "setengah dewa"
>
> saya pikir terlalu berlebihan lah disebut setengah dewa,
> mungkin banyak geologist yang mengabdi dirinya untuk
> masyarakat tapi gak bisa "terlihat"
> oleh kita yang hidup serba keenakan, dapat email gratis, gaji
> gede dan dapat fasilitas laen.
>
> Saya pikir IAGI sudah mencoba berbagai langkah untuk lebih
> memasyarakatkan geologi ke tengah masyarakat, cuma mungkin
> hasilnya belum maksimal. Saya dengar khabar sekarang banyak
> sms dari masyarakat awam yang masuk ke eks ketua IAGI yang
> bertanya sekitar gempa yogya dan khabarnya di response dengan baik.
>
> maaf kalo gak berkenan ....
>
>
> On 6/20/06, Iman Argakoesoemah
> <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> >
> > Memang betul, sejak dulu Geologist dianggap "setengah dewa". Kalau
> > ngga percaya, coba tanya Iwan Fals. Bahkan katanya ada sejarah
> > mengatakan bahwa geologist dianggap sebagai "pujangga"
> bahkan disebut sebagai "filsuf"
> > segala.
> >
> > Thanks. Iman
> >
> > -----Original Message-----
> > From: Rovicky Dwi Putrohari [mailto:[EMAIL PROTECTED]
> > Sent: Tuesday, June 20, 2006 5:12 AM
> > To: [email protected]
> > Subject: [iagi-net-l] Re: Pengamat Perminyakan dan Lumpur Panas.
> >
> >
> > Tentunya bukan asal berani, banyak yang tahu justru tidak punya
> > keberanian memberitahukan atau berani berbicara.
> >
> > Seperti yg sering disinggung pak Kusuma, kalau dokter sudah angkat
> > tangan, ya tentunya pengobatan alternatif tentu akan
> mengambil posisi
> > untuk mengisinya. Kalau yg lebih tahu justru diem tidak berkomentar
> > tentunya yg kurang tahu atau bahkab yg tidak tahu menjadi
> komentator.
> > Apalagi untuk urusan media yg mnurutku bukan mencari
> kebenaran tetapi
> > sekedar bisnis mencari berita, hal-hal sepeti ini langsung saja
> > disamber.
> >
> > Saya ngga ngerti juga kenapa geologist sejak dulu sering dianggap
> > hidup didunia dewa diawang2. Mungkin krn sulit bahasanya, enggannya
> > berbicara, atau ada hal lain .... Secara positip barangkali karena
> > kehati-hatian ya?
> >
> > Salam
> > Rdp
> >
>
---------------------------------------------------------------------
----- PIT IAGI ke 35 di Pekanbaru
----- Call For Papers until 26 May 2006
----- Submit to: [EMAIL PROTECTED]
---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------------------
----- PIT IAGI ke 35 di Pekanbaru
----- Call For Papers until 26 May 2006
----- Submit to: [EMAIL PROTECTED]
---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------