ada filosofi lain.
Biarkan si kecil yg bermain, anak gede nanti beli yg potensi positip aja.
Ketika ada satu drilling dryhole, bagi perusahaan gede yg ditakutkan
bukan rugi biaya eksplorasi/ngebornya, tetapi turunnya saham. Satu
sumur biaya 10 juta tetapi kalau saham trus anjlok 20 point bisa-bisa
nilai totalnya lebih besar dari biaya satu sumur. Itulah sebabnya
perusahaan besar cenderung mengebor yg risiko rendah tetapi akan
memberikan dampak positip pada nilai saham. Disini pikirannya
enterpreneur atau bisnismen yg lebih dominan
Bagi perusahaan kecil (private) kalau toh gagal ya ndak apa-apa toh yg
rugi satu doank. Dampak ke saham ndak besar, tetapi kalau dapet kan
keuntungan bisa berlipat-lipat.
Kecenderungannya akhirnya perusahaan besar memilki anak2 perusahaan
kecil2 yg menjalankan eksplorasi yg berisiko. Nantinya kalau dapet
"dibeli" oleh induknya. Dulu yg berani bermain eksplorasi risiko
tinggi (risiko politik dll) di Cepu Blok kan perusahaan kecil bernama
Ampolex, begitu ada tanda-tanda sukses baru Mobil membeli Ampolex.
sepertinya yg kecil-kecil ini cabe rawit yak
rdp
On 9/14/06, Sukmandaru Prihatmoko <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Menarik nih.... ulasan bung STJ yang lagi "dibuang" di Afrika ini.
Adakah di minyak, coy "gajah" dan coy "junior" macam di mineral ini ya?
Salam - SP
-----Original Message-----
From: budi santoso [mailto:[EMAIL PROTECTED]
Sent: Thursday, September 14, 2006 5:08 PM
To: [email protected]
Subject: RE: [iagi-net-l] Mineral Exploration Coys Baru Masuk
Pak Ndaru,
Saya pikir merekalah pioneer2 dalam dunia eksplorasi
ini bahkan merekalah explorationist sejati meski
kadang nekat . . . bahkan terlalu dan keterlaluan.
Menurunkan 'threshold' mungkin salah satunya tapi bagi
mereka 'no pain no gain'
bagi perusahaan gajah, seperti kita ketahui mereka
terlalu konservatif jadi sering terlambat
mengantisipasinya; terlalu 'rumit' parameter yang
digunakan. Yang mereka lakukan selalu menunggu sampai
(gajah-gajah) lainny beraksi dan lagi-lagi akhirnya
mereka selalu terlambat.
bagi saya mestinya; justru di kondisi seperti ini si
gajah bisa lebih leluasa 'bermain' karena tidak banyak
'competitor' dan mereka umumnya punya kemampuan teknis
untuk men'generate' sebuah 'project' dan
mengevaluasinya secara lebih baik dibanding juniors.
Sebenarnya si gajah gak masalah, tapi si personal
pengambil keputusan untuk masuknya yang gak mau
mengambil mempertaruhkan 'jabatannya' . . wajar. Tapi
terdengar konyol jika mereka ini (secara personal
oknumnya) tahu akan potensi suatu daerah di suatu
negara katakanlah Indonesia project "A" tapi tidak
'berani' mengambil keputusan untuk masuk . . tapi
akhirnya ada sebuah junior yang akhirnya menemukan
sebuah world class deposit tepat di daerah yang si
oknum ni pikirkan sebelumnya. . . yang bisa mereka
lakukan akhirnya 'hanya' rame-rame dengan gajah-gajah
mendekati si junior . . . dengan kemungkinan kalah
dalam bersaing meminang si Junior ini . . .
Dengan sumber dana yang jauh lebih memadai mestinya
mereka lebih bisa persistent untuk mengaplikasikan
ide-ide konseptuanya terhadap suatu daerah, 500rb-1jt
untuk melakukan assessment terhadap sebuah daerah
perosective sebenarnya . sesuatu yang hampir 'nothing
to loose' bagi si gajah ini . . . apalagi si junior
juga akan dengan sendng hati "menerima linpahan"
'abandoned project' ini dari si Gajah ini jika pada
akhirnya mereka memutuskan untuk idak meneruskannya .
. jadi meskipun gajah; besar, dan relatif lambat
gerakannya, mestinya dicangkokan kepadanya otak
'kancil' dari sisi "kecerdikannya" tapi bukan
kelicikannya . . .
wah terus terang pak, saya 'kesel' juga kerja dengan
si 'gajah' sampai berbusa-busa promosi negeri ini,
salah-salah malah 'dibuang' ke Afrika' seperti
sekarang ini . . . he he he
--- Sukmandaru Prihatmoko <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Pak Awang/ Bung STJ/ Mas Agus dkk,
>
> Apakah masuknya/ tertariknya investor ke Indonesia,
> walau mereka sadar
> banyak kendala "non-teknis" spt yg kita sebut
> barusan, boleh diartikan bahwa
> mereka ini (termasuk yg berstatus calon
> investor)telah menurunkan
> threshold-nya untuk masuk ke suatu Negara?? Menarik.
> Mungkin jawabannya...
> adalah iya, karena kalau kita amati yg mulai
> "berani" adalah para junior
> coys, yang biasanya lebih fleksible dan lebih berani
> ambil resiko, sementara
> coys besar tetap saja "jaga jarak".
>
> Jadi kalau kita ambil positip-nya dari situasi ini,
> masih terbuka kesempatan
> lebar buat investor pribumi (Indonesia) untuk
> berkompetisi dengan investor
> asing skala kecil ini, dan meramaikan industri
> eksplorasi, membuka lapangan
> kerja baru dst -dst.... (cmiw). Siapa berani?
>
> Salam - Daru
> ---- belum berani jadi investor ----
>
---------------------------------------------------------------------
----- PIT IAGI ke 35 di Pekanbaru
----- Call For Papers until 26 May 2006
----- Submit to: [EMAIL PROTECTED]
---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------
--
http://rovicky.wordpress.com/
---------------------------------------------------------------------
----- PIT IAGI ke 35 di Pekanbaru
----- Call For Papers until 26 May 2006
----- Submit to: [EMAIL PROTECTED]
---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------