Mang Okim,
  Bagaimana kalau beberapa artefak tersebut oleh mang Okim, mas Budi dll dibawa 
ke Bali untuk di pertunjukkan di joint convention.
   
  Mungkin bisa meningkatkan interest dan awareness dikalangan geosainstis 
Indonesia pada disiplin geo-arkeologi dan penyelamatan artefak2 bersejarah. 
Apalagi kalau beberapa paper mengenai hal ini juga bisa  dipresentasikan.
   
   
  Salam
  Oki (gak pakai 'm')

miko <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
  Pak Rovicky,

Ide penyimpanan benda prasejarah di ruang maya tentunya sangat bagus. Hal ini 
rasanya telah dilakukan oleh Museum Geologi Bandung. Hanya kalau bisa 
memamerkannya langsung ke masyarakat yang tak punya akses ke ruang maya, 
tentunya akan lebih bagus lagi. Masalah tempat ? Walahaula .......... 
kalau Tuhan menghendaki, maka tak ada hal yang tak mungkin.

Sebetulnya sangat sayang kalau ribuan artefak karnelian berkualitas batumulia 
yang berkaitan dengan peradaban manusia Paleolitikum sampai Neolitikum tersebut 
tersimpan terus di peti (seperti halnya benda2 tinggalan manusia pra-sejarah 
dari Situs Gua Pawon hasil temuan KRCB dan Balai Arkeologi Bandung). Inilah 
yang jadi pikiran mang Okim dan rekan2 di KRCB .

Salam batumulia, mang Okim 




Sent from my BlackBerry® wireless device 

-----Original Message-----
From: "Rovicky Dwi Putrohari" 

Date: Sun, 28 Jan 2007 09:57:28 
To:[email protected]
Subject: Re: [iagi-net-l] TEMUAN ARTEFAK : ADA SARAN ???


> Mang Okim pernah diberi kesempatan melihat koleksi artefak di Museum Geologi 
> termasuk yang dari Kali Baksoko / von Konigswald. Sebagian besar koleksi 
> tersebut masih tersimpan rapih di laci2 tertutup dalam ruang penyimpanan 
> koleksi , tidak dipamerkan. Masalahnya tentu tempat.
>

Kalimat Mak Okim diatas sebenernya sudah sering terdengar di kalangan
"musium-ist" ... wah ini isitilah ngawunya librarians. Bagi mereka yg
berkecimpung atau konsen dengan barang2 yg perlu dilestarikan tentunya
"tempat", space atau ruang sering menjadi kendala untuk menyimpan.
Termasuk kita juga, bagaimana sulitnya menyimpan barang2 kenangan
semasa SMA dulu, foto, buku2 kecil, catatan, bahkan mungkin surat
cinta pertama yg ditulis di kertas merah jambu ... wupst.

Perlukah menyimpan barang2 kunoi begini? ya tentu saja buat kita
perlu. Sebenarnya bukan hanya kita yang konsen dengan milik kita saja.
Barang langka merupakan hasil budaya. Budaya pun bisa dicuri. Sebagai
contoj kongkrit Malaysia sedang mengumpulan hasil kebudayaan bangsa
melayu bahkan Jawa untuk di klaim sebagai budaya Malaysia. Batik sudah
beberapa dipatenkan di Malaysia,

Sayangnya menyimpan barang lama-lama akan menumpuk. Ruang almaripun
tak cukup. Sehingga kita memerlukan ruang khusus menyimpan "koleksi"
kita. Salah satu ruang koleksi yaitu gedung musium tetapi gedung ini
terbatas. Nah ruang yang masih luas hanyalah ruang maya ... "virtual
space".

Mungkin saatnya kita menympan "barang-barang" artefak2 seperti ini
dalam ruang maya. Semua parameter fisis diukur, geometri juga diukur,
didiskripsikan dan disimpan dalam ruang maya utk disebar luasakan.

rdp

---------------------------------------------------------------------
siap melancong dan presentasi di Bali pada tahun 2007 ini???
ayo bersiap untuk PIT Bersama HAGI-IAGI dan asosiasi2 lainnya di Pulau Dewata!!!
semarakkan dengan makalah-makalah yang berkualitas internasional...
---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------



 
---------------------------------
Want to start your own business? Learn how on Yahoo! Small Business.

Kirim email ke