Dugaan saya juga begitu.
 
Kira-kira 2 bulan yll, tempat usaha istri saya yang ditunggui 4 orang
karyawan kedatangan "tamu" yang punya ilmu hipnotis.
Bagaikan kerbau dicocok hidung, ke 4 nya menurut saja waktu disuruh
memindahkan barang-barang dagangan ke dalam mobil bak terbuka yang
dibawa si penghipnotis. Dan  ..... wuss lenyaplah sudah.
 

Budiman 


________________________________

From: Kabul Ahmad [mailto:[EMAIL PROTECTED] 
Sent: Wednesday, June 06, 2007 2:33 PM
To: [email protected]
Subject: Re: [iagi-net-l] PENCURIAN LAP TOP YANG CANGGIH DI KA EXPRESS
PARAHYANGAN.


Ikut prihatin bapak..
Sangat memungkinkan pencurian ini menggunakan metode hipnotis ( ilmu
gendam ), korban memang sama sekali tidak menyadari.
Jadi usahakan jangan melamun, setengah tidur atau menerawang. 
Di Konvensi IPA /Exhibition kemarin 4 laptop hilang pada saat yang
bersamaan bahkan masih nyambung kabelnya untuk presentasi di pameranpun
juga lenyap, meleng sedikit saja dalam hitungan detik laptop amblas.
Puluhan polisi dan sekuriti yang ditugaskan di arena IPA pun tak bisa
melacak.
Hati-hati dan waspada.

        ----- Original Message ----- 
        From: R.P. Koesoemadinata <mailto:[EMAIL PROTECTED]>  
        To: [email protected] 
        Sent: Tuesday, June 26, 2007 10:07 AM
        Subject: [iagi-net-l] PENCURIAN LAP TOP YANG CANGGIH DI KA
EXPRESS PARAHYANGAN.

        PENCURIAN LAP TOP YANG CANGGIH DI KA EXPRESS PARAHYANGAN.

         

        Saya telah menjadi korban pencurian laptop (notebook Toshiba) di
KA Express Parahyangan yang sangat canggih seperti dalam cerita buku
Agatha Christie atau  seperti film-film spy seperti Mission Impossible ,
James Bond.

        Hari Selasa tgl. 5 Juni 2007 saya berangkat dari Bandung jam
6.00 dengan KA Parahyangan ke Jakarta di kelas Eksekutif, dan
mendapatkan tempat duduk no 2 dari belakang pada gerbong paling buntut.
Pada pagi naas itu  saya melanggar aturan saya sendiri dengan menyimpan
tas lap top di tempat barang bawaan di atas (overhead  compartment),
padahal biasanya saya selalu menempatkan laptop di bawah kaki. Tetapi
pemikiran waktu itu adalah bahwa  pencurian biasanya terjadi pada waktu
KA berangkat atau begitu KA berhenti waktu mana ramai kuli angkat masuk.
Jadi saya perhatikan hal ini, dan selama KA sedang jalan saya pikir
tidak mungkin ada berani yang mencuri. Juga shoulder-strap tas laptop
yang sengaja untaikan ke bawah supaya dapat diawasi.

        Saya duduk dekat jendela dan kebetulan bertemu dengan Pak Fred
Hehuwat, dan beliau pindah duduk sebelah saya,. Kami pun ngobrol sampai
lewat Purwakarta, setelah mana saya mulai ngantuk, tetapi Pak Fred tidak
dan membaca, tetapi dia sekali-kali ke bordes belakang untuk ke toilet
atau merokok.

        Sampai di Gambir semuanya kelihatan beres, dan tas laptop saya
ambil dan tidak terasa ada perubahan apa-apa. Waktu naik taksi baru saya
perhatikan bahwa kantung luar tas laptop ini agak kempis, saya cek
ternyata charger tidak ada walaupun kabel colokan listriknya ada. Saya
pikir mungkin ketinggalan di rumah, walaupun aneh juga karena kabel  ini
tidak pernah saya cabut karena agak seret.

        Di kantor yang pertama saya kunjungi saya membuka tas laptop
untuk mengambil dokumen dari atas laptop serta flash-disk, tetapi karena
banyaknya kertas yang menutupi belum melihat adanya kehilangan apa-apa.
Sesudah makan siang saya mengunjungi kantor di Menara Gracia, Kuningan.
Setelah ngobrol-ngobrol dengan Pak Soulisa dan rekan-rekan saya membuka
tas laptop kembali untuk mengambil dokumen, terlihat adanya majalah
dengan cover yang sexy; sehingga Pak Soulisa menyeletuk wah Pak Kusuma
sekarang suka bawa-bawa majalah "Playboy" yah. Saya merasa aneh siapa
yang jail naruh majalah ini, yang ternyata diikat dengan strap yang
biasanya mengikat laptop. Setelah saya buka ternyata laptop (notebook
Toshiba Satellite) sudah hilang, dan telah digantikan dengan 2 eksemplar
dari Majalah Dewi  terbitan bulan Maret 2007 yang masih tertutup
plastic, yang ukurannya pas ukuran notebook saya, juga berat kedua
eksemplar majalah hanya sedikit lebih ringan dari laptop saya. Saya cek
aksesories yang lainnya seperti flash-disk, protable scanner, laser
pointer dsb, ternyata tidak ada yang hilang. Saya kebetulan tidak
membawa external  harddisk, karena seminggu sebelumnya tertinggal di
kantor Jakarta.

        Saya beritahukan Pak Fred Hehuwat yang ada di kantor itu juga,
beliau pun  hampir tidak percaya, bingung kapan pencurian ini bisa
terjadi.. Satu-satunya kesimpulan adalah bahwa pencuri ini sangat pandai
dan terlatih, mungkin bekas CIA, BIN atau yang suka nonton film spy.
Pertama dia telah mempersiapkan majalah Dewi yang berat dan ukurannya
sama dengan laptop dalam melakukan aksinya. Saya curiga atas 2 orang
yang duduk di belakang kita. Celah waktu untuk melakukan aksinya sangat
sempit, yaitu kalau saya sedang  tertidur (saya tidak tidur
terus-terusan) berbarengan dengan perginya Pak Fred ke bordes belakang.
Mungkin dia perhatikan bahwa Pak Fred ke belakang untuk merokok,
sehingga waktunya diperhitungkan sampai 5 menit. Posisi tempat duduk
saya, no 2 dari belakang juga menguntungkan bagi si pencuri (mungkin dia
sudah atur untuk duduk di paling belakang ), dia dapat mengambil tas
laptop di atas saya tanpa adanya perhatian dari penumpang lain, karena
semua ada di depan saya dan menghadap ke arah depan. Seingat saya tidak
ada penumpang lain di seberang gang atau di belakangnya. Pada celah
waktu inilah si pencuri ini berhasil mengambil tas lap top saya, kembali
ke tempat duduk menggantikannya dengan lap top dengan 2 copy majalah,
mengikatnya dengan rapi, menutupnya kembali, mengambil charger,
melepaskan kabelnya (entah mengapa) dan memasukkan kembali ke kantong
tas, kemudian mengembalikan tas laptop ke tempat bagasi di atas kepala
saya. Dengan demikian saya tidak sadar bahwa laptop sudah hilang dan
baru tahu 4 jam kemudian. Seandaikan dia curi seluruh tas lap top, tentu
akan saya segera tahu begitu terbangun, dan saya akan ribut, sedangkan
dia tidak akan bisa lari kalau kereta masih berjalan.

         

        Sungguh luar biasa cerdiknya dan sangat terlatih. Selamat bagi
pencuri, saya kagum atas usahanya ini, walaupun tentu saya dongkol
sekali.

         

        Sebagai -hiburan untuk diri saya sendiri - memang laptop ini
sudah agak tua dan sudah waktunya beli yang baru, karena batere dan DVD
drive sudah tidak jalan, tidak ada wifi-nya dan data yang di hard disk
sudah  back-up. Dan extenrnal hard disk yang mengandung data-base
selamat dari pencurian ini.

         

        Wassalam

        RP Koesoemadinata.

Kirim email ke