Pak Prof Koesoemadinata yth:
Saya ikut prihatin atas kejadian tsb. Harga laptonya mungkin tak seberapa bila
dibandingkan dengan data yg tersimpan di dalamnya. Tapi, mudah-mudahan bapak
tak menyimpan data pada internal dard disk, karena kan bapak biasa pakai yg
external. From now - on, jika bepergian dgn KA atau Bus, jangan sekali-kali
lagi nyimpan tas laptop pada rak. Di dalam pesawat, saya kira masih okelah -
tapi masih perlu hati2.
Saya curiga, jangan2 bapak sudah dibuntuti sejak dari Bandung, karena bapak kan
sudah dikenal oleh banyak orang sebagai seorang pakar yg mempunyai segudang
data dan informasi ttg sumberdaya energi Indonesia. Kapan-kapan saya ingin
diskusi dgn Prof, krn sudah lama pula kita tak jumpa yaitu semenjak Konferensi
Geologi Batubara Asia di Bandung tahun 2000 dulu.
Salam hormat saya buat Prof Koesoemadinata - guru yg ngajari kita ttg
sedimentologi dan minyak bumi.
Wassalam,
Chairul Nas
"R.P. Koesoemadinata" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: DIV { MARGIN: 0px } Di
kantor mana? saya pergi dari rumah pagi2 dan saya sendiri yang masukkan ke
tas. Sewaktu kunjungan kantor2 di Jakarta, tas laptop tidak pernah lepas dari
tangan saya
----- Original Message -----
From: noor syarifuddin
To: [email protected]
Sent: Wednesday, June 06, 2007 10:27 AM
Subject: Re: [iagi-net-l] PENCURIAN LAP TOP YANG CANGGIH DI KA EXPRESS
PARAHYANGAN.
Pak Koesoema,
Ikut prihatin atas musibah ini.....mudah-mudahan dengan hal ini ada
"pembenaran" untuk membeli laptop baru yang ber-wifi..:-)
Kalau melihat kronologisnya, apa tidak mungkin hal tsb terjadi di kantor
? Pencurian laptop di kantor-kantor saat ini juga merupakan salah satu hal
yang sering terjadi..
salam,
----- Original Message ----
From: R.P. Koesoemadinata <[EMAIL PROTECTED]>
To: [email protected]
Sent: Tuesday, June 26, 2007 11:07:56 AM
Subject: [iagi-net-l] PENCURIAN LAP TOP YANG CANGGIH DI KA EXPRESS
PARAHYANGAN.
PENCURIAN LAP TOP YANG CANGGIH DI KA EXPRESS PARAHYANGAN.
Saya telah menjadi korban pencurian laptop (notebook Toshiba) di KA
Express Parahyangan yang sangat canggih seperti dalam cerita buku Agatha
Christie atau seperti film-film spy seperti Mission Impossible , James Bond.
Hari Selasa tgl. 5 Juni 2007 saya berangkat dari Bandung jam 6.00 dengan
KA Parahyangan ke Jakarta di kelas Eksekutif, dan mendapatkan tempat duduk
no 2 dari belakang pada gerbong paling buntut. Pada pagi naas itu saya
melanggar aturan saya sendiri dengan menyimpan tas lap top di tempat barang
bawaan di atas (overhead compartment), padahal biasanya saya selalu
menempatkan laptop di bawah kaki. Tetapi pemikiran waktu itu adalah bahwa
pencurian biasanya terjadi pada waktu KA berangkat atau begitu KA berhenti
waktu mana ramai kuli angkat masuk. Jadi saya perhatikan hal ini, dan selama
KA sedang jalan saya pikir tidak mungkin ada berani yang mencuri. Juga
shoulder-strap tas laptop yang sengaja untaikan ke bawah supaya dapat
diawasi.
Saya duduk dekat jendela dan kebetulan bertemu dengan Pak Fred Hehuwat,
dan beliau pindah duduk sebelah saya,. Kami pun ngobrol sampai lewat
Purwakarta, setelah mana saya mulai ngantuk, tetapi Pak Fred tidak dan
membaca, tetapi dia sekali-kali ke bordes belakang untuk ke toilet atau
merokok.
Sampai di Gambir semuanya kelihatan beres, dan tas laptop saya ambil dan
tidak terasa ada perubahan apa-apa. Waktu naik taksi baru saya perhatikan
bahwa kantung luar tas laptop ini agak kempis, saya cek ternyata charger tidak
ada walaupun kabel colokan listriknya ada. Saya pikir mungkin ketinggalan di
rumah, walaupun aneh juga karena kabel ini tidak pernah saya cabut karena
agak seret.
Di kantor yang pertama saya kunjungi saya membuka tas laptop untuk
mengambil dokumen dari atas laptop serta flash-disk, tetapi karena banyaknya
kertas yang menutupi belum melihat adanya kehilangan apa-apa. Sesudah makan
siang saya mengunjungi kantor di Menara Gracia, Kuningan. Setelah
ngobrol-ngobrol dengan Pak Soulisa dan rekan-rekan saya membuka tas laptop
kembali untuk mengambil dokumen, terlihat adanya majalah dengan cover yang
sexy; sehingga Pak Soulisa menyeletuk wah Pak Kusuma sekarang suka bawa-bawa
majalah “Playboy” yah. Saya merasa aneh siapa yang jail naruh majalah ini,
yang ternyata diikat dengan strap yang biasanya mengikat laptop. Setelah saya
buka ternyata laptop (notebook Toshiba Satellite) sudah hilang, dan telah
digantikan dengan 2 eksemplar dari Majalah Dewi terbitan bulan Maret 2007
yang masih tertutup plastic, yang ukurannya pas ukuran notebook saya, juga
berat kedua eksemplar majalah hanya sedikit lebih
ringan dari laptop saya. Saya cek aksesories yang lainnya seperti
flash-disk, protable scanner, laser pointer dsb, ternyata tidak ada yang
hilang. Saya kebetulan tidak membawa external harddisk, karena seminggu
sebelumnya tertinggal di kantor Jakarta .
Saya beritahukan Pak Fred Hehuwat yang ada di kantor itu juga, beliau pun
hampir tidak percaya, bingung kapan pencurian ini bisa terjadi..
Satu-satunya kesimpulan adalah bahwa pencuri ini sangat pandai dan terlatih,
mungkin bekas CIA, BIN atau yang suka nonton film spy. Pertama dia telah
mempersiapkan majalah Dewi yang berat dan ukurannya sama dengan laptop dalam
melakukan aksinya. Saya curiga atas 2 orang yang duduk di belakang kita.
Celah waktu untuk melakukan aksinya sangat sempit, yaitu kalau saya sedang
tertidur (saya tidak tidur terus-terusan) berbarengan dengan perginya Pak
Fred ke bordes belakang. Mungkin dia perhatikan bahwa Pak Fred ke belakang
untuk merokok, sehingga waktunya diperhitungkan sampai 5 menit. Posisi
tempat duduk saya, no 2 dari belakang juga menguntungkan bagi si pencuri
(mungkin dia sudah atur untuk duduk di paling belakang ), dia dapat
mengambil tas laptop di atas saya tanpa adanya perhatian dari penumpang
lain, karena semua ada di depan saya dan menghadap ke arah depan. Seingat
saya tidak ada penumpang lain di seberang gang atau di belakangnya. Pada
celah waktu inilah si pencuri ini berhasil mengambil tas lap top saya,
kembali ke tempat duduk menggantikannya dengan lap top dengan 2 copy
majalah, mengikatnya dengan rapi, menutupnya kembali, mengambil charger,
melepaskan kabelnya (entah mengapa) dan memasukkan kembali ke kantong tas,
kemudian mengembalikan tas laptop ke tempat bagasi di atas kepala saya.
Dengan demikian saya tidak sadar bahwa laptop sudah hilang dan baru tahu 4
jam kemudian. Seandaikan dia curi seluruh tas lap top, tentu akan saya
segera tahu begitu terbangun, dan saya akan ribut, sedangkan dia tidak akan
bisa lari kalau kereta masih berjalan.
Sungguh luar biasa cerdiknya dan sangat terlatih. Selamat bagi pencuri,
saya kagum atas usahanya ini, walaupun tentu saya dongkol sekali.
Sebagai –hiburan untuk diri saya sendiri – memang laptop ini sudah agak
tua dan sudah waktunya beli yang baru, karena batere dan DVD drive sudah tidak
jalan, tidak ada wifi-nya dan data yang di hard disk sudah back-up. Dan
extenrnal hard disk yang mengandung data-base selamat dari pencurian ini.
Wassalam
RP Koesoemadinata.
---------------------------------
Pinpoint customers who are looking for what you sell.
---------------------------------
Kunjungi halaman depan Yahoo! Indonesia yang baru!