Terima kasih atas komentar mengenai pencurian laptop. Saya baru sadar
sekarang bahwa pencurian sekarang di Indonesia ini makin canggih saja
seperti dalam film2 saja. Kendaraan umum sekarang sangat tidak aman. Juga
tempat umum seperti di convention hall juga tidak aman. Luar biasa, terpaksa
jadi paranoid.
Saya kira ada baiknya para anggota mailing list ini berbagi pengalaman
mengenai hal ini, walaupun ternyata para pencuri selalu "one step ahead"
dengan "pre-cautions" yang kita lakukan berdasarkan pengalaman.
Wassalam
----- Original Message -----
From: "miko" <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[email protected]>
Cc: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Wednesday, June 06, 2007 6:21 PM
Subject: RE: [iagi-net-l] PENCURIAN LAP TOP YANG CANGGIH DI KA EXPRESS
PARAHYANGAN.
Yth Pak Koesoema,
Ceritanya sangat menarik dan saya ikut prihatin atas musibah yang menimpa
Bapak ( walau ada hikmahnya juga, karena Bapak jadi punya laptop baru )
. Dan untungnya yang lain karena Bapak duluan yang buka tas laptopnya ,
coba kalau Ibu yang duluan , bisa runyem deh ( bisa-bisa seperti cerita
detektif romantika barangkali ).
PERISTIWA COPET DI BUS BANDUNG EXPRESS
Peristiwa sejenis terjadi juga di bus Bandung Express jurusan Bandung -
Surabaya 3 hari yang lalu. Saya kebetulan naik bus ini karena pesawat dan
kereta api fully booked (week-end panjang). Jam 4 pagi , seorang penumpang
yang naik dari Sumedang dan duduk di samping belakang saya tiba-tiba
minta sopir bus untuk berhenti di kantor polisi terdekat. Katanya amplop
yang ada dalam traveling bag nya ada yang nyobek dan cincin safir, arloji
antik, dan kaca mata yang ada di dalam amplop tersebut raib. Teman duduk
sebelahnya ternyata kehilangan juga uang tunai 2 juta yang ditaruh dalam
traveling bag kecil miliknya (amplop yang tadinya berisi uang tersebut
ditinggalkan kosong).
Di kantor polisi Lamongan bus berhenti untuk melaporkan kejadian di atas.
Menurut perkiraan, pelakunya mungkin 2 orang yang juga naik dari Sumedang
( turun duluan padahal tujuannya ke Surabaya ). Kejadiannya mungkin ketika
penumpang turun untuk makan malam di kawasan Cirebon.
Rekan-rekan IAGI yang budiman,
Alhamdulilah saya masih dilindumgi Tuhan YMK. Tas laptop yang berisi
digital camera dll.
yang diletakkan di tempat nyimpan barang di atas tempat duduk tak
disentuh. Yang kasihan Bapak yang kehilangan uang 2 juta tadi karena
bekalnya ludes dan tak mungkin untuk meneruskan perjalananmya dengan
pesawat ke Mataram Lombok ( baru selesai mengikuti workshop PGRI di
Bandung ). Beruntunglah Bapak tersebut karena saya masih punya simpanan
uang di ATM sehingga kebutuhannya bisa dibantu. Sedangkan yang kehilangan
cincin dan arloji tampaknya tak ada masalah apalagi menurut ceritanya dia
baru pindah ke kantor Bea Cukai Pasuruan yang dari cukai rokok dan
tembakau saja konon kantornya bisa mengumpulkan sampai 7 triliun rupiah
( apa benar ya, kalau benar kok negeri kita masih gini gini saja ).
Semoga cerita tambahan di atas bisa meningkatkan kewaspadaan kita semua.
Salam, miko
Sent from my BlackBerry® wireless device
-----Original Message-----
From: "R.P. Koesoemadinata" <[EMAIL PROTECTED]>
Date: Tue, 26 Jun 2007 10:07:56
To:<[email protected]>
Subject: [iagi-net-l] PENCURIAN LAP TOP YANG CANGGIH DI KA EXPRESS
PARAHYANGAN.
PENCURIAN LAP TOP YANG CANGGIH DI KA EXPRESS PARAHYANGAN.
Saya telah menjadi korban pencurian laptop (notebook Toshiba) di KA
Express Parahyangan yang sangat canggih seperti dalam cerita buku Agatha
Christie atau seperti film-film spy seperti Mission Impossible , James
Bond.
Hari Selasa tgl. 5 Juni 2007 saya berangkat dari Bandung jam 6.00 dengan
KA Parahyangan ke Jakarta di kelas Eksekutif, dan mendapatkan tempat duduk
no 2 dari belakang pada gerbong paling buntut. Pada pagi naas itu saya
melanggar aturan saya sendiri dengan menyimpan tas lap top di tempat
barang bawaan di atas (overhead compartment), padahal biasanya saya selalu
menempatkan laptop di bawah kaki. Tetapi pemikiran waktu itu adalah bahwa
pencurian biasanya terjadi pada waktu KA berangkat atau begitu KA berhenti
waktu mana ramai kuli angkat masuk. Jadi saya perhatikan hal ini, dan
selama KA sedang jalan saya pikir tidak mungkin ada berani yang mencuri.
Juga shoulder-strap tas laptop yang sengaja untaikan ke bawah supaya dapat
diawasi.
Saya duduk dekat jendela dan kebetulan bertemu dengan Pak Fred Hehuwat,
dan beliau pindah duduk sebelah saya,. Kami pun ngobrol sampai lewat
Purwakarta, setelah mana saya mulai ngantuk, tetapi Pak Fred tidak dan
membaca, tetapi dia sekali-kali ke bordes belakang untuk ke toilet atau
merokok.
Sampai di Gambir semuanya kelihatan beres, dan tas laptop saya ambil dan
tidak terasa ada perubahan apa-apa. Waktu naik taksi baru saya perhatikan
bahwa kantung luar tas laptop ini agak kempis, saya cek ternyata charger
tidak ada walaupun kabel colokan listriknya ada. Saya pikir mungkin
ketinggalan di rumah, walaupun aneh juga karena kabel ini tidak pernah
saya cabut karena agak seret.
Di kantor yang pertama saya kunjungi saya membuka tas laptop untuk
mengambil dokumen dari atas laptop serta flash-disk, tetapi karena
banyaknya kertas yang menutupi belum melihat adanya kehilangan apa-apa.
Sesudah makan siang saya mengunjungi kantor di Menara Gracia, Kuningan.
Setelah ngobrol-ngobrol dengan Pak Soulisa dan rekan-rekan saya membuka
tas laptop kembali untuk mengambil dokumen, terlihat adanya majalah dengan
cover yang sexy; sehingga Pak Soulisa menyeletuk wah Pak Kusuma sekarang
suka bawa-bawa majalah “Playboy” yah. Saya merasa aneh siapa yang jail
naruh majalah ini, yang ternyata diikat dengan strap yang biasanya
mengikat laptop. Setelah saya buka ternyata laptop (notebook Toshiba
Satellite) sudah hilang, dan telah digantikan dengan 2 eksemplar dari
Majalah Dewi terbitan bulan Maret 2007 yang masih tertutup plastic, yang
ukurannya pas ukuran notebook saya, juga berat kedua eksemplar majalah
hanya sedikit lebih ringan dari laptop saya. Saya cek aksesories yang
lainnya seperti flash-disk, protable scanner, laser pointer dsb, ternyata
tidak ada yang hilang. Saya kebetulan tidak membawa external harddisk,
karena seminggu sebelumnya tertinggal di kantor Jakarta.
Saya beritahukan Pak Fred Hehuwat yang ada di kantor itu juga, beliau pun
hampir tidak percaya, bingung kapan pencurian ini bisa terjadi..
Satu-satunya kesimpulan adalah bahwa pencuri ini sangat pandai dan
terlatih, mungkin bekas CIA, BIN atau yang suka nonton film spy. Pertama
dia telah mempersiapkan majalah Dewi yang berat dan ukurannya sama dengan
laptop dalam melakukan aksinya. Saya curiga atas 2 orang yang duduk di
belakang kita. Celah waktu untuk melakukan aksinya sangat sempit, yaitu
kalau saya sedang tertidur (saya tidak tidur terus-terusan) berbarengan
dengan perginya Pak Fred ke bordes belakang. Mungkin dia perhatikan bahwa
Pak Fred ke belakang untuk merokok, sehingga waktunya diperhitungkan
sampai 5 menit. Posisi tempat duduk saya, no 2 dari belakang juga
menguntungkan bagi si pencuri (mungkin dia sudah atur untuk duduk di
paling belakang ), dia dapat mengambil tas laptop di atas saya tanpa
adanya perhatian dari penumpang lain, karena semua ada di depan saya dan
menghadap ke arah depan. Seingat saya tidak ada penumpang lain di seberang
gang atau di belakangnya. Pada celah waktu inilah si pencuri ini berhasil
mengambil tas lap top saya, kembali ke tempat duduk menggantikannya dengan
lap top dengan 2 copy majalah, mengikatnya dengan rapi, menutupnya
kembali, mengambil charger, melepaskan kabelnya (entah mengapa) dan
memasukkan kembali ke kantong tas, kemudian mengembalikan tas laptop ke
tempat bagasi di atas kepala saya. Dengan demikian saya tidak sadar bahwa
laptop sudah hilang dan baru tahu 4 jam kemudian. Seandaikan dia curi
seluruh tas lap top, tentu akan saya segera tahu begitu terbangun, dan
saya akan ribut, sedangkan dia tidak akan bisa lari kalau kereta masih
berjalan.
Sungguh luar biasa cerdiknya dan sangat terlatih. Selamat bagi pencuri,
saya kagum atas usahanya ini, walaupun tentu saya dongkol sekali.
Sebagai –hiburan untuk diri saya sendiri – memang laptop ini sudah agak
tua dan sudah waktunya beli yang baru, karena batere dan DVD drive sudah
tidak jalan, tidak ada wifi-nya dan data yang di hard disk sudah back-up.
Dan extenrnal hard disk yang mengandung data-base selamat dari pencurian
ini.
Wassalam
RP Koesoemadinata.
----------------------------------------------------------------------------
Hot News!!!
CALL FOR PAPERS: send your abstract by 30 March 2007 to [EMAIL PROTECTED]
Joint Convention Bali 2007 - The 32nd HAGI, the 36th IAGI, and the
29th IATMI Annual Convention and Exhibition,
Bali Convention Center, 13-16 November 2007
----------------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------