Yth Pak Koesoema,

Ceritanya sangat menarik dan saya ikut prihatin atas musibah yang menimpa Bapak 
 ( walau ada hikmahnya juga,  karena  Bapak jadi punya laptop baru ) . Dan 
untungnya yang lain karena Bapak  duluan yang buka tas laptopnya , coba  kalau 
Ibu yang duluan , bisa runyem deh ( bisa-bisa seperti cerita detektif romantika 
 barangkali ).

PERISTIWA COPET DI BUS BANDUNG EXPRESS

Peristiwa sejenis terjadi juga di bus Bandung Express  jurusan Bandung - 
Surabaya 3 hari  yang lalu. Saya kebetulan naik bus ini karena pesawat dan 
kereta api fully booked (week-end panjang). Jam 4 pagi , seorang penumpang yang 
naik dari Sumedang dan duduk di samping belakang  saya tiba-tiba minta sopir 
bus untuk berhenti di kantor polisi terdekat. Katanya amplop yang ada dalam 
traveling bag nya ada yang nyobek dan cincin safir, arloji antik, dan kaca mata 
yang ada di dalam amplop tersebut raib. Teman duduk sebelahnya ternyata 
kehilangan juga uang tunai 2 juta yang ditaruh dalam traveling bag  kecil 
miliknya (amplop yang tadinya berisi uang tersebut ditinggalkan kosong).

Di kantor polisi Lamongan bus berhenti untuk melaporkan kejadian di atas. 
Menurut perkiraan, pelakunya mungkin 2 orang yang juga naik dari Sumedang ( 
turun duluan padahal tujuannya ke Surabaya ). Kejadiannya mungkin ketika 
penumpang turun untuk makan malam di kawasan Cirebon.

Rekan-rekan IAGI yang budiman,

Alhamdulilah saya masih dilindumgi Tuhan YMK. Tas laptop yang berisi digital 
camera dll.
yang diletakkan di tempat nyimpan barang  di atas tempat duduk tak disentuh. 
Yang kasihan Bapak yang kehilangan uang 2 juta tadi karena bekalnya ludes dan 
tak mungkin untuk meneruskan perjalananmya dengan pesawat ke Mataram Lombok ( 
baru selesai mengikuti workshop PGRI di Bandung ). Beruntunglah Bapak tersebut 
karena saya masih punya simpanan uang di ATM sehingga kebutuhannya bisa 
dibantu. Sedangkan yang kehilangan cincin dan arloji tampaknya tak ada masalah 
apalagi menurut ceritanya dia baru pindah ke kantor  Bea Cukai Pasuruan yang 
dari cukai rokok dan tembakau saja konon kantornya bisa  mengumpulkan sampai 7 
triliun rupiah ( apa benar ya, kalau benar kok negeri kita masih gini gini saja 
).

Semoga cerita tambahan di atas bisa meningkatkan kewaspadaan kita semua.

Salam, miko
Sent from my BlackBerry® wireless device

-----Original Message-----
From: "R.P. Koesoemadinata" <[EMAIL PROTECTED]>

Date: Tue, 26 Jun 2007 10:07:56 
To:<[email protected]>
Subject: [iagi-net-l] PENCURIAN LAP TOP YANG CANGGIH DI KA EXPRESS PARAHYANGAN.


PENCURIAN LAP TOP YANG CANGGIH DI KA EXPRESS PARAHYANGAN. 
  
Saya telah menjadi korban pencurian laptop (notebook Toshiba) di KA Express 
Parahyangan yang sangat canggih seperti dalam cerita buku Agatha Christie atau  
seperti film-film spy seperti Mission Impossible , James Bond. 
Hari Selasa tgl. 5 Juni 2007 saya berangkat dari Bandung jam 6.00 dengan KA 
Parahyangan ke Jakarta di kelas Eksekutif, dan mendapatkan tempat duduk no 2 
dari belakang pada gerbong paling buntut. Pada pagi naas itu  saya melanggar 
aturan saya sendiri dengan menyimpan tas lap top di tempat barang bawaan di 
atas (overhead  compartment), padahal biasanya saya selalu menempatkan laptop 
di bawah kaki. Tetapi pemikiran waktu itu adalah bahwa  pencurian biasanya 
terjadi pada waktu KA berangkat atau begitu KA berhenti waktu mana ramai kuli 
angkat masuk. Jadi saya perhatikan hal ini, dan selama KA sedang jalan saya 
pikir tidak mungkin ada berani yang mencuri. Juga shoulder-strap tas laptop 
yang sengaja untaikan ke bawah supaya dapat diawasi. 
Saya duduk dekat jendela dan kebetulan bertemu dengan Pak Fred Hehuwat, dan 
beliau pindah duduk sebelah saya,. Kami pun ngobrol sampai lewat Purwakarta, 
setelah mana saya mulai ngantuk, tetapi Pak Fred tidak dan membaca, tetapi dia 
sekali-kali ke bordes belakang untuk ke toilet atau merokok. 
Sampai di Gambir semuanya kelihatan beres, dan tas laptop saya ambil dan tidak 
terasa ada perubahan apa-apa. Waktu naik taksi baru saya perhatikan bahwa 
kantung luar tas laptop ini agak kempis, saya cek ternyata charger tidak ada 
walaupun kabel colokan listriknya ada. Saya pikir mungkin ketinggalan di rumah, 
walaupun aneh juga karena kabel  ini tidak pernah saya cabut karena agak seret. 
Di kantor yang pertama saya kunjungi saya membuka tas laptop untuk mengambil 
dokumen dari atas laptop serta flash-disk, tetapi karena banyaknya kertas yang 
menutupi belum melihat adanya kehilangan apa-apa. Sesudah makan siang saya 
mengunjungi kantor di Menara Gracia, Kuningan. Setelah ngobrol-ngobrol dengan 
Pak Soulisa dan rekan-rekan saya membuka tas laptop kembali untuk mengambil 
dokumen, terlihat adanya majalah dengan cover yang sexy; sehingga Pak Soulisa 
menyeletuk wah Pak Kusuma sekarang suka bawa-bawa majalah “Playboy” yah. Saya 
merasa aneh siapa yang jail naruh majalah ini, yang ternyata diikat dengan 
strap yang biasanya mengikat laptop. Setelah saya buka ternyata laptop 
(notebook Toshiba Satellite) sudah hilang, dan telah digantikan dengan 2 
eksemplar dari Majalah Dewi  terbitan bulan Maret 2007 yang masih tertutup 
plastic, yang ukurannya pas ukuran notebook saya, juga berat kedua eksemplar 
majalah hanya sedikit lebih ringan dari laptop saya. Saya cek aksesories yang 
lainnya seperti flash-disk, protable scanner, laser pointer dsb, ternyata tidak 
ada yang hilang. Saya kebetulan tidak membawa external  harddisk, karena 
seminggu sebelumnya tertinggal di kantor Jakarta. 
Saya beritahukan Pak Fred Hehuwat yang ada di kantor itu juga, beliau pun  
hampir tidak percaya, bingung kapan pencurian ini bisa terjadi.. Satu-satunya 
kesimpulan adalah bahwa pencuri ini sangat pandai dan terlatih, mungkin bekas 
CIA, BIN atau yang suka nonton film spy. Pertama dia telah mempersiapkan 
majalah Dewi yang berat dan ukurannya sama dengan laptop dalam melakukan 
aksinya. Saya curiga atas 2 orang yang duduk di belakang kita. Celah waktu 
untuk melakukan aksinya sangat sempit, yaitu kalau saya sedang  tertidur (saya 
tidak tidur terus-terusan) berbarengan dengan perginya Pak Fred ke bordes 
belakang. Mungkin dia perhatikan bahwa Pak Fred ke belakang untuk merokok, 
sehingga waktunya diperhitungkan sampai 5 menit. Posisi tempat duduk saya, no 2 
dari belakang juga menguntungkan bagi si pencuri (mungkin dia sudah atur untuk 
duduk di paling belakang ), dia dapat mengambil tas laptop di atas saya tanpa 
adanya perhatian dari penumpang lain, karena semua ada di depan saya dan 
menghadap ke arah depan. Seingat saya tidak ada penumpang lain di seberang gang 
atau di belakangnya. Pada celah waktu inilah si pencuri ini berhasil mengambil 
tas lap top saya, kembali ke tempat duduk menggantikannya dengan lap top dengan 
2 copy majalah, mengikatnya dengan rapi, menutupnya kembali, mengambil charger, 
melepaskan kabelnya (entah mengapa) dan memasukkan kembali ke kantong tas, 
kemudian mengembalikan tas laptop ke tempat bagasi di atas kepala saya. Dengan 
demikian saya tidak sadar bahwa laptop sudah hilang dan baru tahu 4 jam 
kemudian. Seandaikan dia curi seluruh tas lap top, tentu akan saya segera tahu 
begitu terbangun, dan saya akan ribut, sedangkan dia tidak akan bisa lari kalau 
kereta masih berjalan. 
  
Sungguh luar biasa cerdiknya dan sangat terlatih. Selamat bagi pencuri, saya 
kagum atas usahanya ini, walaupun tentu saya dongkol sekali. 
  
Sebagai –hiburan untuk diri saya sendiri – memang laptop ini sudah agak tua dan 
sudah waktunya beli yang baru, karena batere dan DVD drive sudah tidak jalan, 
tidak ada wifi-nya dan data yang di hard disk sudah  back-up. Dan extenrnal 
hard disk yang mengandung data-base selamat dari pencurian ini. 
  
Wassalam 
RP Koesoemadinata.

Kirim email ke