"pre-cautions" yang kita lakukan berdasarkan pengalaman
Itu kata P' Kusuma, ini sejalan dengan teori-3 dari Arie de Gues; "we
can see only what we have already experienced", memang dalam hal teknik
pencurian orang berbudi akan ketinggalan. Dalam hal ini kita kalah
dengan pencuri, bagi saya-pun apa yang dilakukan pencuri laptop tsb
sulit di-nalar seperti apa yang dikatakan dalam teori-4 Arie de Gues,
teori-4: "We cannot see what is emotionally difficult to see".

Salam: LTH

-----Original Message-----
From: R.P. Koesoemadinata [mailto:[EMAIL PROTECTED] 
Sent: 26 Juni 2007 22:47
To: [email protected]
Subject: Re: [iagi-net-l] PENCURIAN LAP TOP YANG CANGGIH DI KA EXPRESS
PARAHYANGAN.

Terima kasih atas komentar mengenai pencurian laptop. Saya baru sadar 
sekarang bahwa pencurian sekarang di Indonesia ini makin canggih saja 
seperti dalam film2 saja. Kendaraan umum sekarang sangat tidak aman.
Juga 
tempat umum seperti di convention hall juga tidak aman. Luar biasa,
terpaksa 
jadi paranoid.
Saya kira ada baiknya para anggota mailing list ini berbagi pengalaman 
mengenai hal ini, walaupun ternyata para pencuri selalu "one step ahead"

dengan "pre-cautions" yang kita lakukan berdasarkan pengalaman.
Wassalam
----- Original Message ----- 
From: "miko" <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[email protected]>
Cc: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Wednesday, June 06, 2007 6:21 PM
Subject: RE: [iagi-net-l] PENCURIAN LAP TOP YANG CANGGIH DI KA EXPRESS 
PARAHYANGAN.


> Yth Pak Koesoema,
>
> Ceritanya sangat menarik dan saya ikut prihatin atas musibah yang
menimpa 
> Bapak  ( walau ada hikmahnya juga,  karena  Bapak jadi punya laptop
baru ) 
> . Dan untungnya yang lain karena Bapak  duluan yang buka tas laptopnya
, 
> coba  kalau Ibu yang duluan , bisa runyem deh ( bisa-bisa seperti
cerita 
> detektif romantika  barangkali ).
>
> PERISTIWA COPET DI BUS BANDUNG EXPRESS
>
> Peristiwa sejenis terjadi juga di bus Bandung Express  jurusan Bandung
- 
> Surabaya 3 hari  yang lalu. Saya kebetulan naik bus ini karena pesawat
dan 
> kereta api fully booked (week-end panjang). Jam 4 pagi , seorang
penumpang 
> yang naik dari Sumedang dan duduk di samping belakang  saya tiba-tiba 
> minta sopir bus untuk berhenti di kantor polisi terdekat. Katanya
amplop 
> yang ada dalam traveling bag nya ada yang nyobek dan cincin safir,
arloji 
> antik, dan kaca mata yang ada di dalam amplop tersebut raib. Teman
duduk 
> sebelahnya ternyata kehilangan juga uang tunai 2 juta yang ditaruh
dalam 
> traveling bag  kecil miliknya (amplop yang tadinya berisi uang
tersebut 
> ditinggalkan kosong).
>
> Di kantor polisi Lamongan bus berhenti untuk melaporkan kejadian di
atas. 
> Menurut perkiraan, pelakunya mungkin 2 orang yang juga naik dari
Sumedang 
> ( turun duluan padahal tujuannya ke Surabaya ). Kejadiannya mungkin
ketika 
> penumpang turun untuk makan malam di kawasan Cirebon.
>
> Rekan-rekan IAGI yang budiman,
>
> Alhamdulilah saya masih dilindumgi Tuhan YMK. Tas laptop yang berisi 
> digital camera dll.
> yang diletakkan di tempat nyimpan barang  di atas tempat duduk tak 
> disentuh. Yang kasihan Bapak yang kehilangan uang 2 juta tadi karena 
> bekalnya ludes dan tak mungkin untuk meneruskan perjalananmya dengan 
> pesawat ke Mataram Lombok ( baru selesai mengikuti workshop PGRI di 
> Bandung ). Beruntunglah Bapak tersebut karena saya masih punya
simpanan 
> uang di ATM sehingga kebutuhannya bisa dibantu. Sedangkan yang
kehilangan 
> cincin dan arloji tampaknya tak ada masalah apalagi menurut ceritanya
dia 
> baru pindah ke kantor  Bea Cukai Pasuruan yang dari cukai rokok dan 
> tembakau saja konon kantornya bisa  mengumpulkan sampai 7 triliun
rupiah 
> ( apa benar ya, kalau benar kok negeri kita masih gini gini saja ).
>
> Semoga cerita tambahan di atas bisa meningkatkan kewaspadaan kita
semua.
>
> Salam, miko
> Sent from my BlackBerry(r) wireless device
>
> -----Original Message-----
> From: "R.P. Koesoemadinata" <[EMAIL PROTECTED]>
>
> Date: Tue, 26 Jun 2007 10:07:56
> To:<[email protected]>
> Subject: [iagi-net-l] PENCURIAN LAP TOP YANG CANGGIH DI KA EXPRESS 
> PARAHYANGAN.
>
>
> PENCURIAN LAP TOP YANG CANGGIH DI KA EXPRESS PARAHYANGAN.
>
> Saya telah menjadi korban pencurian laptop (notebook Toshiba) di KA 
> Express Parahyangan yang sangat canggih seperti dalam cerita buku
Agatha 
> Christie atau seperti film-film spy seperti Mission Impossible , James

> Bond.
> Hari Selasa tgl. 5 Juni 2007 saya berangkat dari Bandung jam 6.00
dengan 
> KA Parahyangan ke Jakarta di kelas Eksekutif, dan mendapatkan tempat
duduk 
> no 2 dari belakang pada gerbong paling buntut. Pada pagi naas itu saya

> melanggar aturan saya sendiri dengan menyimpan tas lap top di tempat 
> barang bawaan di atas (overhead compartment), padahal biasanya saya
selalu 
> menempatkan laptop di bawah kaki. Tetapi pemikiran waktu itu adalah
bahwa 
> pencurian biasanya terjadi pada waktu KA berangkat atau begitu KA
berhenti 
> waktu mana ramai kuli angkat masuk. Jadi saya perhatikan hal ini, dan 
> selama KA sedang jalan saya pikir tidak mungkin ada berani yang
mencuri. 
> Juga shoulder-strap tas laptop yang sengaja untaikan ke bawah supaya
dapat 
> diawasi.
> Saya duduk dekat jendela dan kebetulan bertemu dengan Pak Fred
Hehuwat, 
> dan beliau pindah duduk sebelah saya,. Kami pun ngobrol sampai lewat 
> Purwakarta, setelah mana saya mulai ngantuk, tetapi Pak Fred tidak dan

> membaca, tetapi dia sekali-kali ke bordes belakang untuk ke toilet
atau 
> merokok.
> Sampai di Gambir semuanya kelihatan beres, dan tas laptop saya ambil
dan 
> tidak terasa ada perubahan apa-apa. Waktu naik taksi baru saya
perhatikan 
> bahwa kantung luar tas laptop ini agak kempis, saya cek ternyata
charger 
> tidak ada walaupun kabel colokan listriknya ada. Saya pikir mungkin 
> ketinggalan di rumah, walaupun aneh juga karena kabel ini tidak pernah

> saya cabut karena agak seret.
> Di kantor yang pertama saya kunjungi saya membuka tas laptop untuk 
> mengambil dokumen dari atas laptop serta flash-disk, tetapi karena 
> banyaknya kertas yang menutupi belum melihat adanya kehilangan
apa-apa. 
> Sesudah makan siang saya mengunjungi kantor di Menara Gracia,
Kuningan. 
> Setelah ngobrol-ngobrol dengan Pak Soulisa dan rekan-rekan saya
membuka 
> tas laptop kembali untuk mengambil dokumen, terlihat adanya majalah
dengan 
> cover yang sexy; sehingga Pak Soulisa menyeletuk wah Pak Kusuma
sekarang 
> suka bawa-bawa majalah "Playboy" yah. Saya merasa aneh siapa yang jail

> naruh majalah ini, yang ternyata diikat dengan strap yang biasanya 
> mengikat laptop. Setelah saya buka ternyata laptop (notebook Toshiba 
> Satellite) sudah hilang, dan telah digantikan dengan 2 eksemplar dari 
> Majalah Dewi terbitan bulan Maret 2007 yang masih tertutup plastic,
yang 
> ukurannya pas ukuran notebook saya, juga berat kedua eksemplar majalah

> hanya sedikit lebih ringan dari laptop saya. Saya cek aksesories yang 
> lainnya seperti flash-disk, protable scanner, laser pointer dsb,
ternyata 
> tidak ada yang hilang. Saya kebetulan tidak membawa external harddisk,

> karena seminggu sebelumnya tertinggal di kantor Jakarta.
> Saya beritahukan Pak Fred Hehuwat yang ada di kantor itu juga, beliau
pun 
> hampir tidak percaya, bingung kapan pencurian ini bisa terjadi.. 
> Satu-satunya kesimpulan adalah bahwa pencuri ini sangat pandai dan 
> terlatih, mungkin bekas CIA, BIN atau yang suka nonton film spy.
Pertama 
> dia telah mempersiapkan majalah Dewi yang berat dan ukurannya sama
dengan 
> laptop dalam melakukan aksinya. Saya curiga atas 2 orang yang duduk di

> belakang kita. Celah waktu untuk melakukan aksinya sangat sempit,
yaitu 
> kalau saya sedang tertidur (saya tidak tidur terus-terusan)
berbarengan 
> dengan perginya Pak Fred ke bordes belakang. Mungkin dia perhatikan
bahwa 
> Pak Fred ke belakang untuk merokok, sehingga waktunya diperhitungkan 
> sampai 5 menit. Posisi tempat duduk saya, no 2 dari belakang juga 
> menguntungkan bagi si pencuri (mungkin dia sudah atur untuk duduk di 
> paling belakang ), dia dapat mengambil tas laptop di atas saya tanpa 
> adanya perhatian dari penumpang lain, karena semua ada di depan saya
dan 
> menghadap ke arah depan. Seingat saya tidak ada penumpang lain di
seberang 
> gang atau di belakangnya. Pada celah waktu inilah si pencuri ini
berhasil 
> mengambil tas lap top saya, kembali ke tempat duduk menggantikannya
dengan 
> lap top dengan 2 copy majalah, mengikatnya dengan rapi, menutupnya 
> kembali, mengambil charger, melepaskan kabelnya (entah mengapa) dan 
> memasukkan kembali ke kantong tas, kemudian mengembalikan tas laptop
ke 
> tempat bagasi di atas kepala saya. Dengan demikian saya tidak sadar
bahwa 
> laptop sudah hilang dan baru tahu 4 jam kemudian. Seandaikan dia curi 
> seluruh tas lap top, tentu akan saya segera tahu begitu terbangun, dan

> saya akan ribut, sedangkan dia tidak akan bisa lari kalau kereta masih

> berjalan.
>
> Sungguh luar biasa cerdiknya dan sangat terlatih. Selamat bagi
pencuri, 
> saya kagum atas usahanya ini, walaupun tentu saya dongkol sekali.
>
> Sebagai -hiburan untuk diri saya sendiri - memang laptop ini sudah
agak 
> tua dan sudah waktunya beli yang baru, karena batere dan DVD drive
sudah 
> tidak jalan, tidak ada wifi-nya dan data yang di hard disk sudah
back-up. 
> Dan extenrnal hard disk yang mengandung data-base selamat dari
pencurian 
> ini.
>
> Wassalam
> RP Koesoemadinata.
> 


------------------------------------------------------------------------
----
Hot News!!!
CALL FOR PAPERS: send your abstract by 30 March 2007 to
[EMAIL PROTECTED]
Joint Convention Bali 2007 - The 32nd HAGI, the 36th IAGI, and the
29th IATMI Annual Convention and Exhibition,
Bali Convention Center, 13-16 November 2007
------------------------------------------------------------------------
----
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------


----------------------------------------------------------------------------
Hot News!!!
CALL FOR PAPERS: send your abstract by 30 March 2007 to [EMAIL PROTECTED]
Joint Convention Bali 2007 - The 32nd HAGI, the 36th IAGI, and the
29th IATMI Annual Convention and Exhibition,
Bali Convention Center, 13-16 November 2007
----------------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke