Hai...mas Edison, gmana kabarnya? ini aku yang pernah main ke petronas bareng
ama Prof Adjat, pak Ildrem, pak Dicky, Prof. Tjia dll.....aku yang masih kuliah
S3 di unpad mas atau sample S3 he he he...itu kalimat yang sering aku dengar
langsung dari Promotorku dan aku lebih seneng mendengarnya karena aku akan
leboh bebas belajar dan banyak dikenalkan kepada orang-orang hebat seperti mas
Edison. Mas, Kalau tidak salah tanggal 22 Juli ini Prof Adjat mau punya gawe
mantenan (nikahkan) anaknya dengan keturunan raja Jogyakarta ke VII (HB
VII)....terimakasih atas semuanya waktu di Petronas.
salam
Gendoet
"H. Edison Sirodj (XD/PCSB)" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
v\:* {behavior:url(#default#VML);} o\:* {behavior:url(#default#VML);}
w\:* {behavior:url(#default#VML);} .shape {behavior:url(#default#VML);}
st1\:*{behavior:url(#default#ieooui) } Salut buat Cak Andang,
akhirnya media massa juga yang mengakui siapa anda.
Andang yang penuh dedikasi, tidak menggrogoti waktu dikantor orang
bener-bener independent bagai burung yang bebas terbang kemana saja.
Wassalam,
edison
---------------------------------
From: Ariadi Subandrio [mailto:[EMAIL PROTECTED]
Sent: Tuesday, 03 July, 2007 6:37 PM
To: IAGI NET
Subject: [iagi-net-l] sosok di Jawa Pos Minggu : Geolog Independen
Minggu, 01 Juli 2007,
Dr Ir Andang Bachtiar, sang Geolog Independen dan Lumpur Porong
Asyik Mendengar Batuan Berbicara
Di dunia geologi, nama Dr Ir Andang Bachtiar MSc tak asing lagi. "Geolog
independen" ini moncer sampai ke dunia internasional. Nama mantan ketua Ikatan
Ahli Geologi Indonesia (IAGI) tersebut juga makin sering disebut setelah
musibah lumpur Lapindo terjadi.
ADA berkah tersembunyi dalam musibah lumpur Porong. Publik kini menoleh kepada
para geolog untuk menjelaskan semburan lumpur itu. Dr Ir Andang Bachtiar MSc
menyebut ada gejala the awakening of geologists (kebangkitan para geolog). Ilmu
geologi menjadi dikenal luas.
Andang, geolog berkelas internasional, itu pun kian bersemangat berbicara
geologi (dia menyebutnya "berteriak") kepada publik. "Saya ingin meramaikan
dunia geologi di Indonesia. Saya berniat menyosialisasikan apa itu geologi.
Sebab, banyak yang tidak paham tentang geologi di sini," kata arek Malang itu
saat bertandang ke Jawa Pos Jumat lalu.
Andang sendiri punya reputasi moncer. Jika Anda browsing di situs Google, Anda
akan menemukan 582 situs web yang mengandung nama Andang Bachtiar. Memang tak
semuanya memuat nama dia, namun sekitar separonya mencantumkan nama Andang.
Kebanyakan adalah situs media massa yang memuat berita tentang musibah semburan
lumpur panas Lapindo. Sisanya atau situs yang berkaitan dengan dunia geologi.
Di situs-situs tersebut, dia banyak menyumbangkan pengetahuannya.
Di sela-sela kepadatan aktivitasnya menjadi konsultan minyak (termasuk
menggarap order asing), Andang memang punya keasyikan berbicara kepada publik,
membimbing mahasiswa S-1 dan S-2, serta menjelajah alam. Dengan keahliannya,
dia terus berusaha memahami bumi.
"Puncak kenikmatan saya adalah berbicara dengan bebatuan," katanya serius.
"Puncak ilmu geologi memang ketika bumi berbicara kepada kita dan batu-batu
menceritakan dirinya," tambahnya.
Andang dikenal sebagai mantan ketua IAGI (Ikatan Ahli Geologi Indonesia). Dia
memimpin IAGI selama dua periode, yakni 2000-2002 serta 2002-2005.
"IAGI dulu dipegang orang-orang tua dan kebanyakan dari kalangan birokrat.
Setelah saya masuk, banyak anak muda yang memegang peran di IAGI," tutur ayah
enam anak itu.
Kalau ungkapan Andang kerap puitis, memang jiwa seninya kuat. Arek Malang yang
lahir pada Oktober 1961 tersebut dulu ingin menjadi seniman. Pada saat berumur
15 tahun, di Malang dia sudah mendirikan grup teater yang diberi nama Teater
Putih. "Anak buah saya mahasiswa-mahasiswa," katanya. Dia pernah tidur sekamar
dengan Emha Ainun Najib dalam momen pementasan teater di Surabaya.
Di antara 11 bersaudara anak pasangan mantan Rektor IKIP Malang Prof M.A.
Ichsan dengan mantan guru SMA Lastri Padmi, anak nomor lima itu dikenal paling
tidak bisa membantu pekerjaan rumah tangga. Dia bermain dan membaca melulu.
"Dulu saya sering dimarahi kakak-kakak saya karena begitu bangun tidur langsung
membaca. Hobi saya memang maca, dolin (membaca, keluyuran). Tapi, berkat suka
membaca, saya menjadi lulusan terbaik di SMA," ungkap Andang mengenang masa
remajanya.
Setelah lulus dari SMAN 3 Malang pada 1977, dia mengatakan kepada ayahnya,
ingin meneruskan pendidikannya di IKJ (Institut Kesenian Jakarta). Namun, sang
ayah mengatakan ke IKIP Malang saja. Setelah lolos seleksi di sastra Inggris,
Andang tergoda temannya masuk ITB. Dia masuk pada 1978. "Saya itu sebenarnya
nggak suka bidang teknik. Masuk ITB, bingung, mau milih teknik elektro, tapi
nggak suka," katanya.
Ketika dalam keadaan bingung memilih jurusan itulah, Andang melihat sejumlah
mahasiswa gondrong di salah satu pojok kampus ITB. "Enak sekali, mereka
nyanyi-nyanyi terusÂ…" kenangnya lantas tertawa. Ternyata, mereka mahasiswa
geologi.
Meski dia memilih secara awur-awuran, bidang geologi akhirnya membuat Andang
jatuh cinta berat. Lulus dari ITB, dia meniti karir di perusahaan pertambangan
asing Hafco. Setahun setelah bekerja di sana, dia menikahi pujaan hatinya,
Retno Pamedarsih Retno, wong Solo kelahiran 1960 yang merupakan junior Andang
di ITB. Retno di jurusan seni rupa.
Pernikahannya dengan Retno membuahkan enam anak. Nama-nama anak mereka juga
berbau seni dan geologi. Anak pertama, dia namai Gesit Mutiara, 20. "Dia lahir
waktu saya mengalami blow out di pengeboran minyak di Lapangan Mutiara,
Kalimantan," kisahnya.
Kemudian, yang kedua Hening Wangilalang, 16. Nama itu didapatkan ketika dia
sedang berpacaran di Bukit Dago nan hening penuh bau ilalang. Lalu, Lintang
Larasati, 13, nama puitis. Iban Getarjati, 11, nama yang dipilih ketika dia
berada di lokasi prospek pengeboran di kawasan Dayak Iban di Kalimantan. Langit
Jiwa Penyaksi, 9, nama puitis. Yang terakhir Jemari Angin Mahat Bumi, 5.
"Nama Jemari itu saya dapatkan waktu sedang menyusun disertasi (program master)
di ITB. Waktu itu saya ditemani foto angin di daerah Colorado yang tengah
mengikis bebatuan," kenangnya.
Andang pernah bekerja cukup lama di perusahaan minyak Hafco. Pengusaha minyak,
seperti Hilmi Panigoro, adalah mantan rekan sejawatnya.
Ketika di Hafco, dia membuat jurnal harian yang detail hingga saat blow out,
laporannya itu dijadikan dasar untuk menyelesaikan masalah tersebut dengan
relief well. "Sampai CEO Hafco datang sendiri untuk menemui saya (untuk
berterima kasih)," kata Andang.
Setelah 17 tahun di Hafco, dia memutuskan keluar dan memilih aktif sebagai
geolog independen. Dia pun "merdeka" dengan menjadi konsultan minyak. Dia
menyebut rate-nya USD 1.500 per hari. Tapi, untuk aktivitas "membantu" negara,
dia tak hitungan. Seperti, menjadi pakar di Forum Konsultasi Daerah Penghasil
Migas atau membantu auditing migas pemerintah.
Andang pun bebas berkelana. Dia pernah menggigil saat meneliti batu bersalju di
Iran. Juga, pernah dirubung lalat (yang dia maklumi, karena panjang usia lalat
itu hanya tiga hari) di tengah gurun Australia. Dia juga berkelana ke berbagai
kawasan di Timur Tengah dan Asia Tengah. Selain itu, dia berbicara di berbagai
forum, seperti workshop soal lumpur Sidoarjo di Flinders University bulan lalu.
Banyak di antara kunjungannya itu, dia didampingi istri tercinta yang berperan
pula sebagai dokumentator dengan kamera. "Kalau ada order di luar negeri, saya
bilang harus ada dua tiket serta kamar hotel dengan big sized bed. Biasanya
mereka (yang mengundang) mau. Kalau tidak, saya mending tidak berangkat,"
tuturnya. (satriyo eko putro)
---------------------------------
Building a website is a piece of cake.
Yahoo! Small Business gives you all the tools to get online.
DISCLAIMER : This e-mail and any files transmitted with it ("Message") is
intended only for the use of the recipient(s) named above and may contain
confidential information. You are hereby notified that the taking of any action
in reliance upon, or any review, retransmission, dissemination, distribution,
printing or copying of this Message or any part thereof by anyone other than
the intended recipient(s) is strictly prohibited. If you have received this
Message in error, you should delete this Message immediately and advise the
sender by return e-mail. Opinions, conclusions and other information in this
Message that do not relate to the official business of PETRONAS or its Group of
Companies shall be understood as neither given nor endorsed by PETRONAS or any
of the companies within the Group. DISCLAIMER : This e-mail and any
files transmitted with it ("Message") is intended only for the use of the
recipient(s) named above and may contain confidential
information. You are hereby notified that the taking of any action in reliance
upon, or any review, retransmission, dissemination, distribution, printing or
copying of this Message or any part thereof by anyone other than the intended
recipient(s) is strictly prohibited. If you have received this Message in
error, you should delete this Message immediately and advise the sender by
return e-mail. Opinions, conclusions and other information in this Message that
do not relate to the official business of PETRONAS or its Group of Companies
shall be understood as neither given nor endorsed by PETRONAS or any of the
companies within the Group.
---------------------------------
Got a little couch potato?
Check out fun summer activities for kids.