Pak Mino,

Saya merasa punya kapasitas yang minim untuk menjawab beberapa pertanyaan bapak 
(setelah dijumlah jamleh ada empat). Tapi, saya merasa bisa menemukan jawaban 
setelah diberi contohnya. Jadi saya sharing jawaban berdasarkan contoh saja 
ya.. 

 

Nampaknya yang jadi inti masalah tersurat dalam statement contoh yaitu 
".menjadi RANCU karena geologi sendiri tidak berada dalam fakultas yang sama..+ 
 . Karena dengan sistem yg ada di ITB saat ini secara isi akan dapat MEMBATASI 
perkembangan geologi menuju aplikasi .. " Nuansa pemikiran saya mengenai 
pembagian dalam institusi akademik sangat minim, tapi menurut saya "apakah 
merupakan suatu keharusan jika bidang geologi dan pengguna bidang terapannya 
(dalam kasus ini adalah teknik pertambangan dan perminyakan) harus berada dalam 
satu tubuh (fakultas) yang sama?" 

 

Saya pakai analogi nih, ambil kasus yang sudah jelas berbeda fakultas dengan 
prodi geologi, yaitu teknik sipil. Subject-matter bidang tersebut sudah pasti 
ada irisannya dengan geological subject-matter dan bidang teknik sipil pastilah 
membutuhkan 'jembatan komunikasinya' dengan bidang geologi, yaitu bidang 
geologi teknik yang berada dalam prodi teknik geologi. Tetapi kalau calon 
mahasiswa yang ingin jadi ahli geologi teknik tetap daftar ke prodi geologi, ya 
kan? 

 

Andaikan saja dulu prodi teknik sipil dan prodi teknik geologi berada dalam 
satu fakultas yang sama dan dari prodi teknik geologi sudah menghasilkan 
lulusan dengan minat khusus geologi teknik (biasanya tercermin dalam tugas 
akhirnya dengan topik bernuansa geologi teknik). Lalu, beberapa periode 
kemudian kedua prodi tersebut berpisah sehingga berada dalam fakultas yang 
berbeda. Pada saat pemisahan tersebut terjadi, prodi teknik geologi juga tetap 
menghasilkan lulusan dengan minat geologi teknik. Pertanyaannya apakah terbukti 
bahwa kedua lulusan geologi dari kedua jaman tersebut semakin menurun 
kualitasnya? Saya duga tidak.. 

 

Jadi Pak Mino, berdasarkan analogi tadi, saya pikir pemisahan fakultas itu 
tidak berdampak negatif terhadap perkembangan bidang aplikasi geologi. 
Syaratnya sepanjang tidak ada aturan administratif yang terlalu membatasi 
interaksi para ahli dari kedua fakultas untuk mengembangkan riset bersama dan 
dalam proses perkuliahan. Tapi kalau memang Pak Mino menemukan bahwa ada 
indikasi konsekuensi dari pemisahan fakultas tersebut (tersirat / tersurat pada 
keputusan rektor/dekan/lainnya..) yang akan berdampak negatif pada segala hal 
dalam proses perkuliahan (contoh pengurangan mata kuliah yang justru perlu 
diberikan) dan pengembangan riset bersama, wah gawat euy! (apakah ada 
indikasinya?....) Sekian dulu jawaban saya. 

 

 

Kahatur nuhun

 

Yudi S Purnama

  ----- Original Message ----- 
  From: sanggam hutabarat 
  To: [email protected] 
  Sent: Wednesday, July 18, 2007 5:30 AM
  Subject: Re: [iagi-net-l] Geologi ITB maju atau mundur


  dulu saya dapat cerita kalo Teknik Explorasi yang di bagian Teknik Tambang 
itu enggak ada yang ekivalennya di dunia lain dan harusnya itu bagian dari 
Teknik Geologi...setali tiga uang dengan Fisika Bumi-GM-Teknik Geofisika..juga 
mahasiswa Geologi kudu ambil kuliah di Biologi (taksonomi dll)..hehe makanya 
beberapa dosen (guru besar) katanya punya pacar/istri? dari Biologi. Dulu 
Teknik Geologi bagian Fakultas Industri...sekarang...malah saya enggak tahu 
masuk Fakultas mana. Dulu tahun 81 Geokimia diganti oleh dosennya yang 
progressif menjadi mata kuliah Medical Geology (...keren ya dan lagi 
tren..berhubungan dengan Lingkungan Hidup). Dulu ada kritalografi yang puyeng 
dengan 3-Dnya, sekarang katanya enggak wajib.. dll

  Harus berubah memang...tapi bu/pa dosen tolong donk kalo bisa yang sederhana 
bisa tepat guna dan tepat sasaran..ya jangan diubah dan dirumit2 kan dan 
dibagi2 ...apa sih dasarnya dan tujuannya??? Please berikan kami info (atau Pak 
Mino yang terburu-buru 'bocorin' ke IAGI?)

  salam
  shb
  yang beruntung belajar di Geologi ITB
  ---


  Rovicky Dwi Putrohari <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
    Just my 2 cents

    On 7/17/07, Benyamin Sapiie wrote:
    >
    > Kembali pada pertanyaan saya pada rekan2 IAGI sebagai assosiasi profesi
    > geologi: apakah perubahan yang terjadi di ITB itu perlu? positif atau
    > negatif? Kenapa/apa dasarnya?: Apakah akan berdampak pada pendidikan umum
    > geologi dalam jangka pendek dan jangka panjang? Apakah ini unik buat ITB
    > saja?

    Apakah perlu ?
    Saya menjawab PERLU. perubahan itu keniscayaan, hanya saja perubahan
    ke arah mana yang perlu kita coba arahkan. Seseorang yang kegemukan
    perlu excerscise (gerak badan). Move yang dilakukan di ITB ini
    tentunya menjadi sangat perlu ketika ITB ingin "bergerak".

    Positip atau negatip ?
    Wah .... Saya menjawab tidak tahu.
    Akang Ben Sapiie jangan terburu-buru menilai positip atau negatip.
    Wong dijalankan juga belum kok. Dampak atau impact dalam setiap
    perubahan aturan pendidikan ini tidak pernah instant, ada jeda waktu
    yg diperlukan.
    Kenapa/apa dasarnya ?
    Karena inisiasi proses baru dijalankan jadi saya belum bisa menjawab
    pakah positip atau negatip. Tombol "enter" sudah dijalankan, proses
    sedang berjalan. Kita bagian dari proses itu, sehingga kita mesti
    berusaha untuk menjadikan positip.

    Adakah dampak pendidikan umum ?
    Saya jawab YA, pasti ada dampaknya. Perubahan itu "menggoyangkan"
    untuk "membangunkan yang tidur, tetapi goyangan terlalu kuat akan
    "shocking" (mengagetkan). Jadi dampak itu saya yakin akan ada,
    sekarang karena sudah dilakukan (sudah terjadi) pinter-pinteran kita
    untuk mengarahkan ke arah positip. Chance untuk berubah ke positip
    atau negatip anggap saja 50:50, tergantung kita sendiri saja bagaimana
    menghadapi dan menyikapinya.

    Jangka pendek/jangka panjang
    - Jangka pendek yang saya lihat "shocking" (mengagetkan) paling tidak
    yang tercermin di mailist IAGI-net, tapi ini proses wajar dalam setiap
    perubahan. Ada yang kaget, ada yang cuek, ada yang apatis dsb. Kitalah
    yang memilih untuk bersikap. Saya menyarankan bersikap positip dalam
    setiap perubahan.
    - Jangka panjang yang saya harapkan akan muncul "learning process"
    (proses pembelajaran).

    Apakah unik untuk ITB saja
    Waw ... tidak Kang Sapiie ... Sumpiih percaya deh di geologi UGM juga
    sama. Saya tahun lalu ke UGM memberikan pandangan masa depan industri
    migas ketika UGM akan membuat (memodifikasi) kurikulum. Setelah ada
    perubahan ya sama saja. Ada yang kaget, ada yang ragu, ada yang
    apatis, semua itu selalu saja ada Kang Ben.
    Saya ngerti hal ini terjadi dimana karena saya juga mengikuti mailist
    UPN, ITS dan UI, juga tentusaja UGM .... hanya saja saya didepak (di
    ban) dari milisnya IA-ITB. Sorry sepertinya dalam hal ini IA-ITB lebih
    tertutup ketimbang ikatan alumni institusi pendidikan lainnya, wuspt
    malah ngritik nih .... sorry.

    > Sebagai contoh simple, apabila seseorang yang berminat mendaftar untuk
    > geologi aplikasi dalam MIGAS atau Pertambangan di ITB; akan menjadi rancu
    > karena geologi sendiri tidak berada dalam fakultas yang sama dengan
    > pertambangan, perminyakan dan geofisik. Hal ini sudah terjadi saat ini dan
    > kekuatiran saya adalah untuk 10 tahun mendatang bukan saat ini. Karena
    > dengan sistem yg ada di ITB saat ini secara isi akan dapat membatasi
    > perkembangan geologi menuju aplikasi MIGAS dan pertambangan.

    Kekhawatiran anda sangat beralasan. Apalagi anda merasakannya dari
    dalam, aku yakin konsen anda valid. Hanya saja coba lihat sejarah
    Jurusan Geologi ITB. Setiap berapa tahun melakukan perubahan seperti
    ini ? Setiap berapa tahun memodifikasi kurikulum ? Periode-periode ini
    mungkin bisa dijadikan titik-titik simpul momentum melakukan perubahan
    selanjutnya. Nah apakah konsen anda 10 tahun mendatang tidak bisa
    diubah ? atau malah berubah 5 tahun lagi sesuai dengan pengalaman
    sejarah sepak terjang geologi selama ini ?

    Saran saya, kita memang harus pinter-pinteran berdansa dansi dengan
    perubahan irama lagu. Kita ini hanya pedansa, kita bukan disc-jockey.
    Tapi kalau ngga bisa dansa jangan salahkan lantainya, kan ?

    Salam
    RDP
    "kalau anda perhatikan barangkali saya sudah terlihat menjadi 'orang
    praktis' yang melihat ke'kini'an, ketimbang menghawatirkan nantinya"

    -- 
    http://rovicky.wordpress.com/

    ----------------------------------------------------------------------------
    Hot News!!!
    CALL FOR PAPERS: send your abstract by 30 March 2007 to [EMAIL PROTECTED]
    Joint Convention Bali 2007 - The 32nd HAGI, the 36th IAGI, and the
    29th IATMI Annual Convention and Exhibition,
    Bali Convention Center, 13-16 November 2007
    ----------------------------------------------------------------------------
    To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
    To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
    Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
    Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
    Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
    No. Rek: 123 0085005314
    Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
    Bank BCA KCP. Manara Mulia
    No. Rekening: 255-1088580
    A/n: Shinta Damayanti
    IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
    IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
    ---------------------------------------------------------------------




  Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com 

Kirim email ke