Hematit bisa berasosiasi dengan batuan beku, sedimen dan metamorf. Hematit pada 
batuan beku biasanya berasosiasi dengan proses hidrotermal yang kaya akan 
sulfur dan sulfat tapi sedikit oksigen, mendekati reduksilah atau anoxyc. 
Demikian juga untuk sedimen, sumbernya berupa larutan dalam kondisi reduksi. 
Larutan bisa disemburkan via cerobong-cerobong hidrotermal didasar laut. Nah 
ketuka larutan hidrotermal menjenuhi air, maka silika yang dilepaskan akan 
mengendap menjadi chert atau rijang. Dan karena kadar Fe cukup tinggi, maka 
chert akan berwarna merah. Jadi tidak selalu chert itu berasosiasi dengan laut 
dalam. Hematit (Fe2O3) pada batuan metamorf bisa terjadi dari perubahan 
magnetit (Fe3O4) karena panas yang meningkat! pelahan-lahan tapi pasti magnetit 
akan kehilahangan sifat-sifat magnetnya! Ingat kurva histeresis waktu fisika 
dasar di TPB!? Hematit yang under pressure lama-lama bisa berubah juga menjadi 
Specularite, tekstur yang tadinya masif pada Hematit menjadi memika dan 
berfoliasi sekis! Specularite ini juga terdapat di Ketapang!

Kalau rekan-rekan mau gambar-gambar tentang Ore in Sediment dan BIF silahkan 
sediakan Japri.

Haturnuhun

AnssM
  ----- Original Message ----- 
  From: Rovicky Dwi Putrohari 
  To: [email protected] 
  Sent: Monday, July 30, 2007 9:16 PM
  Subject: Re: [iagi-net-l] Ore in sediment vs BIF in Indonesia


  Mas Andri
  Bisa dicritakan bagaimana proses pembentukan hematit ini ? bagaimana proses 
pengayaan ini.
  Dulu wektu sekolah selalu ingat kalau ketemu chert langsung pikiran ke laut 
dalam :)
  Apakah ini juga berhubungan dengan pembentukan nodul2 di laut ? 

  Trims

  RDP
  "gambarnya nanti kupinjem buat ngedongeng ya ? :)"


  On 7/30/07, Andri Subandrio < [EMAIL PROTECTED]> wrote:
    IAGI netter yang budiman,

    Eforia eksplorasi di Tanah Air akhir-akhir ini ternyata juga bisa 
mengungkap informasi geologi baru yang selama ini sebagian terpendam dalam 
tanah berada dibawah hutan tropis nan lebat. Mungkin jangan disamakan dengan 
Oil yang sebagian besar subsurface geologinya telah didokumentasikan dengan 
ribuan bor dan dibedah seismik. Dalam prospeksi mineral logam di Indonesia yang 
kini terbanyak data bornya adalah eksplorasi emas dan tembaga, selebihnya 
mengandalkan info seadanya, cangkul, linggis dan sekop! Bagi yang mampu 
biasanya menggali test pit dengan batuan ekskavator. Salah satu berkah dari 
penggalian ekskavator di Ketapang- Kalbar, adalah ditemukannya singkapan yang 
semula tidak pernah disebutkan peta geologi regional. Singkapan ini terdiri 
dari selang-seling rijang dan bijih besi hematit. Lapisan hematit pada tebalnya 
sekitas 5mm hingga beberapa cm, namun terdapat juga yang tebalnya hingga 2 
meteran. Lapisan yang paling tebal ini telah ditambang untuk bijih besinya. 
Bila diperhatikan teksturnya maka endapan bijih besi ini mirip dengan BIF 
(Banded Iron Formation) yang terdapat di Lake Superior (USA), Minas Grais 
(Brazil) dan Hamesley (Australia). Hingga kini tipe BIF ini merupakan pemasok 
70% besi dunia untuk industri baja! KS juga import dari tipe BIF ini. Uniknya 
semua BIF berumur Archean hingga Proterozoikum! Masuk akal karena hematit hanya 
bisa diendapkan pada kadar oksigen rendah atau anoxyc yang disinyalir terjadi 
pada Archean. Mungkinkah di Indonesia ada kerak Archean ? Sedangkan di 
Kendawangan yang tertua adalah Kapur ? Tantanngan untuk FOSI not  for oil but 
for ore!

    Catatan: foto-foto temuan BIF di Ketapang sebenarnya ingin saya launching 
untuk rekan-rekan sekalian, tapi nampaknya server IAGI tidak bisa terima 
attachment gambar walau hanya 300an Kb saja! Ada ide dan saran bagaimana supaya 
gambar bisa masuk net IAGI ?

    Salam

    Andri Subandrio

    ----------------------------------------------------------------------------
    Hot News!!!
    EXTENDED ABSTRACT OR FULL PAPER SUBMISSION:
    228 papers have been accepted to be presented;
    send the extended-abstract or full paper 
    by 16 August 2007 to [EMAIL PROTECTED]
    Joint Convention Bali 2007
    The 32nd HAGI, the 36th IAGI, and the 29th IATMI Annual Convention and 
Exhibition, 
    Bali Convention Center, 13-16 November 2007
    ----------------------------------------------------------------------------
    To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
    To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id 
    Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
    Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
    Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta 
    No. Rek: 123 0085005314
    Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
    Bank BCA KCP. Manara Mulia
    No. Rekening: 255-1088580
    A/n: Shinta Damayanti
    IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
    IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi 
    ---------------------------------------------------------------------





  -- 
  http://rovicky.wordpress.com/ 

Kirim email ke