Yth Pak Andri,

Rebu nuhun atas pencerahannya. Dengan tambahan ilmu dari Pak Andri,  ngecapnya 
mang Okim  pasti akan lebih seru lagi sehingga jumlah komunitas gem-lovers akan 
 ningkat lebih cepat !

Mengenai hematit dan magnetit  ( Kalbar, Sumut, Jabar, dll ), miris juga ya 
mendapatkan kenyataan betapa kekayaan sumber daya alam kita yang langsung 
dikeduk secara "rakus" begitu ada permintaan dari Cina, Malaysia, dan 
lain-lain. Mang Okim pernah kedatangan seorang ajeungan dkk. dari Bungbulang, 
Garut. Mereka minta tolong bagaimana caranya menyetop eksploitasi endapan besi 
( hematit ) yang selain tak peduli lingkungan, izinnya diragukan. Tentu 
penyelesaiannya tidak mudah, apalagi kalau pimpinan daerahnya doyan Sudirman ( 
sudah ditewak karena terdakwa kasus korupsi !!! ). 

Dan  jangan kaget kalau yang namanya  bijih besi / hematit yang saat ini sedang 
marak-maraknya dieksplorasi dan dieksploitasi  tak lain adalah yang disebut 
sebagai Blutstein, Eisenglanz, Piedra de sangre, Pietra di sangue, atau 
Krovavik yang sering dibuat sebagai tasbih atau kalung/gelang. Kilapnya 
metalik. Dan yang magnetit ? Bukankah  kita telah kebanjiran kasur atau alas 
duduk bermagnet yang diimpor dari Cina ?

Foto di bawah ini sekedar memperlihatkan konkresi hematit yang begitu digosok 
langsung kilap metaliknya nongol ( sisi kotak panjangnya 1 CM ).

Sekali lagi terima kasih Pak Andri. Oh ya, dasi koboy magnetitnya sudah selesai 
,tinggal ngambil.

Salam batumulia, mang Okim


  ----- Original Message ----- 
  From: Andri Subandrio 
  To: [email protected] 
  Sent: Tuesday, July 31, 2007 10:40 AM
  Subject: [iagi-net-l] Genesis Hematite & Chert (Ore in Sediment)


  Hematit bisa berasosiasi dengan batuan beku, sedimen dan metamorf. Hematit 
pada batuan beku biasanya berasosiasi dengan proses hidrotermal yang kaya akan 
sulfur dan sulfat tapi sedikit oksigen, mendekati reduksilah atau anoxyc. 
Demikian juga untuk sedimen, sumbernya berupa larutan dalam kondisi reduksi. 
Larutan bisa disemburkan via cerobong-cerobong hidrotermal didasar laut. Nah 
ketuka larutan hidrotermal menjenuhi air, maka silika yang dilepaskan akan 
mengendap menjadi chert atau rijang. Dan karena kadar Fe cukup tinggi, maka 
chert akan berwarna merah. Jadi tidak selalu chert itu berasosiasi dengan laut 
dalam. Hematit (Fe2O3) pada batuan metamorf bisa terjadi dari perubahan 
magnetit (Fe3O4) karena panas yang meningkat! pelahan-lahan tapi pasti magnetit 
akan kehilahangan sifat-sifat magnetnya! Ingat kurva histeresis waktu fisika 
dasar di TPB!? Hematit yang under pressure lama-lama bisa berubah juga menjadi 
Specularite, tekstur yang tadinya masif pada Hematit menjadi memika dan 
berfoliasi sekis! Specularite ini juga terdapat di Ketapang!

  Kalau rekan-rekan mau gambar-gambar tentang Ore in Sediment dan BIF silahkan 
sediakan Japri.

  Haturnuhun

  AnssM

<<DSC02115-RESIZED.jpg>>

Kirim email ke