Memang bener P.Oki , PLN sdh lama punya geologist , geologist pertama kali
di PLN adalah P.Vincent T Raja ( Geol ITB Angk 50an/60an ? ) pernah jadi
Project manager PLTP Kamojang thn 80 an , kemudian dibawahnya Udibowo ( Geol
ITB '72 ), dst
Kalau memang PLN akan masuk di Hulu nanti kan banyak lagi geologist ,
Mungkin nanti sama dg Pertamina ada PLN Hulu dan ada PLN Hilir , yg satu
memproduksi dan menjual BBM yg satu memproduksi dan jualan Setrom...
Salam,
ISM
----- Original Message -----
From: "oki musakti" <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[email protected]>
Sent: Friday, August 10, 2007 7:55 AM
Subject: Re: [iagi-net-l] Bisnis batubara
Pak Ismailm, PLN sudah lama punya geologist yang ngurusi geothermal....
Salam
Oki
Ismail Zaini <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
v\:* { BEHAVIOR: url(#default#VML) } o\:* { BEHAVIOR:
url(#default#VML) } w\:* { BEHAVIOR: url(#default#VML) } .shape
{ BEHAVIOR: url(#default#VML) }
st1\:*{behavior:url(#default#ieooui) } Ternyata PLN yang yg
ngurusi setrum ikut ikutan masuk bisnis eksplorasi, setelah batubara nanti
terus ke gas dan Uranium, nanti bakalan laris geologi di PLN , Mungkin
inilah kalau perencanaan di sektor energi hanya bersifat instan
ISM
===========================
PLN Ingin Punya Bisnis Batu Bara
JAKARTA -- PLN mengaku ingin terjun ke bisnis batu bara dengan mengelola
tambangnya sendiri. Langkah ini diambil untuk mengamankan pasokan batu
bara ke sejumlah pembangkit listriknya. Saat ini, PLN masih menunggu
tawaran pemda yang memiliki tambang batu bara untuk dikembangkan.
Dirut PLN, Eddie widiono, mengungkapkan hal usai menandatangani kerja
sama dengan Cina untuk tiga pembangkit listrik tenaga batu bara di Jawa.
Ia jelaskan, sampai sekarang sebenarnya PLN belum dapat menjamin kepastian
pasokan batu bara yang bakal digunakan oleh pembangkit-pembangkitnya,
terutama dalam proyek percepatan 10 ribu MW.
Meski dalam kontrak pembangunannya, telah ditunjuk sejumlah pemasok batu
bara. Tapi di lapangan, jumlah pasokan itu tidaklah 100 persen memenuhi.
Rata-rata hanya maksimal 50 persen. ''Dalam setahun pertama (setelah 2009)
akan kita pantau terus perkembangan pasokan ini. Kalau ternyata tidak
mencukupi akan ada plan B,'' katanya.
Termasuk di dalam plan B itu adalah memiliki tambang dan perusahaan
pemasok batu bara sendiri. Kapan hal ini bisa terlaksana, PLN belum mau
mengungkapkannya. Eddie menilai, hambatan kavling tambang batu bara adalah
salah satu masalah utamanya.
''Masih ada tidak tambang yang belum dikavling? Kalau masih ada kasih
tahu saya, PLN apply di situ,'' cetus dia. Tambang batu bara secara
nasional saat ini memang sudah dimiliki oleh sejumlah pemain besar. Eddie
berharap yang datang menawarkan tambang untuk dikelola itu bukan
pemainnya, melainkan pemda sendiri. ''Model bagaimana kita amankan pasokan
itu bermacam-macam, kalau masih terbuka minta kavling (batu bara) akan
kita lakukan karena ia yang terbaik,'' sambungnya. Direktur Pembangkitan
dan Energi Primer PLN, Ali Herman, menambahkan, kalaupun memiliki tambang
dan perusahaan yang mengelolanya, PLN juga bakal menemui kesulitan serupa
dengan pemasok batu bara sekarang. Dua hambatan utama memasok secara
berkelanjutan itu adalah kecukupan produksi dan transportasi.
''Tambahan pasokan untuk 2010 saja itu lebih dari 20 ton per tahun.
Tantangan lainnya juga transportasi dari tambang sampai ke PLTU-nya itu
panjang,'' tandas dia. Kebutuhan batu bara untuk pembangkit listrik tiap
tahun terus meningkat. Bila pada tahun 2000 ia masih sebesar 13,1 juta ton
per tahun maka pada 2005 sudah mencapai 16,9 juta ton per tahun. evy
---------------------------------
Building a website is a piece of cake.
Yahoo! Small Business gives you all the tools to get online.
----------------------------------------------------------------------------
Hot News!!!
EXTENDED ABSTRACT OR FULL PAPER SUBMISSION:
228 papers have been accepted to be presented;
send the extended-abstract or full paper
by 16 August 2007 to [EMAIL PROTECTED]
Joint Convention Bali 2007
The 32nd HAGI, the 36th IAGI, and the 29th IATMI Annual Convention and
Exhibition,
Bali Convention Center, 13-16 November 2007
----------------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------