Seseorang mengaku bernama 'saya' berkomentar :

"Sayang sekali periuk nasi saya dan mungkin banyak
saudara-saudara yang lain masih tergantung pada
perusahaan-perusahaan itu meskipun demikian karena
'terpanggil oleh seruan patriotik' berupa ide-ide
menggetarkan itu maka: jika kontrak karyanya mau
dinego ulang ya monggo silakan kita dukung
hidup-hidupan (kalau mati-matian malah gak bisa
mendukung) wong demi dan atas nama rakyat je . . .
kalau mau dinasionalisasi wuah ya lebih monggo lagi .
. . . tapi alangkah tercengangya saya; segera setelah
ide tersebut; khususnya yang kedua terlaksana maka
BANCAKAN NASIONAL ATAS KUE MILIK RAKYAT TESEBUT SEGERA
DIMULAI . . lho duit gedhe ini . . .  lho ini milik
rakyat . . jadi sebagai rakyat maka 'saya' juga berhak
mendapat bagiannya kalau perlu paling besar (demikian
orang-orang bergumam mencari pembenaran pas mereka
ikut bancakan). . .  bahkan mestinya jauh-jauh hari
'saya' sudah harus menyiapkan cara dan strategi untuk
itu . . . . . 

Pak Stiglitz: mbok sampean sering-sering ikut kampanye
tentang hal ini bersama kami agar rakyat cepet marah
dan menuntut maka agenda tersebut bisa segera
terlaksana lantas (kata AR) BANCAKANNYA  bisa segera
dimulai . . .  kapan ya???" wallohu 'alam bishowab.

sTJ

--- Ismail Zaini <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> Kontrak Dibatalkan ?
> Dari pengalaman Pembatalan Kontrak Panasbumi antara
> Pertamina dg Perusahaan 
> Panasbumi Asing / dari Amrik ternyata masalahnya
> jadi panjang sampai ke 
> Arbitase internasional yang akhirnya Pertamina Kalah
> dan harus bayar ratusan 
> juta dollar ( ingat kasus Karaha Bodas ). dan kalau
> tidak salah kalau gak 
> mau bayar rekeningnya di bank asing di blokir ,
> padahal proyeknya belum ada 
> apa apanya sudah harus bayar ratusan juta dollar.
> Saya tidak tahu apakah Kontrak Kontrak tsb ( Migas )
> pihak pihak didalam 
> kontrak   itu yang mewakili Negara adalah insitusi
> negara  seperti ESDM ) 
> atau Perusahaan ( BUMN/PTM ) dimana di Pihak  lain
> adalah Perusahan Asing.
> Kalau untuk kasus Panasbumi tsb diatas Pihak
> Indonesianya adalah Perusahaan 
> / PTM dan dipihak lain juga Perusahaan ( Asing
> ).Jadi Perusahaan vs 
> Perusahaan , bukan Negara vs perusahaan atau Negara
> vs Negara.
> Kadang kadang disisi lain kita itu banyak di "kerjai
> ' dg kontrak kontrak , 
> namun disisi lain penawaran untuk kontrak kontrak
> baru dipacu terus , apa 
> tidak bisa sebelum pengkontrakan pengkontrakan ini
> tuntas dg formula baru 
> yang lebih  pro ke NKRI ada , tidak dilakukan dulu
> penawaran penawaran 
> kontrak baru , toh juga minyaknya tidak akan hilang
> dan tersimpan baik 
> didalam tanah......
> Yo embuh saya sendiri sangat awam dg masalah
> beginian ini , sekedar hanya 
> wacana saja...
> 
> 
> Salam Kemerdekaan
> 
> ISM
> 
> 
> 
> Sent: Thursday, August 16, 2007 2:30 AM
> Subject: Re: [iagi-net-l] Stiglitz: Negosiasi Ulang
> Kontrak Pertambangan
> 
> 
> > Opo wani...nego ulang.......; jaringan dibalik
> kontrak-kontrak, minta 
> > ampun panjang sekali. Sebetulnya tidak perlu nego
> ulang, asal transparan 
> > saja; saya pikir akan lebih baik atmosfer kegiatan
> ekonomi sektor esdm ke 
> > depan.
> >
> > Lha..menambah jumlah cekungan sedimen di Indonesia
> dari 60 ke misal 77 
> > cekungan saja, belum kelar-kelar. Tapi dengan
> semangat kemerdekaan RI 
> > tahun 2007, cekungan sedimen di Indonesia
> dijadikan 62 saja... (mumpung 
> > moment-nya HUT RI ke-62).
> > salam Merdeka...
> > agus
> >
> > Agus Irianto <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Jan2ne....Cak AR ora ragu2 utk 
> > berteriak lantang
> > MERDEKA...!!!...opo meneh wong Jawa
> > Timur?Suroboyo....tinggal menunggu saatnya yg
> tepat
> > saja......wong nganggo bambu runcing wae iso
> ngusir
> > londo je...hehe...bakatnya sbg Jurnalis geologi
> > Merdeka bersama cak ndang.....terus dikembangkan
> > cak......Percayalah rakyat pasti banyak yg
> > mendukung......!!!
> >
> > Indonesia memang harus berani menasionalisasi
> bisnis
> > asing, kita harus berani meniru langkah2 presiden
> > Bolivia Evo Morales yang menasionalisasi semua
> bisnis
> > asing yang beroperasi di negaranya - Setuju kita
> harus
> > Negosiasi ulang Kontrak2 Pertambangan dan
> > Migas......Para Professional yg tergabung dlm
> IAGI,
> > IATMI dan HAGI kayaknya harus menjadi ujung tombak
> utk
> > terus meloby2 RI-1 , RI-2, Mentri ESDM, DEPHAN dan
> > Kementrian Lingkungan Hidup dan departemen2 yg
> > terkait, juga mas media harus terus menerus
> > mempropagandakan hal ini...........!!!
> >
> > "Mereka (para perusahaan tambang asing) tahu kok
> > bahwa mereka sedang merampok kekayaan alam negara-
> > negara berkembang," kata Stiglitz dalam
> > wawancara eksklusif dengan Tempo,
> kemarin....dst2...
> >
> > Kita punya hak koq utk melindungi kekayaan
> Nusantara
> > kita ini agar tidak tercabik2 jadi keroyokan,
> banca'an
> > perusahaan2 atau negara2 asing lainnya sambil
> > membiarkan rakyat kita hidup sengsara di negrinya
> > sendiri.....nasib TKI unskil yg rela meninggalkan
> > negrinya demi 600 ringgit dan disiksa lagi.....ada
> yg
> > salah dalam mengetrapkan UUD 1945 pasal 33 ayat 1
> yg
> > berbunyi : "Bumi dan air dan kekayaan alam yang
> > terkandung didalamnya dikuasai oleh negara dan
> > dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran
> rakyat."
> > ............ Reklame Gudang Garam yg sudah
> semingguan
> > ini tayang terus  di bbrp sta TV cukup
> > menyentuh....sbb syairnya :
> >
> > Rumahku Indonesiaku
> >
> > Ketika aku melihat sesuatu yg belum pernah aku
> lihat
> > sebelumnya......mataku terpukau....Betapa Indahnya
> > Negri Ini.
> >
> > Dan Ketika aku merasakan sesuatu yang belum pernah
> aku
> > rasakan sebelumnya ......hatiku
> terpukau......Betapa
> > besarnya Bangsa ini.
> >
> > Hanya disini di rumahku yang membentang luas ke
> empat
> > penjuru.
> > Kupersembahkan seluruh jiwa dan ragaku. Dan
> kupastikan
> > tak akan ada yang mampu merebutnya dariku.
> > Hanya disini di INDONESIA.
> >
> > DIRGAHAYU INDONESIA ke 62
> >
> > Padamu Negri
> >
> > Padamu negri kami berjanji
> > Padamu Negri kami berbakti
> > Padamu Negri kami mengabdi
> > Bagimu Negri Jiwa raga kami
> >
> > Kutuliskan lagu Padamu negri di mailing list ini
> utk
> > sama2 kita renungkan akan kekhawatiran
> desintegrasi
> > bangsa.........saya berdoa semoga jangan sampai
> > terjadi, mari kita hayati, kita baca2 lagi sejarah
> > perjuangan bangsa, sejarah sumpah pemuda,
> sejarahnya
> > bung Karno dan Bung Hatta, sejarahnya
> WR.Soepratman
> > dan komponis2 lainnya dalam melahirkan lagu2nya.
> >
> > Sekali lagi menjelang memperingati hari
> Kemerdekaan RI
> > yg ke 62 saya mengucapkan : DIRGAHAYU INDONESIA ke
> 62
> > Semoga NKRI Tetap JAYA......MERDEKA....!!!
> >
> > Lam Salam,
> > Agus Irianto
> >
> >
> >
> >
> >
> > --- Ariadi Subandrio
> > wrote:
> >
> >> Kasus Cepu, hasil negosiasi ulang kontraknya
> malah
> >> terbalik.
> >>   Dulu WK-nya Pertamina sekarang malah jadi
> WK-nya
> >> orang2 yang diceritakan Stiglitz.
> >>
> >>   62 tahun MERDEKA, boro-boro berani
> >>
> >>   lam-salam,
> >>   ar-.
> >>   (.......... yang agak ragu untuk lantang2
> teriak
> >> MERDEKA
> >>
> >>
> >>
> >>
> 
=== message truncated ===



       
____________________________________________________________________________________
Yahoo! oneSearch: Finally, mobile search 
that gives answers, not web links. 
http://mobile.yahoo.com/mobileweb/onesearch?refer=1ONXIC

----------------------------------------------------------------------------
Hot News!!!
EXTENDED ABSTRACT OR FULL PAPER SUBMISSION:
228 papers have been accepted to be presented;
send the extended-abstract or full paper
by 16 August 2007 to [EMAIL PROTECTED]
Joint Convention Bali 2007
The 32nd HAGI, the 36th IAGI, and the 29th IATMI Annual Convention and 
Exhibition,
Bali Convention Center, 13-16 November 2007
----------------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke